nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

4 Mitos Yang Berkembang tentang Penyakit Mental

Fienca Amelia , Jurnalis · Jum'at 12 Oktober 2018 08:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 12 196 1962954 4-mitos-yang-berkembang-tentang-penyakit-mental-kpulxWKlXZ.jpg Gangguan Kejiwaan (Foto: Everydayhealth)

Penyakit mental merupakan kondisi medis yang menyebabkan gangguan parah dalam pikiran maupun perilaku. Stigma yang berkembang di masyarakat membuat para penderita enggan berbicara. Padahal penyakit mental ini membutuhkan pertolongan medis.

Menurut ahli, ada 200 jenis penyakit mental. Terkadang penderita terdorong untuk melakukan bunuh diri. Bunuh diri merupakan penyebab kematian kedua di dunia.

Orang-orang seringkali salah memahami istilah dan gejala dari penyakit mental. Dilansir Okezone dari TimesNowNews, Jumat (12/10/2018), inilah 5 mitos yang berkembang di masyarakat tentang penyakit mental.

Baca Juga :

1. Orang dengan penyakit mental gila

Mereka merupakan manusia yang normal sama seperti yang lainnya. Mereka berjuang melawan stres dan kekhawatiran yang mempengaruhi otak. Ini adalah masalah yang membutuhkan perawatan seperti konseling dan terapi perilaku kognitif. Dan mereka mungkin akan diberi obat jika dokter merasa itu yang dibutuhkan untuk proses penyembuhan.

2. Orang dengan penyakit mental lemah

Penyakit mental sama sekali tidak ada hubungannya dengan kelemahan. Mereka dengan berani dan kuat melawan masalah sosial dan kesehatan yang menghantui. Beri mereka semangat agar tidak putus asa. Dukungan dari orang-orang sekitar sangat dibutuhkan oleh mereka yang mengalami penyakit mental.

3. Orang yang sakit mental sangat kasar

Orang yang menderita penyakit mental tidak selalu berbahaya dan kejam. Beberapa penderita bahkan menjadi korban kekerasan. Memang terkadang mereka menunjukkan perilaku impulsif. Tapi seringkali mereka menyakiti diri sendiri daripada orang lain. Orang terdekat harus memastikan agar mereka tidak menyakiti dirinya sendiri.

4. Penyakit mental hanya menyerang orang tua

Penyakit mental dapat mempengaruhi siapa saja dan berbagai umur. Tidak menutup kemungkinan penyakit ini dapat menyerang anak-anak, remaja bahkan orangtua. Karena usia tidak ada hubungannya dengan penyakit mental. Namun faktanya, remaja paling rentan mengalami penyakit mental. WHO mengatakan bahwa 20 persen anak-anak dan remaja di seluruh dunia mengalami penyakit mental.  

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini