nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

GenPI Maluku Siapkan Destinasi Digital Baru, Pasar Salamoeli Indah

Abu Sahma Pane, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 15:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 11 12 1962552 genpi-maluku-siapkan-destinasi-digital-baru-pasar-salamoeli-indah-aWUZbPh7xx.jpg Foto: Kemenpar

MALUKU - Generasi Pesona Indonesia (GenPI) Maluku akan menambah daftar destinasi digital di Indonesia. Tepatnya lewat Pasar Salamoeli Indah. Destinasi ini bakal diluncurkan pada Minggu 14 Oktober di Desa Suli Bawah, Kecamatan Salahutu, Maluku Tengah.

"Akan ada soft launching pada Sabtu 13 Oktober pukul 20.00 WIT. Besoknya baru launching mulai pukul 11.00-20.00 WIT," ujar Ketua GenPI Maluku Glenn Wattimury, Rabu 10 Oktober 2018.

Konsep Pasar Salamoeli Indah yakni berupa pasar rakyat dengan nuansa wisata pantai. Suguhan yang disiapkan di antaranya Selfie Spot, Education Corner, Garden Spot, Nature Spot, Camping Ground, dan WWYT (write what you think) Board. "Selain itu juga telah dibuat Kids House Tree, Floating Tent, Fishing Kit dan Community Corner," ucap Glenn.

Dari segi budaya, pasar ini akan diramaikan dengan atraksi seni dan budaya khas Maluku seperti Bambu Gila, Cakalele, serta tari-tarian daerah. Komunitas pun akan diberikan kesempatan untuk berkreasi di ajang ini. "Konsep besarnya diharapkan bisa memasukan seluruh budaya kepulauan Maluku melalui pertunjukan budaya ini," terang Glenn.

Foto: Kemenpar 

Untuk kuliner, tentu saja akan didominasi oleh makanan khas Maluku. Di antaranya papeda, rujak natsepa, dan sagu gula.

"Paket memancing, sunset hunting dan night camp juga akan dijual pada pasar ini, supaya menambah banyak atraksi yang bisa dinikmati pengunjung," tambah Glenn.

Saat pre-launch session, GenPI Maluku mengundang sejumlah stakeholders pariwisata. Di antaranya Bupati Maluku Tengah, Camat Salahutu, Kadispar Provinsi Maluku, Kadispar Kabupaten Maluku Tengah, pimpinan bank di Maluku, Komunitas Kreatif, GM hotel di Maluku, pimpinan media massa di Maluku, dan pimpinan maskapai penerbangan di Maluku.

"Undangan (tamu) akan diberikan penjelasan dan diajak untuk berkontribusi dalam penyelanggaraannya ke depan, sambil mencicipi makanan-makanan yang akan dijual pada saat pembukaan pasar dan menikmati barbeque night," tuturnya.

Ada satu cerita menarik dari destinasi digital itu. Awalnya destinasi ini akan dinamai Pasar Pasir Putih. Namun diubah menjadi Pasar Salamoeli Indah atas permintaan masyarakat.

"Kenapa dinamakan Salamoeli? Karena di lokasi pasar tersebut banyak tumbuh pohon Salamuli yang sudah tergolong langka di Maluku," ungkap Glenn.

Juragan Pasar Salamoeli Indah, Marthen Reasoa menambahkan lokasi pasar sangat strategis karena dekat dengan objek wisata Pantai Natsepa dan Pantai Supapei.

"Setiap akhir pekan wisatawan mambanjiri kedua lokasi wisata itu. Belum lagi Pasar Salamoeli Indah juga berada di jalur balik dari Pantai Ora Beach. Dan tidak menutup kemungkinan pasar ini juga disinggahi wisatawan yang baru kembali dari Pulau Seram," paparnya.

Marthen berharap Pasar Salamoeli Indah menjadi tempat wisata yang bisa membantu meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat setempat. "Semoga dengan dibukanya lokasi ini, besok diharapkan akan ada lokasi lain yang dibuat di seantero Maluku," katanya.

Sementara Koordinator GenPI Nasional Mansyur Ebo menyampaikan, Pasar Salamoeli Indah makin menambah warna destinasi digital di Indonesia. Karena saat ini ada banyak kreasi pasar yang sedang dipersiapkan di seluruh Indonesia. Semua berbasis pada atraksi pariwisata, untuk memperkuat daya tarik dan daya saing destinasi.  

Respons positif juga diberikan Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya atas rencana launching Pasar Salamoeli Indah. Kini Menpar makin yakni bahwa destinasi digital GenPI akan menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Pesannya hanya satu, agar GenPI selalu inovatif dan selalu fresh dalam menyelenggarakan kegiatan.

"Saya sering menyebutnya 2C, yaitu Creative Value dan Commercial Value. Kreatif dalam mengangkat tema-tema pariwisata di media sosial dari desain, pemilihan kata, sampai pembuatan event. Dan selanjutnya event itu harus menciptakan nilai komersial yang bermanfaat bagi setiap anggota komunitas maupun masyarakat sekitar," pungkasnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini