nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Jawara Barista Championship 2018, Patricia Bawa Budaya Minum Kopi dari Kampung Halaman

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 18:49 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 11 298 1962787 jadi-jawara-barista-championship-2018-patricia-bawa-budaya-minum-kopi-dari-kampung-halaman-jv0vqMJVQf.jpg Ni Putu Patricia (Foto: Dewi/Okezone)

MENJADI seorang barista bukanlah pekerjaan yang mudah. Meski begitu Ni Putu Patricia sangat menikmatinya, sampai berhasil memenangkan kompetisi barista tingkat Nasional.

Pat, sapaan akrabnya belum lama terjun di dunia barista. Pertama kali bergabung sekira setahun menjadi barista paruh waktu, di sebuah kedai kopi berlambang duyung di kawasan Seminyak Bali.

Meski baru sebentar, tapi sejak kecil dia sudah kental dengan budaya minum kopi. Kakek-nenek dan kedua orangtuanya sudah mengenalkan rasa kopi nikmat padanya sejak kecil.

Karena itulah, mimpi menjadi seorang barista amatlah besar dan syukur bisa terwujud sekarang ini. Gadis berdarah Bali itu selalu semangat dan terus belajar mengenal dunia kopi, apalagi belakangan ini sedang tren.

Perempuan 22 tahun ini akhirnya terdorong untuk mengikuti Starbucks Indonesia Barista Championship 2018, dihelat di Sheraton Hotel, Jakarta. Dalam kompetisi, perempuan muda berbakat ini berhasil mengalahkan rekannya, Muhammad Fariz Syahir dari Bandung dan Yulinda Tanjaya dari Surabaya.

Baca Juga: Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Selama presentasi di hadapan tiga juri internal, Pat begitu santai. Sambil diiringi lagu-lagu jazz yang melow, mahasiswa Sastra Inggris Universitas Udayana itu membuat tiga minuman enak berbasis espresso.

patricia

Pertama, Pat menyajikan coffee latte dengan seni latte yang unik, yaitu swan. Kemudian dia melanjutkan dengan membuat signature drink yang dijuluki reserve avogato. Terakhir, dia membuat minuman kopi dengan teknik manual brew pour over.

Pat tampak tidak tegang berhadapan dengan para juri. Kecepatan tangannya Dan penyampaian presentasinya sungguh memukau. Yang paling unik, dia membuat drink signature berdasarkan kreativitas.

Gadis asap Desa Tunjuk, Tabanan, Bali itu mencampur espresso dengan biji kopi rwanda kanzu dengan cita rasa fruity red currant dan white pir, medium accidity. Uniknya, dia mencampur berbagai rempah dan racikan lain khas Indonesia, yang dibawa dari daerah asalnya.

patricia

Pat membuat avogato itu dengan coconut milk, pandan leaves, cinnamon, dan brown sugar. Dia benar-benar meracik minuman itu dengan hati. Melihat kelincahan tangannya sugguh lihai sekali.

"Saya sengaja beri sentuhan budaya, khususnya dari kampung halaman. Yang mana setiap sore kami semua kumpul di Bale Bengong menikmati teh atau kopi, termasuk saya sejak kecil sudah terbiasa minum kopi," ujar Pat saat diwawancarai media, di Ballroom Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Kamis (11/10/2018).

Baca Juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Pat sengaja memasukkan musik untuk mendramatisir suasana. Seakan-akan dia melihat juri sebagaimana dirinya melayani pelanggan.

Karena itulah yang membuat para juri tertarik dengan semangat dan kreativitas Pat. Apalagi dari segi pengetahuan kopi, kompetensi teknis, kemampuan komunikasi, hingga kreativitas dalam membuat minuman, perempuan kelahiran 25 Maret 1996 itu dinilai jago.

"Kami selalu bangga memiliki partners yang terinspirasi untuk mencapai potensi mereka lewat kompetisi ini," ujar GM Learning and Culture Starbucks Indonesia Virani Masayu.

Menariknya, Pat bakal mengikuti ajang kompetisi barista skala internasional. Dia akan mewakili Indonesia dalam ajang Barista Championship se-Asia Pacifik.

Melihat beban itu, Pat berjanji bakal terus belajar menjadi barista handal dan selalu paham dengan pengetahuan kopi. Dia pun ingin membawa piala juara untuk keluarga dan rekan-rekan terdekatnya. Bangganya!

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini