nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waduh, Perusahaan China Tuai Kritik Setelah Jual Cairan Rokok Elektrik Mengandung Viagra

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Senin 15 Oktober 2018 09:00 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 15 481 1964038 waduh-perusahaan-china-tuai-kritik-setelah-jual-cairan-rokok-elektrik-mengandung-viagra-MHcp155eSB.jpg Rokok Elektrik (Foto: Ist)

ROKOK elektrik menjadi primadona kaum milenial saat ini. Rokok elektrik atau biasa disebut vape, dinilai menjadi salah satu cara terbaik untuk mengurangi konsumsi rokok konvensional.

Uniknya rokok elektrik ini membutuhkan sebuah cairan yang dimasukkan ke dalam mesin pemanasnya. Cairan ini pun memiliki aneka rasa dan sangat wangi apabila sudah terhisap dan menjadi sebuah embun.

Biasanya cairan rasa buah-buahan dan aromaterapi dipilih sebagai bahan bakar rokok elektrik. Namun, sebuah perusahaan vape, HelloCig Electronic Technology Co, telah memasukkan Viagra dan Cialis dalam cairannya.

Baca Juga:

Hal ini tentu membangkitkan kemarahan lembaga Administrasi Makanan dan Obat-obatan. Satu cairan disebut e-Cialis yang merupakan obat disfungsi ereksi populer, dan sering ditampilkan dengan foto produk nyata. Selain itu obat penurun berat badan, yang mereknya dilarang di Eropa, juga diduga diubah menjadi cairan rokok elektrik.

Sebagaimana dilansir dari News Week (15/10/2018), pengujian yang dilakukan FDA menyatakan bahwa cairan rokok elektrik tersebut mengandung obat disfungsi ereksi yang ditemukan di Viagra. FDA lalu mengirim surat peringatan ke HelloCig pada pekan ini.

Mereka mendesak perusahaan untuk membuat perubahan pada produknya tersebut. Mereka juga menuntut bahan-bahan yang jelas untuk memasarkan produk mereka dengan benar dan meminta mereka mematuhi peraturan FDA untuk terus menjual semua jenis obat.

“Tujuan kami adalah untuk sepenuhnya mematuhi semua peraturan FDA, baik dalam bentuk surat dan semangat," tulis sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh FDA.

FDA juga merilis sebuah pernyataan, yang ditulis oleh Komisaris FDA, Scott Gottlieb, tentang penjualan ilegal cairan ini rokok elektrik tersebut.

“Tidak ada produk e-liquid yang disetujui mengandung obat resep atau obat lain yang memerlukan pengawasan dokter. Obat resep dievaluasi secara hati-hati dan diberi label untuk mencerminkan risiko obat dan interaksi potensial mereka dengan obat lain,” terang Gottlieb.

Gottlieb menganggap penggunaan rokok elektrik di kalangan remaja telah menjadi sebuah epidemi. Ia mengklarifikasi dalam sebuah pernyataan bulan lalu. "E-cigs telah menjadi tren yang hampir ditemukan di mana-mana dan berbahaya di kalangan remaja.”

Penggunaan rokok elektrik yang mengganggu dan semakin cepat berkembang di masa muda, akan menghasilkan kecanduan. Dan hal inilah yang harus diakhiri. Prilaku ini tidak bisa ditolerir. FDA tidak akan mentolerir seluruh generasi anak muda menjadi kecanduan nikotin sebagai tradeoff karena memungkinkan orang dewasa memiliki akses tak terbatas ke produk yang sama ini.

HelloCig berbasis di China tetapi menjual produk vaping di Amerika. Merek ini membawa lebih dari 150 rasa e-liquid di antara produk lain seperti "e-herbal, e-kesehatan dan e-cairan untuk rokok elektrik.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini