Dari Ukuran Kecil hingga Jumbo, Ini 5 Roti Tradisional Paling Populer

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 16 Oktober 2018 09:52 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 16 298 1964559 dari-ukuran-kecil-hingga-jumbo-ini-5-roti-tradisional-paling-populer-lMksJ8s81U.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SEBAGAI negara yang dianugerahi kekayaan budaya, tak heran jika Indonesia memiliki segudang kuliner tradisional unik dengan ciri khasnya masing-masing. Salah satu kudapan lezat berbahan dasar tepung yang kita kenal dengan sebutan roti.

Nah, dalam rangka memperingati Hari Roti Sedunia, Okezone telah merangkumkan 5 jenis roti paling populer di Indonesia. Berikut ulasan lengkapnya, sebagaimana dilansir dari berbagai sumber, Selasa (16/10/2018).

Baca Juga: Sosok Hantu Anak Kecil Berambut Panjang Tidak Sengaja Terekam Kamera, Videonya Bikin Geger!

Roti Unyil

Liburan ke Bogor belum lengkap rasanya jika belum mencicipi kudapan yang satu ini. Meski ukurannya relatif lebih kecil dibandingkan olahan roti pada umumnya, roti unyil begitu digemari karena isiannya yang cukup bergariasi. Ada yang isi selai stroberi, keku, susu, pisang, abon, hingga pasta cokelat.

Nah, salah satu gerai yang menjajakan beragam varian roti unyil adalah Venus Bakery. Kedai inilah yang menjadi pelopor boomignya roti unyil di insdustri kuliner nusantara. Dari segi harga pun relatif terjangkau. Untuk mendapatkan 10 potong roti unyil, Anda hanya perlu merogoh kocek senilai Rp16 ribu saja.

Roti Gambang

Roti ganjel atau roti gambang merupakan salah satu kudapan khas Semarang. Meskipun berasal dari kota tersebut, para pencinta kuliner dapat dengan mudah menjumpai olahan roti gambang di berbagai toko roti, termasuk di ibu kota Jakarta.

Pada awalnya, roti gambang cenderung kalah pamor dengan olahan roti unyil atau roti buaya karena teksturnya yang tidak lembut, agak alot, dan sulit dikonsumsi. Namun kini, para produsen roti gambang mulai memodifikasi teksturnya agar dapat dinikmati para generasi millennials.

Ciri khas roti gambang terletak pada bentuknya kotak dan berwarna cokelat, serta bertabur wijen. Rasa roti ini cenderung unik karena diolah dengan campuran bubuk kayu manis.

Baca Juga: Mulailah Seks di Pagi Hari, Banyak Keuntungannya tapi Awas Jangan Telat Kerja Ya!

Roti Maros

Sebelum dikenal oleh masyarakat luas hingga seantero Provinsi Sulawesi Selatan, roti maros hanya merupakan roti kampung biasa, yang konon dibuat bagi konsumsi masyarakat menengah ke bawah. Seiring perkembangan waktu, industri rumah tangga pembuat roti maros menjadi industri kerakyatan yang potensial.

Sebenarnya roti maros tidak jauh berbeda dari roti pada umumnya, namun memang bentuknya yang agak sedikit unik. Rotinya kecil-kecil dengan variasi berbagai isian didalamnya. Roti Maros bertekstur lembut dan berisi selai srikaya khas Maros, sementara roti biasa yang sejenis berisi coklat atau selai nanas.

Salah satu yang membuat rasa roti maros berbeda dengan roti lainnya ialah isian pada roti maros ini dibuat secara khusus, mengikuti resep turun temurun.

Roti Abon

Kalau Bandung punya Kartika Rasa, Kota Manokwari di Papua punya Roti Abon Hawai. Sesuai dengan namanya, menu andalan tempat ini adalah olahan roti abon gulung. Keistimewaan roti abon khas Manokwari terletak pada teksturnya yang lembut dan ukurannya yang cukup besar.

Bahkan isian abonnya pun cenderung lebih banyak dibandingkan olahan roti yang biasa Anda temui di supermarket. Selain itu, roti abon khas Manokwari ini juga disajikan dengan tambahan kacang almond, keju, hingga sosis di dalamnya. Untuk menikmati satu kotak roti abon original, pengunjung hanya perlu merogoh kocek sebesar Rp125 ribu. Cukup terjangkau bukan?

Roti Buaya

Berbicara soal roti paling populer se-Indonesia, olahan roti khas Betawa ini tentu wajib masuk dalam daftar tersebut. Secara umum, roti buaya hanya disajikan pada acara-acara tertentu, terutama untuk sesarahan pernikahan adat Betawi.

Selama ini Anda mungkin bertanya-tanya, mengapa roti buaya menjadi salah satu benda seserahan? Menurut keyakinan masyarakat Betawi, roti buaya melambangkan kesetiaan dan kemapanan ekonomi.

Dengan kata lain, setiap pasangan diharapkan bisa saling setia dan mapan dalam segi finansial. Asal muasal roti buaya sendiri konon terinspirasi dari perilaku buaya yang hanya kawin sekali sepanjang hidupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini