nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pesona Keunikan Batik Lasem Membuatnya Diminati Wisatawan Asing

Agregasi Koran Sindo, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 14:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 09 194 1961529 pesona-keunikan-batik-lasem-membuatnya-diminati-wisatawan-asing-EC6BjWnwmA.jpg Ilustrasi (Foto: Indonesianbatik)

MEMERIAHKAN Hari Batik Nasional, Pasaraya Pride of Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Rembang menggelar pameran Tribute to Batik Indonesia bertajuk The Art o f Rembang, 2-31 Oktober.

Tampil dengan model kekinian, batik lasem yang dipamerkan tak hanya diharapkan makin dikenal, tapi juga dapat memajukan para perajin batik di Kota Rembang.

Opening ceremony yang dihadiri Bupati Rembang H Abdul Hafidz, Wakil Bupati Bayu Andrianto, CEO Pasaraya Medina Latief Harjani dan Donna Latief ini memamerkan beragam produk unggulan dari Kabupaten Rembang, antara lain batik tulis lasem yang terkenal dan melegenda.

Bisa dikatakan batik tulis lasem memiliki pesona warna yang cerah khas pesisir, dan kini tengah merambah dunia fashion. Donna Latief mengatakan, sejak awal berdiri Pasaraya memang konsisten memberi ruang pada karya-karya tradisional, terutama batik, dan sampai sekarang tradisi itu tidak akan dihilangkan.

Wanita kelahiran Jakarta, 29 Maret 1975 ini pun menjelaskan, untuk tahun ini pihaknya mencoba mengangkat batik lasem dari Rembang karena batik lasem paling tinggi penjualannya.

Bahan, corak, dan motifnya sangat diminati wisatawan asing, terutama dari Jepang. “Batik lasem sangat berbeda dan unik. Ada nilai eksotisnya sehingga banyak orang asing suka batik lasem, tapi tidak ada yang angkat Rembang.

Makanya kita ingin angkat itu agar terus mengenalkan serta mengembangkan industri batik lasem. Ini juga untuk memelihara dan memproteksi batik lasem asal Rembang dan juga anak muda zaman sekarang bisa bangga serta tampil keren mengenakan batik,” ungkap pemilik nama lengkap Donna Louisa Maria itu.

Bupati Rembang H Abdul Hafidz mengungkapkan, acara ini selain memeriahkan Hari Batik Nasional, juga untuk meningkatkan keterserapan produk UMKM asal Rembang. “Masyarakat mesti tahu akan produk unggulan Rembang.

batik lasem

(Foto: Myimage)

Dengan begitu masyarakat akan membeli sehingga pertumbuhan ekonomi akan pesat di Rembang dan produk asal Rembang semakin dikenal luas,” ujar Abdul Hafidz. Chintami Atmanegara, salah satu artis yang ikut menyokongkegiatan ini mengaku menyukai batik lasem karena motifnya sangat klasik, lebih detail, dan masih dikerjakan secara tradisional.

“Saya senang bisa mewujudkan impian saya membuat busana berbahan kain tradisional batik. Saya tertarik karena ingin sekali mengembangkan kain warisan budaya bangsa yang mendapat pengakuan UNESCO sebagai warisan dunia.

Ini harus kita jaga dan pertahankan kelestariannya,” ujarnya. Chintami juga mengaku, saat ini dirinya tak segan memperkenalkan karya busana dari kain tradisional. Kemampuannya untuk menciptakan karya busana sudah dimilikinya sejak semasa sekolah dulu secara autodidak.

Ia menyukai dunia adibusana ini karena sering melihat ibunya menjahit pakaian. “Sejak dulu saya suka mendesain sebuah busana dan sering memakai kain tradisional batik,” kata Chintami.

Kemampuan mendesain busana berbahan kain tradisional diwujudkan Chintami dengan memproduksi busana bermerek Nagara By Chintami Atmanagara. Sejak berhijab dan mengurangi aktivitasnya di dunia entertainment yang telah membesarkan namanya, Chintami mulai fokus menyalurkan keahliannya di bidang adibusana.

“Menekuni dunia fashion ini memang sudah saya idamkan sejak dulu,” ujar bintang film dan sinetron yang kini menambah kesibukannya dengan menjadi desainer itu.

Sebagai informasi, selama 30 hari pusat perbelanjaan yang menjadi destinasi baru bagi anak muda kreatif ini juga menyajikan banyak kegiatan menarik lainnya, yaitu lomba mewarnai dan menggambar batik (13/10), kompetisi tari modernkostum batik (20/10), lomba menyanyi lagu daerah-kostum batik (27/10), workshop, talkshow dan fashion show sepanjang periode berlangsung.

Selain itu Pasaraya juga menggelar Festival Kuliner Etnik Nusantara di Lower Ground A yang menyajikan 15 booth kuliner asli Indonesia. Untuk program promo in store, Pasaraya memberikan diskon khusus 40% untuk semua produk batik dan handycraft yang berada di Lantai 1 A&B, 5-14 Oktober.

Hal menarik lainnya, pengunjung dapat melihat langsung beberapa properti asli milik RA Kartini yang dipamerkan di Ground Floor B Pasaraya yang didatangkan langsung dari Museum RA Kartini Rembang.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini