nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Awalnya Ganjal Pintu, Batu Ini Dihargai Rp1,5 Miliar

Agregasi Solopos, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 17:45 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 15 406 1964344 awalnya-ganjal-pintu-batu-ini-dihargai-rp1-5-miliar-zzZJT7J0fB.jpg Batu meteorit (Foto: Time)

UMUMNYA keberadaan batu tidak begitu penting. Namun kisah batu yang satu ini cukup unik.

David Mazurek, pria asal Michigan, Amerika Serikat (AS) mengalami kisah unik setelah mengetahui batu yang ia miliki bernilai US$100.000 atau sekira Rp1,5 miliar. Padahal, batu tersebut sempat dipakai untuk mengganjal pintu gudang.

Dilaporkan Shared.com, Rabu (15/10/2018), Mazurek memiliki batu tersebut sejak 1988 saat membeli lahan pertanian di Edmore, Michigan. Saat berkeliling setelah membeli lahan tersebut, ia menemukan batu cokelat yang digunakan untuk mengganjal pintu gudang.

Menurut pemilik lahan sebelumnya, batu tersebut merupakan pecahan meteor yang pernah menghantam lahan tersebut. Setelah itu, Mazurek menyimpan batu tersebut karena memiliki bentuk yang unik.

 (Baca Juga:Potret Foto Keluarga Pernikahan Putri Eugenie, Ahli Bahasa Tubuh Ungkap Sesuatu Rahasia di Kerajaan Inggris!)


Namun setelah 30 tahun menyimpannya, Mazurek berpikir untuk menjualnya setelah mengetahui ada pecahan meteor yang terjual dengan harga tinggi. Tanpa ragu Mazurek langsung membawa batu tersebut ke Central Michigan University untuk diteliti.

Setelah diteliti, Ahli Geologi Central Michigan University Mona Sirbescu mengungkapkan rasa terkesannya. "Saya bisa langsung tahu bahwa ini adalah sesuatu yang sempurna," ungkapnya.

 (Baca Juga:Indahnya Pantai Jikumerasa, Lokasi Festival Pesona Bupalo 2018)

Batu milik Mazurek dianggap sebagai batuan meteorit terbesar keenam dalam sejarah Michigan. Lembaga pendidikan dan riset di Washington, AS, The Smithsonians, lantas bersedia membayar batu tersebut senilai US$100.000 atau sekitar Rp1,5 miliar.

Hasil penjualan batu tersebut nantinya akan dibagi antara Mazurek dan Central Michigan University. Pembagian hasil itu dilakukan karena Central Michigan University adalah pihak yang melakukan penelitian atas batu yang melahirkan kisah unik tersebut.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini