nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Setelah Dibeli Sultan, Warung Pecel Lele Mbah Hohok Laris Manis

krjogja.com, Jurnalis · Selasa 09 Oktober 2018 13:03 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 09 298 1961531 setelah-dibeli-sultan-warung-pecel-lele-mbah-hohok-laris-manis-Wg4C8T868A.jpeg Warung pecel lele mbah Hohok (Foto: Krjogja)

SEBUAH warung pecel lele di Gang Megatruh Jalan Kaliurang km 5 Caturtunggal Depok Sleman tampak sepi Senin (01/10/2018) malam. Dua perempuan tua yang layak disebut simbah tampak menunggui warung yang di etalase usangnya tertulis nama warung ‘Mbah Hohok’ ini.

Warung tersebut adalah sisa masa kejayaan Pecel Lele Mbah Hohok yang kondang sejak tahun 80-an di area Yogyakarta bagian utara. Dahulu di era 80-an, warung yang awalnya berada di pinggir Jalan Kaliurang km 5 sangat dikenal karena baru satu-satunya yang menjajakkan menu pecel lele dengan sambal layaknya tenda lesehan di Lamongan.

Dua hari terakhir, warung tersebut viral di media sosial Twitter karena sepi pengunjung. Penjualnya yang digambarkan sebagai nenek tua disebutkan baik hati dan selalu tersenyum pada pembelinya hingga mengundang banyak simpati warganet.

 Baca Juga: Pamer Perut Buncit Dibalut Gaun Nude, Raisa Bikin Netizen Jatuh Hati

Banyak yang lantas berupaya membantu dua nenek penjual yang kemudian berdasarkan penelusuran KRJOGJA.com diketahui bernama Hohok Lestari (60) dan Sukinah (58). Mbah Lestari dan Sukinah adalah penerus Mbah Hohok yang meninggal dunia beberapa tahun lalu akibat sakit yang diderita.

Keduanya sepakat untuk tetap berjualan meski tak lagi menempati posisi strategis di pinggir jalan utama Jalan Kaliurang seperti pada masa kejayaan dahulu. Cerita Mbah Lestari lantas mengalir ketika KRjogja.com mencoba mengajak berbincang di malam yang terhitung sepi bagi warung tersebut.

Dahulu ia bersama almarhum suaminya (Mbah Hohok Junaedi) berjualan sekitar awal tahun 80-an, di mana ia tak ingat pasti kapan waktunya. Yang ia ingat, kala itu puteri semata wayangnya bersekolah di kelas 4 Sekolah Dasar (SD) yang mana sekarang telah memiliki dua putera.

 

Saat itu menurut dia, baru warung Mbah Hohok yang berjualan pecel lele di wilayah Yogyakarta. Ia bersama suami dan adiknya, Sukinah rela berpindah dari Gading, Gunungkidul untuk menjajakkan menu pecel lele andalannya di wilayah Jalan Kaliurang.

“Waktu itu pokoknya seingat saya harga nasi lele masih tidak lebih mahal dari Rp 500 kami sudah jualan. Baru satu-satunya di Yogya itu belum ada yang lain jual pecel lele seperti ini,” kenangnya tersenyum.

Cerita mengalir lebih dalam saat kemudian Mbah Lestari menceritakan pengalaman menarik saat berjualan di Jalan Kaliurang era tahun 80-an. Saat itu, seorang pria bermobil tiba-tiba jajan di warungnya dan kemudian dikenali sebagai putera raja yang lantas bergelar Sri Sultan Hamengkubuwono X saat jumeneng menjadi raja Kraton Yogyakarta.

“Lha saya awalnya tidak tahu, ternyata yang jajan itu Sultan yang sekarang ini. Setelah itu lha kok rame warungnya, padahal ya cuma sekali itu saja Sultan jajan, saya sendiri juga bingung waktu itu kok bisa jadi rame seperti itu,” lanjutnya masih dengan senyum ramah.

Keteguhan hati serius berjualan diakui Mbah Lestari membawa rejeki yang sangat luar biasa. Satu putera angkat dan seorang puterinya dapat disekolahkan hingga lulus sarjana dan saat ini bakal menjadi kepala sekolah.

Rumah dan tanah di kawasan Ngipik Bantul pun berhasil dibelinya yang menjadi rumah tinggal hingga saat ini. “Sekarang tinggal di Ngipik, ya bisanya dagang makanan ya harus terus sampai sekarang, hasilnya sedikit banyak tetap disyukurilah, dulu merasakan sehari sampai satu juta sekarang dua ratus ribu ya tidak apa-apa,” timpal Sukinah yang juga sejak awal membantu berjualan.

Sebenarnya warung Mbah Hohok bukan satu-satunya di Gang Megatruh tersebut, tepatnya di simpang empat Ringroad Jalan Kaliurang menantu Mbah Hohok juga membuka warung yang sama. Sayangnya, warung tersebut tinggal menghitung hari lantaran harus pindah karena lokasi kontrakan digunakan untuk fungsi lain.

 Baca Juga: Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Sempat menjadi perbincangan warganet ternyata sedikit banyak membantu eksistensi warung yang kini sangat berwajah sederhana ini. Spanduk nama Mbah Hohok yang usang tiba-tiba diganti oleh orang yang hanya kebetulan lewat di warung menjadi lebih baru.

Belum lagi, kini tag nama warung Mbah Hohok bisa ditemukan di google map dengan nama Kremes Ibu Hohok Lestari. “Ya ada yang bantu ternyata, tahu dari sosial media katanya, ya terimakasih sekali karena simbah tidak paham yang begitu,” imbuh Lestari.

Makanan di warung Mbah Hohok sendiri rasanya cukup lumayan dan terhitung tidak mahal. Untuk satu ayam goreng dengan kremes tanpa nasi dihargai Rp 10 ribu yang tampaknya cukup relevan di masa saat ini.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini