nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ikuti Tradisi Wajib Royal Wedding, Putri Eugenie Akan Bawa Bunga Myrtus

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 04:09 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 196 1962903 ikuti-tradisi-wajib-royal-wedding-putri-eugenie-akan-bawa-bunga-myrtus-zRe9tENXJ2.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

KETIKA Putri Eugenie dan calon suaminya, Jack Brooksbank berjalan menyusuri altar, mereka harus mengikuti tradisi yang sudah ditentukan oleh Kerajaan Inggris. Mereka tidak boleh melanggar, meski saat ini banyak pasangan menikah dengan gaya kekinian.

Sebagai pewaris tahta ke-9, perempuan 28 tahun itu harus mengikuti serangkaian aturan keluarga kerajaan. Sama persis seperti Pangeran Harry-Meghan Markle dan Pangeran William-Kate Middleton.

Pada pesta pernikahannya esok, Jumat 12 Oktober 2018, adik Putri Beatrice itu harus menjalani seperangkat aturan kerajaan yang rumit. Sesuai adat-istiadat, pengantin perempuan harus membawa setangkai myrtus, tanaman cantik yang tumbuh di halaman Istana Buckingham.

Baca Juga: Tidur Siang di Kantor, Membuat Pegawai Lebih Cerdas Ambil Keputusan

Dilansir Okezone dari News Australia, pada masa ke masa, pengantin perempuan yang membawa tanaman itu dimulai oleh Ratu Victoria, membawa tanaman bunga itu untuk pernikahan Putri Victoria di tahun 1858.

Kemudian pada pernikahan Putri Diana, dia juga membawa myrtus saat berjalan ke altar. Kemungkinan Putri Eugenie pun akan melakukan hal yang sama.

Asal-usulnya, myrtus adalah bunga khusus pengantin kerajaan, yang berasal dari semak yang tumbuh di halaman Istana, awalnya diberikan kepada Ratu Victoria. Tanaman semak hijau itu warnanya mengkilap, lalu dikatakan membawa keberuntungan dan ketaatan.

Kemudian, pengantin kerajaan harus selalu membawa setangkai myrtus dalam buket bunga yang dibawanya ke altar. Setelahnya, diletakkan di Tomb of the Unknown Warrior di Westminster Abbey, setelah pesta pernikahan berlangsung.

Baca Juga: Pamer Perut Buncit Dibalut Gaun Nude, Raisa Bikin Netizen Jatuh Hati

Ini adalah isyarat sentuhan yang dimulai dengan Ibu Suri pada tahun 1923, sebagai cara untuk menghormati saudara laki-lakinya, Kapten Fergus Bowes-Lyon, yang terbunuh selama Perang Dunia I.

Sejak itu, tradisi membawa myrtus itu menjadi kebiasaan untuk semua pengantin kerajaan. Bahkan, bagi mereka yang tidak menikah di dalam kawasan Abbey, tetap harus mengirim buket untuk diletakkan di sana. Sangat menarik ya!

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini