nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kreasi Karung Bekas Juara UMKM Festival Pesona Lokal Pontianak

Ade Putra, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 23:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 15 406 1964425 kreasi-karung-bekas-juara-umkm-festival-pesona-lokal-pontianak-6BL7BnVoga.JPG Festival Pesona Lokal 2018 di Pontianak (Foto: Ade Putra/Okezone)

KARUNG goni bekas merupakan limbah tak terpakai. Tapi siapa sangka di tangan kreatif Yoga Chandra, barang ini bisa disulap menjadi berbagai produk unik dan menarik. Kerajinan tangan yang diberi label 'Karoeng Gonie Koe' ini tak sekali mendapat prestasi yang gemilang dalam ajang pameran maupun perlombaan.

Teranyar, karya dari tangan pria yang tinggal di kawasan Sungai Raya Dalam, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat ini berhasil menyabet juara pertama dalam perlombaan produk Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terbaik pada perhelatan Festival Pesona Lokal yang digelar di Taman Alun-alun Kapuas, Jalan Rahadi Oesman, Kota Pontianak, Minggu, 14 Oktober 2018.

‘Karoeng Gonie Koe' adalah nama usaha yang dimiliki oleh Yoga. UMKM ini di bidang pembuatan aneka kerajinan sudah banyak menghasilkan karya terbaiknya. Seperti kapal, manusia, hewan dan lain sebagainya. Kreasi ini diperuntukkan untuk hiasan rumah.

 (Baca Juga:Beredar Video Ubur-Ubur Migrasi di Pesisir Pantai Ancol Bikin Netizen Geger)

“Saya coba memajang karya saya dalam event yang digagas Adira Finance ini. Eh, tak disangka saya menang,” ucap Yoga kepada Okezone usai menerima penghargaan dan uang pembinaan sebasar Rp10 juta dari Adira Finance.

 

Untuk perkembangan pelaku ekonomi kreatif di Kalimantan Barat, Yoga berpandangan sudah semakin berkembang. Berbagai kreasi serta inovasi sudah dilakukan pelaku UMKM lokal. Bahkan tak sedikit pula yang sudah mempromosikan produknya hingga keluar daerah.

 

"Kalau untuk kriya saya, sampai saat ini masih di pasar lokal. Namun saya berupaya untuk lebih berkembang, dengan gencar melakukan promosi baik secara offline maupun online," ujarnya.

 (Baca Juga:Indahnya Pantai Jikumerasa, Lokasi Festival Pesona Bupalo 2018)

Dalam pengembangan usaha kerajinan karung goni ini, lanjut Yoga, tentu tak semudah yang dipikirkan. Terlebih dalam penggunaan bahan baku dari karung yang kian hari semakin langka. Ini menjadi salah satu kendala yang ia hadapi.

"Kalau dulu karung ini sangat mudah dijumpai, sekarang sudah agak sulit. Sebab orang sudah memilih karung bahan plastik untuk membungkus. Sekarang karung goni hanya digunakan untuk membawa cabai kering dan kacang tanah yang ada di pasar tradisional. Nah di situlah saya membeli karung goni," jelas Yoga yang juga tergabung dalam komunitas Percikan Warna ini.

Dalam Festival Pesona Lokal Pontianak ini, Yoga memajang 13 jenis model karya terbaiknya yang dibuat dengan penuh konsentrasi dan fokus. Semuanya dibuat dalam waktu satu pekan. Dengan harga jual dimulai Rp75 ribu sampai Rp500 ribu per item.

Sebagai juara pertama, Yoga berharap Kalbar lebih sering menggelar event-event yang melibatkan pelaku UMKM. Dengan harapan dapat membantu ekonomi masyarakat. Selain itu juga menopang ekonomi daerah.

"Kita berharap event seperti ini sering dilakukan. Sehingga produk-produk UMKM lokal lebih bisa dikenal oleh pengunjung," harapnya sambil tersenyum.

Peduli dengan kebudayaan daerah

Festival Pesona Lokal merupakan program CSR bersama Adira Finance, Kementerian Pariwisata (Pesona Indonesia) dan iNews (MNC Media) yang didukung oleh Adira Insurance. Kegiatan yang digelar dalam rangka menyambut HUT ke-28 Adira Finance dan hari jadi kota Pontianak ke-247 ini, bertujuan untuk mempromosikan potensi budaya, pariwisata dan kearifan lokal suatu daerah.

Setelah sukses diadakan di Bandung, Solo, Bali, dan Makassar, Festival Pesona Lokal kembali digelar di Taman Alun-Alun Kapuas, Kota Pontianak dengan tajuk Festival Pesona Lokal Pontianak. Festival Pesona Lokal Pontianak menghadirkan ragam budaya dan kearifan lokal Pulau Kalimantan dalam berbagai kegiatan. Antara lain parade karnaval budaya, lomba mural, lomba kreasi masakan khas daerah, lomba UMKM terbaik dan pasar rakyat. Khusus di Pontianak, masakan khas daerahnya adalah Mie Tiaw. Andy Sutanto selaku Deputy Director-Head of Retail Motorcycle Financing Adira Finance mengatakan Festival Pesona Lokal Pontianak di Kota Pontianak ini berlangsung semarak. Pihaknya memperkirakan, kegiatan yang berlangsung dari pukul 08.00 hingga 17.00 WIB itu dihadiri sekitar 4500 peserta yang terdiri dari ekosistem Adira Finance, komunitas, pelajar, dan masyarakat umum Kalbar.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat Kalimantan Barat khususnya Pontianak atas sambutan hangat dan partisipasinya pada kegiatan ini. Semoga kegembiraan dan keseruan ditunjukkan masyarakat Pontianak juga terjadi di kota-kota selanjutnya,” ucapnya.

Ia menjelaskan, tidak hanya masyarakat sebagai peserta dan pengunjung, pemerintah daerah turut mendukung penuh kegiatan ini. Dibuktikan dengan hadirnya Gubernur Kalbar dan Plt Wali Kota Pontianak untuk menyapa dan memberikan sambutan kepada seluruh peserta dan pengunjung yang hadir.

“Acara Festival Pesona Lokal dimulai dengan acara Karnaval Parade Budaya yang diikuti oleh lebih dari 2500 peserta. Peserta berjalan dengan menampilkan mulai dari baju adat dan musik tradisional hingga seni pertunjukan khas budaya Kalimantan. Seperti baju adat dan tarian khas Dayak, Melayu, Madura, China dan lain-lain,” jelasnya.

Karnaval budaya ini, dijelaskannya, melewati rute dengan panjang kurang lebih 1,4 kilometer. Selain karnaval, lanjut dia menjelaskan, peserta juga bisa mengikuti lomba mural dengan tema Pesona Kotaku serta lomba kreasi masakan khas daerah dengan tema Mie Tiaw.

 

“Kita tidak memiliki target. Ini adalah CSR dari kita untuk kebudayaan daerah. Yang paling terpenting, masyarakat bisa melestarikan dan bangga dengan budayanya,” ucapnya.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji mengatakan ke depannya pihaknya akan mengemas acara dengan lebih baik lagi. Menurutnya, Kalimantan merupakan suatu kawasan yang memiliki banyak potensi dalam segala hal. Mulai dari keunikan alam, budaya, bahasa, kuliner maupun budaya. Sedangkan di Kalbar sendiri, dikatakan dia, meskipun tidak memiliki sumber daya alam (SDA), pariwisatanya ke depan harus menjadi sumber pendapatan daerah yang utama.

“Karena se-kaya apapun SDA yang dimiliki, semua itu lambat laun akan habis. Oleh sebab itu obyek wisata yang ada kita pertahankan dan itu tidak akan habis,” tukasnya.

 

Plt Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono menjelaskan festival ini membantu mempromosikan kearifan lokal di Pontianak dan Kalimantan. Ia berharap menjadi langkah lanjutan dalam meningkatkan potensi yang dimiliki kota yang dipimpinnya.

“Sehingga kota ini bisa berdaya saing, menjadi kota wisata, kota budaya, yang nantinya juga akan menjadi kota yang dirindukan, yang nyaman. Baik bagi warga Pontianak maupun tamu dari luar yang berkunjung ke Pontianak,” harapnya.

Potensi Sungai Kapuas juga menjadi fokus pihaknya untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata air. “Kita terus meningkatkan potensi Sungai Kapuas menjadi suatu kawasan wisata yang menarik sebagai tempat berekreasi, baik bagi warga lokal maupun tamu dari luar Pontianak,” tutup Edi.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini