nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mengulik Lebih Dalam Papeda, Makanan Pokok di Indonesia Bagian Timur

Tiara Putri, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 16:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 13 298 1963562 mengulik-lebih-dalam-papeda-makanan-pokok-di-indonesia-bagian-timur-DByro5Rq3G.jpg Papeda (Foto: yanniosh/Instagram)

INDONESIA merupakan negara yang kaya akan keberagaman. Mulai dari suku, bahasa, flora dan fauna, hingga kuliner. Hampir di setiap daerah ada makanan khas yang rasanya tidak boleh terlewati untuk dicicipi bila mendapatkan kesempatan untuk berkunjung ke sana.

Bila Anda berkunjung ke Indonesia bagian timur seperti Maluku atau Papua, papeda adalah menu makanan wajib untuk dicicipi. Dahulu papeda merupakan makanan pokok untuk masyarakat di sana dan merupakan pengganti nasi. Sayang sekarang jumlah masyarakat yang mengonsumsi papeda mulai mengalami penurunan.

(Baca Juga: 5 Camilan Populer Ini Ternyata Tinggi Karbohidrat Lho)

Merangkum dari berbagai sumber, Sabtu (13/10/2018), papeda sudah dikenal luas oleh masyarakat adat Sentani dan Abrab di Papua. Di sana tumbuh cukup banyak pohon sagu yang kemudian dimanfaatkan oleh masyarakat. Batang pohon sagu yang berusia bertahun-tahun akan diparut dan diambil sari patinya menjadi tokok sagu yang terlihat seperti tepung. Kemudian tepung sagu itu diolah menjadi papeda.

Dalam pembuatannya, papeda melibatkan banyak orang. Mulai dari pengambilan batang, pemarutan, hingga pengolahan. Rangkaian proses pembuatan papeda menjadi media komunikasi bagi masyarakat. Biasanya mereka akan saling bercerita tentang suatu masalah atau pengambilan keputusan.

 

(Foto: yanniosh/Instagram)

(Baca Juga: Dari Donat hingga Peuyem, Ini 5 Ragam Olahan Enak dari Singkong)

Cara membuat papeda adalah menyaring tepung sagu dan kemudian ditambahkan air panas. Lalu olahan diaduk hingga mengembang dan lengket. Selanjutnya papeda akan digulung menggunakan sumpit untuk dipindahkan ke piring.

Biasanya papeda disantap dengan ikan kuah kuning, sayur ganemo, sayur tagas-tagas, dan anuve habre. Makanan-makanan itulah yang membuat papeda memiliki rasa. Sebab apabila disantap begitu saja rasanya hambar. Papeda selalu disajikan pada acara penting dan sudah menjadi tradisi secara turun temurun. Walau begitu, papeda tetap bisa disantap kapan saja.

Papeda mengandung nutrisi yang cukup banyak. Tepung sagu sendiri mengandung karbohidrat yang cukup tinggi. Lalu ada pula kandungan lain seperti protein, lemak, kalsium, fosfor, dan zat besi. Apabila dikonsumsi dengan sayur, maka papeda sangat tinggi serat.

Oleh karenanya makanan satu ini dipercaya bisa meningkatkan kekebalan tubuh, mengurangi risiko kanker usus dan paru-paru, mengurangi risiko kegemukan atau obesitas, memperlancar buang air besar, serta aman untuk penyandang diabetes karena indeks glikemik yang rendah.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini