nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menurut Sains, 4 Kebiasaan Buruk Ini Bisa Jadi Tanda Orang Cerdas

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 13:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 196 1962589 menurut-sains-4-kebiasaan-buruk-ini-bisa-jadi-tanda-orang-cerdas-Lm7zY45F45.jpg Mengunyah permen karet (Foto: Insider)

SADAR atau tidak, setiap orang setidaknya memiliki satu kebiasaan buruk dalam kehidupan mereka. Contoh paling sederhana adalah menunda-nunda pekerjaan, atau tugas makalah yang diberikan dosen di kampus.

Tapi tahukah Anda, kebiasaan buruk ini bisa jadi penanda bahwa orang tersebut memiliki inteligensi di atas rata-rata. Untuk mengetahui lebih lanjut, berikut ulasan lengkapnya sebagaimana dilansir Okezone dari Insider, Kamis (11/10/2018).

Menunda-nunda pekerjaan

Banyak yang menganggap, kebiasaan menunda-nunda pekerjaan termasuk sebuah perilaku malas. Namun, seorang profesor dari Wharton dan penulis buku "Originals", Adam Grant, berpendapat bahwa tindakan tersebut sangat erat kaitannya dengan konsep menunggu "waktu yang tepat". Dengan kata lain, menunda suatu pekerjaan dapat membantu Anda meningkatkan kreativitas karena Anda lebih memiliki banyak waktu untuk mengembangkan ide-ide besar.

Dalam sebuah wawancara bersama Rachel Gillett, Grant mengambil contoh Steve Jobs selaku mantan CEO Apple Inc. Menurutnya, Jobs sering menunda-nunda tugas-tugas tertentu hingga membuat perusahaannya meraih banyak keuntungan.

"Saat Steve Jobs mengesampingkan beberapa pekerjaan dan menggunakan waktu dengan baik, dia memiliki lebih banyak ide-ide baru," ujar Grant.

steve jobs

Baca Juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Mengigit kuku

Para peneliti baru-baru ini menemukan bahwa sekitar 1.000 anak mulai melakukan kebiasaan saat berusia lima tahun. Saat umur mereka telah bertambah, lima, tujuh, sembilan, dan 11, para peneliti bertanya kepada orangtua mereka apakah sang anak masih sering menggigit kuku atau mengisap jempol mereka? Sekitar sepertiga dari anak-anak itu ternyata masih melakukan salah satu dari kebiasaan tersebut.

Ketika anak-anak menginjak usia 13 tahun hingga sampai pada usia 32 tahun, para peneliti kemudian melakukan sebuah tes alergi. Benar saja, kelompok anak yang memiliki kebiasaan menggigit kuku cenderung mengembangkan alergi, namun lebih pintar.

gigit kuku

Mengunyah permen karet

Mengunyah permen karent saat wawancara kerja merupakan tindakan yang tidak sopan. Tetapi ketika Anda duduk sendirian, itu bisa menjadi kunci untuk mendatangkan produktivitas dan relaksasi.

Baca Juga: Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengunyah permen karet membantu Anda merasa lebih wasapada. Satu penelitan bahkan menemukan, orang-orang yang mengunyah permen karet memiliki kinerja yang lebih baik pada tes kecerdasan daripada orang yang tidak mengonsumsinya. Permen karet juga diklaim dapat meningkatkan susana hati dan mengurangi tingkat hormon stres kortisol.

kunyah permen karet

Bergosip

Tidak, ini bukan alasan untuk mengundang teman terbaik Anda untuk menjelek-jelekkan potongan rambut baru sahabat Anda yang lain. Penelitian menunjukkan bahwa bergosip dengan tujuan membantu orang lain, secara tidak langsung dapat membuat perasaan Anda menjadi lebih baik.

Salah satu studi menemukan bahwa ketika para responden mengamati aksi perselingkuhan, detak jantung mereka meningkat. Sebagai solusinya, para peneliti memberi para responden sebuah opsi untuk mengirimkan sebuah notes kepada para pelaku.

bergosip

Catatan ini kemudian digunakan untuk menulis atau menyampaikan informasi tentang bagaimana kasus perselingkuhan bisa terjadi. Para peneliti menyebut jenis transmisi informasi ini dengan istilah "gosip prososial". Jadi ketika para pengirim pesan terlibat dalam gosip prososial, mereka mengatakan merasa lebih dan detak jantung mereka menurun.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini