nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kata Ketua PHRI, Begini Kondisi Terkini Parwisata Indonesia

Annisa Aprilia, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 15 406 1964284 kata-ketua-phri-begini-kondisi-terkini-parwisata-indonesia-3xgcJu4pbf.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TREN bertualang atau traveling belakangan menjadi hobi sekaligus kebutuhan yang digandrungi banyak orang. Mengiringi tren tersebut ternyata menimbulkan dampak tumbuhnya akomodasi atau penginapan yang cukup signifikan hingga muncul banyak konsep baru penginapan yang segar dan tidak pernah ada sebelumnya.

“Kondisi terkini pariwisata dan akomodasi di Indonesia bertumbuh cepat dengan cukup signifikan. Penginapan atau hotel yang non bintang pun bertumbuh. Saat ini banyak hotel yang non bintang, tapi memiliki fasilitas yang mirip hotel,” papar Hariyadi Sukamdani, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI), dalam Konferensi Pers Traveloka Hotel Awards, Jakarta, Senin (15/10/2018).

Penginapan kekinian yang juga mengalami pertumbuhan berdasarkan pemaparan Hariyadi, yaitu homestay. Selain itu, konsep penginapan economi sharing atau yang lebih tepat disebut sharing accommodation yang digerakan oleh airbnb pun tumbuh dengan angka yang signifikan.

Baca Juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Tidak hanya dalam hal persediaan penginapan, untuk menunjang mobilitas para traveler, armada pesawat yang dimiliki Indonesia juga bertumbuh. Menurut penuturan Hariyadi, dari segi armada pesawat terbang Indonesia telah memiliki sekira 1.030 pesawat komersil yang melayani.

“Hal yang menarik lagi ialah dari segi bebas visa, Indonesia adalah negara yang paling banyak memberikan bebas visa ke 169 negara, padahal negara tetangga, seperti Malaysia hanya memberikannya pada 162 negara, Thailand pada 54 negara, dan Vietnam hanya ke 26 negara,” ujarnya.

Baca Juga: 10 Tanda Seseorang Akan Meninggal Dunia

wisata bali

Namun, walau Indonesia memiliki bebas jumlah negara bebas visa lebih banyak daripada negara tetangga, kenyataannya menurut Hariyadi jumlah wisatawan mancanegaranya masih terbilang sedikit. Dari sinilah timbul pertanyaan, lantas siapa yang mengisi kamar-kamar penginapan yang ada?

“Pertanyaannya kenapa turis kita kecil? Ternyata justru yang mengisi kamar hotel ini adalah domestic travelers. Dari sini harus ada upaya mendongkrak wisatawan asing, saat rupiah melemah seperti ini bisa jadi momen untuk menarik wisatawan yang jumlahnya lebih besar, sebab dengan uang yang mereka miliki, mereka bisa stay lebih lama,” paparnya.

Hariyadi menilai Indonesia sudah memiliki potensi yang sangat besar untuk menarik kunjungan wisatawan mancanegara, seperti jumlah kamar, pesawat, dan destinasi yang tidak dimiliki oleh negara lain. Namun, untuk mendukung semua faktor pemikat tersebut, dukungan masyarakat pun penting, sebab sangat berarti untuk mengembangkan pariwisata di Indonesia.

"Masyarakat sudah sangat tourism minded, apalagi generasi milenial sangat memperhatikan betul pelestarian sebuah wilayah dan alam," pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini