nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Seru, Aneka Permainan Tradisional Jadul Semarakkan Lawang Sewu

Taufik Budi, Jurnalis · Sabtu 13 Oktober 2018 13:40 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 13 406 1963557 seru-aneka-permainan-tradisional-jadul-semarakkan-lawang-sewu-mMK36Yavdc.jpeg Permainan tradisional semarakkan Hari Museum Nasional di Lawang Sewu (Foto: Taufik Budi/Okezone)

ANEKA jenis permainan tradisional era tempo dulu hadir di kawasan wisata Lawang Sewu Semarang untuk menyemarakkan Festival Museum Nasional. Permainan tradisional itu sengaja dihadirkan untuk diperkenalkan kepada generasi milenial.

"Aneka mainan anak tradisional seperti gangsing, layangan, engrang, lompat tali dan lain sebagainya, kita hadirkan dalam acara peringatan Hari Museum Nasional. Kegiatan ini sebagai salah satu strategi dari pihak Museum Lawang Sewu agar generasi milenial tertarik untuk berkunjung ke Lawang Sewu,” ujar Manager Humas PT KAI Daop 4 Semarang Suprapto, Sabtu (13/10/2018).

 

Festival yang digelar di Historic Building Lawang Sewu ini pun mengundang perhatian banyak pengunjung. Tak sekadar menyaksikan, mereka turut bermain beragam jenis mainan ‘jadul’ tersebut. Meski demikian, permainan ini sangat menarik karena mengajarkan kebersamaan dan kekompakan.

(Baca Juga: 5 Camilan Populer Ini Ternyata Tinggi Karbohidrat Lho)

“Selain daya tarik hiburan, kehadiran aneka mainan anak tradisional ini, juga sebagai sarana memperkenalkan akan keberadaan mainan asli anak Indonesia, agar keberadaannya tidak punah dengan kehadiran mainan anak yang berteknologi modern," tukasnya.

 

Dia menambahkan, pemilihan Semarang sebagai tempat penyelenggaraan festival karena kota ini menjadi tempat pembuatan jalur kereta api pertama di Indonesia. Sementara untuk Lawang Sewu, dikarenakan dahulu merupakan kantor yang digunakan sebagai Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (NIS) pada masa kolonial, dan saat ini telah menjadi salah satu landmark Kota Semarang.

(Baca Juga: Dari Donat hingga Peuyem, Ini 5 Ragam Olahan Enak dari Singkong)

 

"Kita berharap dengan rangkaian kegiatan Festival Hari Museum Indonesia ini, bisa semakin mendekatkan dunia museum kepada kalangan milenial, sehingga rangkaian kilas sejarah bisa terus lestari dan tidak terputus antara generasi sekarang dengan generasi yang akan datang," harap Suprapto.

Acara yang berlangsung selama tiga hari 12-14 Oktober 2018 mulai pukul 08.00–21.00 WIB menghadirkan beragam kegiatan menarik. Festival yang digelar kali ketiga ini mengusung tema “Museum Kebanggaan Milenial”.

 

Rangkaian kegiatan di dalamnya merupakan bagian dari upaya edukasi, promosi dan publikasi museum perkeretaapian kepada masyarakat, terutama generasi milenial. Sehingga nantinya generasi milenial mengetahui dan pada akhirnya bisa meningkatkan minat berkunjung ke museum.

Saat ini, data pengunjung Museum Lawang Sewu dari periode 1 Januari 2018 sampai 11 Oktober 2018 berjumlah total 797.626 pengunjung. Sementara untuk pengunjung Museum Ambarawa dari periode 1 Januari 2018 sampai 11 Oktober 2018 berjumlah 203.417 pengunjung. Dengan jumlah pengunjung Museum Ambarawa yang menggunakan KA wisata Ambarawa sebanyak 79.708 orang.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini