nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ketakutan kalau Melihat Nasi? Mungkin Kamu Menderita Ryziphobia

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 05:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 12 298 1963234 ketakutan-kalau-melihat-nasi-mungkin-kamu-menderita-ryziphobia-8Fu9dNjkOD.jpg Nasi putih (Foto: Huffingtonpost Canada)

JIKA mendengar kata phobia, atau rasa ketakutan terhadap sesuatu. Kebanyakan orang sudah begitu familiar dengan beberapa jenis phobia, sebut saja seperti phobia ketinggian, phobia binatang ular, hingga phobia terhadap ruangan sempit.

Namun, di luar itu phobia sendiri disebutkan hadir dalam berbagai bentuk. Salah satunya rasa takut terhadap sesuatu yang dianggap normal dan begitu dekat dengan kehidupan manusia sehari-hari, yakni makanan.

Sebagaimana disitat Verywellmind, Sabtu (13/10/2018) ada phobia terhadap makanan, disebut sebagai Cibophobia. Nah, fobia ini disebut sebagai tipe fobia yang relatif rumit yang dapat dengan cepat membentuk obsesi.

BACA JUGA:

 Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Orang yang menderita fobia ini kadang-kadang suka keliru dianggap menderita anoreksia, gangguan makan yang berbahaya. Perbedaan utamanya adalah mereka yang menderita anoreksia itu takut akan efek makanan pada tubuh, sementara orang yang menderita cibophobia sebenarnya takut pada makanan itu sendiri. Memang ada beberapa orang yang menderita kedua gangguan ini sekaligus, dan diagnosis harus dilakukan hanya oleh dokter yang terlatih.

Rasa takut akan makanan ini , dikerucutkan lagi sesuai objek makanan yang ditakuti. Salah satunya ialah nasi, sebagaimana dikutip Phobiawikia, rasa takut terhadap nasi ini disebut sebagai Ryziphobia, yang diketahui sebagai salah satu cabang dari Cibophobia, fobia terhadap makanan.

Lebih lanjut dijelaskan, gejala dari rasa fobia terhadap makanan salah satunya nasi ini hadir dengan gejala-gejala yang sulit untuk dikenali. Jika Anda mengidap fobia kepada makanan, Anda mungkin menghindari betul-betul menghindari makanan tertentu dan menganggap makanan tersebut memiliki risiko tinggi.

 

Selain itu, orang yang mengidap fobia ini termasuk di dalamnya fobia kepada nasi, kebanyakan punya sifat yang sangat memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Memeriksa tanggal kadaluwarsa begitu kemasan makanan dibuka, berhati-hati mengendus produk makanan yang mendekati tanggal kedaluwarsa, hingga menolak untuk makan apa pun jika sudah melewati tanggal kadaluwarsa bahkan di waktu hanya beberapa jam saja jadi kebiasaan yang biasa ditunjukkan.

Sementara itu, untuk perawatan menanggulangi atau sekedar mengurangi fobia makanan termasuk Ryziphobia ini sangat penting untuk mencari perawatan dari para tenaga profesional kesehatan mental yang berkualitas. Dikatakan lebih lanjut, biasanya perawatan yang paling umum adalah terapi perilaku-kognitif, di mana sang penderita phobia akan belajar untuk mengubah kepercayaan maupun perilaku terkait makanan.

Selain itu, metode pengobatan lain dapat digunakan juga seperti penggunaan obat-obatan, hipnosis, dan beberapa bentuk terapi bicara dapat membantu sang penderita fobia menciptakan hubungan yang lebih positif dengan makanan. Pendek kata, rasa takut terhadap makanan salah satunya Ryziphobia ini dikatakan sebagai fobia yang rumit yang dapat memiliki efek buruk pada kehidupan. Namun, dengan perawatan yang tepat, tidak ada alasan untuk tidak bisa belajar menaklukkan rasa takut yang besar ini.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini