nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kisah Pilu Hilangnya Perempuan dan Anak di Palu, Menteri Yohana: Saya Berjalan Aroma Jenazahnya Masih Ada

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 16:31 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 196 1962670 kisah-pilu-hilangnya-perempuan-dan-anak-di-palu-menteri-yohana-saya-berjalan-aroma-jenazahnya-masih-ada-9qNIlJhz5F.jpg Menteri yohana

PASCA gempa dan tsunami di Kabupaten Donggala dan Kota Palu, menyisakan duka teramat dalam pada masyarakat, terutama keluarga yang ditinggalkan. Ribuan nyawa melayang dan masih banyak pula warga yang menghilang dan belum diketemukan jasadnya.

Kepiluan ini pun dirasakan hampir seluruh masyarakat Indonesia, termasuk Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia, Yohana Yembise. Saat mengunjungi penyintas gempa kemarin, menteri yang lebih akrab disapa Mama Yo ini berinteraksi langsung dengan para penyintas gempa.

 Baca juga: Pasangan yang Ngobrol Pakai Kata 'Kami' & 'Kita' Cenderung Lebih Bahagia

Menteri Yohana

"Kondisi terkini yang ada di Palu, Sulawesi Tengah, meminta dukungan kepada seluruh kepala dinas yang ada di Indonesia. Marilah kita saling mendukung saudara kita di Donggala, Sigi, dan Palu, karena ribuan anak dan perempuan telah hilang," ungkapnya saat membuka acara Rapat Koordinasi Nasional Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT PP-TPPO) Tahun 2018, Working in Harmony, Palangkaraya, Kalimantan Tengah, Kamis (11/10/2018).

Yohana pun menceritakan dari hasil tinjauan langsungnya, ada beberapa kompleks perumahan yang terkubur masuk ke dalam tanah dan tertutup lumpur. Ketika ia berjalan di sepanjang yang ditapaki masih cukup tercium aroma yang ditimbulkan dari jenazah korban gempa.

 Baca juga: Stroke Bisa Sebabkan Disfungsi Ereksi, Benarkah?

"Saya berjalan di tempat yang aroma mayatnya masih ada, itu lah kondisinya sekarang. Sayangnya, belum ada diperoleh data yang jelas, baru diperkirakan ada sekira 5000 orang yang belum diketemukan, sedang dicari datanya," imbuhnya.

 Menteri Yohana

Yohana merasa pilu, menurutnya setelah terjadi bencana alam seperti gempa dan tsunami, negara secara tidak langsung merugi, karena kehilangan banyak perempuan dan anak-anak. Ia pun mengatakan, perempuan harus dijaga dan dilindungi keberadaannya.

 Baca juga: Nenek Paling Seksi di Dunia Ini Dilarang Tampil di Media Sosial, Kenapa Ya?

"Saya mau mengatakan bahwa negara rugi dengan hilangnya banyak perempuan dan anak-anak. Perempuan yang menghasilkan generasi penerus, perempuan harus dijaga dan lindungi, anak-anak pun demikian, banyak yang hilang. Ini jadi perhatian kita semua untuk bisa mendampingi kepala dinas yang ada di Sulawesi Tengah untuk memberikan dukungan moral dan materiil yang ada di sana," pungkasnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini