nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Asal Mula Nasi Bisa Jadi Makanan Pokok Kebanyakan Orang Indonesia

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Minggu 14 Oktober 2018 00:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 12 298 1963384 asal-mula-nasi-bisa-jadi-makanan-pokok-kebanyakan-orang-indonesia-mT5O10AqDr.jpg Nasi putih (Foto: Nytimes)

ANDA mungkin sudah hafal dengan istilah: "Belum kenyang kalau belum makan nasi!". Istilah ini kemudian menjadi candu dan kini menjadi karakter bangsa.

Anda tidak bisa menghindar juga bahwa nasi memang banyak ditemukan di negara ini. Makanan kaya akan serat ini ternyata memang baik untuk tubuh. Sebab, kandungannya dianggap baik. Tapi, kalau berlebihan, nasi bisa jadi musuh terbesar!

Lepas dari hal tersebut, apakah Anda tahu bagaimana sih awalnya nasi bisa menjadi primadona bangsa Indonesia?

Okezone coba mencaritahunya dan menurut beberapa sumber dijelaskan bahwa ada alasan khusus kenapa nasi yang akhirnya menjadi makanan pokok orang Indonesia.

Perlu diketahui sebelumnya bahwa orang pertama yang megonsumsi nasi adalah bangsa China. Dalam catatan sejarah, penyebaran beras Asia pertama kali terjadi dari Asia Selatan, Asia Tenggara, dan Cina ke daerah lain atau negara, meskipun tanggal yang tepat mungkin kurang.

Di arah utara, ras Sinica diperkenalkan dari Cina ke semenanjung Korea sebelum 1030 SM (Chen 1989). Budidaya padi di Jepang mulai pada periode Jomon akhir (sekitar 1000 SM, [Akazawa 1983]), sedangkan perkiraan sebelumnya ditempatkan pengenalan beras ke Jepang dari Cina pada abad ketiga SM (Ando 1951; Morinaga 1968).

Beberapa rute bisa saja terlibat: (1) dari cekungan Yangtze rendah ke pulau Kyushu, (2) dari utara Cina ke Pulau Honshu, atau (3) melalui Korea ke utara Kyushu, hsien (Indica) mungkin telah tiba dari Cina, dan ras Javanica perjalanan dari Asia Tenggara (Isao 1976, Lu dan Chang 1980).

Baca Juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Daerah yang terdiri Uni Soviet diperoleh benih padi dari China, Korea, Jepang, dan Persia, dan beras tumbuh sekitar awal Laut Kaspia di awal 1770-an (Lu dan Chang 1980).

nasi putih

Nah, ada fakta unik lainnya juga bahwa dulu nasi dijadikan sebagai mata uang Jepang. Hal ini dikarenakan nasi memiliki nilai yang sangat penting bagi warganya. Bahkan, beras pernah dijadikan ukuran seseorang untuk naik pangkat di kalangan Samurai.

Satuannya disebut koku atau jumlah nasi yang cukup untuk satu orang dalam waktu satu tahun. Ada 2 perusahaan besar di Jepang memakai nama yang berhubungan dengan nasi. Yaitu Honda yang berarti ‘main rice field’ (ladang nasi utama) dan Toyota berarti ‘bountiful rice field’ (ladang nasi yang melimpah).

Lalu, bagaimana kemudian nasi bisa menjadi makanan pokok bangsa Indonesia?

Dalam catatan sejarah, nasi tersebar di Indonesia karena penyebaran nasi yang dilakukan ras Indica. Dijelaskan di sana bahwa ras Indica menyebarkan nasi ke selatan Sri Lanka (sebelum 543 SM), Kepulauan Melayu (tidak diketahui tanggal), pulau-pulau Indonesia (antara tahun 2000 dan 1400 SM), dan tengah dan pesisir Cina selatan Sungai Yangtze.

nasi putih

Selain itu, kisah nasi menjadi makanan pokok masyarakat Indonesia bisa ditemukan dari kisah rakyat yang sempat berkembang dulu bahkan sampai sekarang.

Baca Juga: Beredar Foto yang Diambil pada Tahun 1940, Ada Sosok yang Bikin Geger Jagad Maya!

Salah satunya adalah cerita Dewi Sri yang dianggap sebagai dewa kesuburan, dewi pertanian, dewi padi, dan dewi sawah. Di tanah Jawa terkenal dengan nama Dewi Shri sedangkan di Sunda Nyai Pohaci Sanghyang Asri.

Dewi Sri dipercaya sebagai penguasa dunia bawah tanah dan bulan. Dia dapat mengendalikan bahan makanan di bumi terutama padi, mengatur kekayaan, kehidupan dan kemakmuran. Seperti panen padi yang melimpah dan dimuliakan sejak masa kerajaan Majapahit dan Pajajaran.

Di samping itu, dia juga mengendalikan kebalikannya, seperti kemiskinan, bencana kelaparan, hama penyakit hingga kematian. Dewi Sri dipandang sebagai ibu kehidupan sekaligus dihubungkan dengan tanaman padi dan ular sawah.

Alkisah, Dewi Sri lahir dari sebuah telur ular ajaib bernama Antaboga. Telur indah yang tercipta dari tetesan air mata Antaboga itu merupakan mustika indah untuk persembahan ke Batara Guru, sebagai pengganti ketidakmampuannya bekerja membangun kahyangan karena tak punya tangan dan kaki.

Atas dasar perintah Batara Guru, Antaboga mengerami telur tersebut hingga menetas. Ajaibnya, lahirlah seorang bayi perempuan cantik, lucu dan menggemaskan yang kemudian diangkat menjadi anak sekaligus permaisuri oleh Batara Guru. Anak itu diberi nama Nyi Pohaci Sanghyang Sri.

Waktu berjalan, tumbuhlah anak tersebut menjadi seorang putri jelita, baik hati, lemah lembut, halus tutur kata, luhur budi pekerti dan bahasanya, serta mampu memikat siapa saja yang melihatnya. Karena kecantikannya yang mengalahkan semua bidadari dan dewi di kahyangan, Batara Guru pun terpikat ingin mempersunting anak angkatnya itu.

Melihat gelagat Batara Guru, Dewa lainpun khawatir jika pernikahan itu terjadi. Maka dari itu untuk menjaga kesucian Dewi Sri dan keselarasan rumah tangga di kahyangan, para Dewa berencana memisahkan Batara Guru dan Dewi Sri. Mereka pun bersepakat membunuh Dewi Sri lewat racun yang dicampur di minuman sang putri.

Setelah Dewi Sri mati keracunan, para Dewa merasa bersalah, panik dan takut karena telah melakukan dosa membunuh gadis suci yang baik hati. Sesegera mungkin jenazah sang dewi dibawa turun ke bumi dan dikuburkan di tempat yang jauh dan tersembunyi.

Lenyapnya Dewi Sri membuat seluruh kahyangan bersedih, terlebih Batara Guru dan Antaboga. Namun, suatu hal menakjubkan terjadi, karena kebaikan budi dan kesucian sang dewi, dari kuburnya muncul aneka ragam tumbuhan yang berguna bagi umat manusia.

Dari semua anggota tubuhnya tumbuh berbagai tanaman bermanfaat seperti kelapa, rempah, sayuran, buah-buahan, kayu dan masih banyak lagi. Kemudian, dari pusara Sang Dewi berubah menjadi tanaman padi. Versi lain mengatakan padi berberas putih berasal dari mata kanannya sedangkan padi berberas merah dari mata kirinya.

Begitulah, pengorbanan Dewi Sri berbuah keberkahan alam, kesuburan, dan ketersediaan pangan bagi manusia. Dia pun dianggap dewi paling penting dan tertinggi bagi masyarakat agraris.

So, itu kenapa masyarakat Indonesia merasa bangga dengan nasi yang dikonsumsinya dan dari nasi juga terlihat kesuburan dataran negara yang kaya ini.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini