nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Antisipasi Pemerintah Cegah KLB Penyakit Pasca-Gempa Palu,Sigi dan Donggala

Dewi Kania, Jurnalis · Kamis 11 Oktober 2018 11:39 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 11 481 1962546 antisipasi-pemerintah-cegah-klb-penyakit-pasca-gempa-palu-sigi-dan-donggala-dWUEC4v71C.jpg Obat-obatan (Christianpost)

PASCA-gempa bumi dan tsunami yang meluluhlantakkan sebagian wilayah Sulawesi Tengah, pasti banyak temuan penyakit-penyakit yang melanda masyarakat. Pemerintah pun antisipasi supaya kasus penyakit itu tidak mengarah pada Kejadian Luar Biasa (KLB).

Saat ini penyakit terbanyak yang dialami penyintas gempa di beberapa wilayah di sana ialah ISPA, diare dan penyakit kulit. Namun Kementerian Kesehatan belum menetapkan sebagai KLB karena masih bisa ditangani.

Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI dr Anung Sugihantono, MKes mengungkapkan, masyarakat di Palu-Sigi-Donggala mulai terserang ISPA, diare dan penyakit kulit. Baik anak-anak dan orang dewasa sangat rentan mengidap penyakit tersebut.

Baca juga: Belum Juga Dibayar, Seniman Ini Terancam Dipenjara karena Membuat Tato untuk Bocah 10 Tahun!

 korban gempa

"Dari tiga besar penyakit itu belum kami nyatakan KLB, namun ada langkah antisipasinya. Bersama Dinas Kesehatan setempat, kami sudah lakukan penanganan dan pencegahan," ujar Anung saat dihubungi Okezone lewat WhatsApp, Kamis (10/10/2018).

Adapun tindakan antisipasi yang telah dilakukan, sebut Anung, pemerintah telah menyiapkan tiga cara. Antisipasi itu perlu dilakukan supaya tidak timbul KLB.

Anung membeberkan, langkah antisipasi yang mulai dilakukan pemerintah ialah menyiapkan dan menyediakan air bersih. Juga, mengelola sampah dan pengendalian faktor timbulnya lalat, termasuk melakukan desinseksi tempat sampah sementara di pengungsian.

Baca juga: Ingin Cepat Hamil? Tidurlah yang Cukup dan Berkualitas

"Kami juga meningkatkan kegiatan pelayanan di pengungsian. Seluruh faskes sudah buka, meski baru didukung oleh 40-60% sumber daya yang ada," terang dia.

Sementara itu, menurut Anung, untuk ketersediaan obat yang dapat mengatasi penyakit yang dialami masyarakat di sana dinilai cukup. Tentunya masyarakat tidak perlu khawatir tidak mendapat obat apa saja, yang dibutuhkan untuk menyembuhkan penyakit.

Paru-paru

Sejauh ini, pelayanan kesehatan dan penanganan penyakit yang dialami masyarakat di posko maupun faskes tidak terkendala. Kapan saja, bila membutuhkan bantuan tenaga medis, masyarakat tinggal datang ke klinik atau posko terdekat.

Baca juga: Pertahankan Warisan Budaya, Kemasan Lipstik ini Tampilkan Motif Batik yang Tak Biasa!

"Sejauh ini kami tidak temukan kendala, semuanya lancar dan semoga KLB bisa terus diantisipasi," tutup Anung.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini