nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pascagempa Tsunami Palu, Kemen PPPA Akan Bangun Pos Ramah Perempuan dan Anak

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Rabu 10 Oktober 2018 19:45 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 10 196 1962298 pascagempa-tsunami-palu-kemen-pppa-akan-bangun-pos-ramah-perempuan-dan-anak-p8taIbNBMP.jpg Kemen PPPA akan bangun pos ramah perempuan dan anak di Palu (Foto: Istimewa)

MENTERI Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise, melakukan kunjungan dan berdialog langsung dengan masyarakat penyintas gempa pagi ini. Rasa duka mendalam disampaikan oleh wanita asal Papua itu setelah melihat secara langsung kondisi masyarakat Palu, terutama kondisi perempuan dan anak pasca gempa ini.

“Saya sangat bersedih atas bencana yang melanda kita saat ini, tapi kita tidak boleh patah semangat, kita tetap harus berjuang untuk mempertahankan kehidupan kita kedepan,” ujar Menteri Yohana menguatkan para penyintas, dikutip dari siaran pers yang diterima Okezone.

Ia juga menegaskan bahwa masyarakat harus tetap waspada terhadap potensi kekerasan seksual yang dapat terjadi kepada perempuan dan anak.

“Pada saat situasi pasca bencana alam seperti ini memang kita berjuang dengan berbagai keterbatasan, namun para perempuan dan anak-anak ku disini harus waspada agar terhindar dari kekerasan yang mungkin akan terjadi. Jangan takut untuk melapor kepada pihak-pihak yang melindungi disini.” tegasnya.

Baca Juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Selain kekerasan seksual Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) juga menghimbau kepada seluruh elemen masyarakat yang terlibat dalam proses pemulihan masyarakat dan daerah Palu & Donggala untuk melindungi perempuan dan anak dari ancaman perdagangan orang atau adopsi illegal.

“Banyak anak yang terpisah dari orang tuanya, saya meminta kepada seluruh pihak yang terlibat untuk mendata dan mengusahakan menemukan keluarganya, minimal keluarga besarnya, anak-anak ini jangan sampai dibawa oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab” tukas Yohana.

Menteri Yohana

Kemen PPPA juga akan mengupayakan pos ramah perempuan dan anak yang diharapkan dapat berguna untuk mencegah dan mengurangi potensi kekerasan baik fisik, psikis dan seksual, serta perdagangan orang terhadap perempuan dan anak. Menteri Yohana juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas PPPA Provinsi Sulawesi Tengah yang telah membantu dalam koordinasi, Forum Anak, para relawan psikolog yang telah membantu dalam proses Recreasional Therapy kepada para pengungsi serta seluruh pihak yang sudah turut membantu meringkankan beban para penyintas.

Baca Juga: Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Kunjungan ini meliputi Yayasan Al Kautsar yang terletak di Jl. Pue Bongo, Donggala Kodi, Palu Barat, serta Pos Sekolah Darurat Kemendikbud, Kelurahan Petobo, dimana Kemen PPPA juga menyertakan pendongeng dan penyanyi untuk menghibur anak-anak dengan harapan dapat mengurangi kesedihan dan kecemasan mereka.

Selain itu Kemen PPPA juga memberikan sejumlah bantuan spesifik perempuan dan anak seperti perlengkapan bayi, buku cerita, krayon, pembalut wanita, masker dan lainnya. Sebelumnya, bantuan serupa juga sudah diberikan kepada pengungsi yang berada di kota Makassar.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini