nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Putri Eugenie Kenakan Gaun Pengantin Bermotif Rumit Karya Peter Pilotto dan Christopher De Vos

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 18:22 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 194 1963304 putri-eugenie-kenakan-gaun-pengantin-bermotif-rumit-karya-peter-pilotto-dan-christopher-de-vos-BDdB86pfv3.jpg Gaun Pengantin Putri Eugenie (Foto: CNN)

PERHATIAN dunia kini tengah terpaku pada acara pernikahan Putri Eugenie dan Jack Brooksbank. Keduanya tengah melangsungkan acara pernikahan di St. George's Chapel di Kastil Windsor, Inggris, Jumat pagi (12/10/2018), waktu setempat.

Selain dihadiri deretan selebriti kenamaan dunia, ada sejumlah momen menarik yang berhasil menghipnotis para warganet di seluruh dunia. Salah satunya adalah gaun pengantin nan cantik yang dikenakan oleh Putri Eugenie.

Dilansir Okezone dari Royal, Jumat (12/10/2018), gaun pengantin Eugenie didesain khusus oleh dua orang desainer terkemuka asal Inggris, Peter Pilotto dan Christopher De Vos. Selama ini, keduanya memang dikenal sebagai perancang busana yang kerap mengeluarkan koleksi busana inovatif yang dipadukan dengan sentuhan modern feminine silhoutte.

Putri Eugenie pertama kali bertemu Pilotto dan De Vos ketika menggelar sebuah acara charity beberapa tahun lalu. Sejak saat itu, Eugenie dilaporkan sering mengenakan busana hasil rancangan Pilotto dan partnernya, termasuk pada hari pernikahannya.

Nah, untuk desain gaun pengantinnya sendiri, Eugenie, Pilotto, dan De Vos telah melakukan research kecil-kecilan untuk merancang gaun yang pas ditubuh sang calon pengantin. Mereka melakukan penelitian arsip pada gaun-gaun pengantin yang pernah dikenalan oleh anggota keluarga kerajaan Inggris.

Desain

Setelah beberapa kali melakukan fitting, gaun pengantin Eugenie dibentuk layer demi layer, dimulai dari merancang bagian korset dan bagian bawah gaun yang sangat kompleks. Gaun pengantin ini juga memiliki garis leher yang melipat di sekitar bahu hingga bagian punggung bawah, sehingga menghasilkan nuansa seksi, elegan, dan mewah secara bersamaan. Fitur punggung rendah itu merupakan permintaan langsung dari Putri Eugenie yang pernah menjalani operasi skoliosis pada usia 12 tahun.

Kain

Untuk urusan bahan atau kain yang digunakan, Eugenie mempercayakan sepenuhnya kepada Pilotto dan De Vos. Kedua pria itu menyisipkan sejumlah simbol-simbol khusus yang memiliki makna khusus bagi Putri Eugenie.

Setidak ada tiga simbol yang mewarnai motif gaun tersebut, antara lain simbol Thistle sebagai lambang kecintaan kedua pasangan terhadap Istana Balmoral, simbol Shamrock untuk menghormati asal usul Keluarga Ferguson, serta simbol York Rose dan Igy mewakili rumah Eugenie dan Jack.

Peter Pilotto dan Christopher De Vos menafsirkan ulang simbol-simbol itu di atas kain sutra, katun, dan campuran ciscose yang menjadi bahan utama gaun pengantin.

Alhasil, karya Pilotto dan De Vos terlihat sangat elegan dengan teknik tenun yang sangat rumit menyerupai tenunan khas Jacquard dari Como, Italia.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini