nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Korban Bencana di Sulawesi Tengah Berisiko Kolera, Disentri dan Malaria, seperti Ini Solusi Mencegahnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 13:13 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 17 481 1965156 korban-bencana-di-sulawesi-tengah-berisiko-kolera-disentri-dan-malaria-seperti-ini-solusi-mencegahnya-TGbWzipqao.jpg Ilustrasi (Foto: Naturenet)

BENCANA alam yang terjadi di Sulawesi Tengah menjadi catatan menyedihkan bagi bangsa Indonesia. Hingga kini, tercatat ada 2100 korban jiwa dari musibah gempa dan tsunami di Palu, Sigi, dan Donggala.

Terlepas dari musibah tersebut, penanganan korban selamat menjadi prioritas utama dari masalah ini. Mereka patut mendapatkan kehidupannya yang lebih baik.

Di sisi lain, fakta di lapangan menjelaskan bahwa di daerah terdampak bencana, air bersih, sanitasi, dan penyediaan makanan tambahan masih menjadi masalah yang belum terselesaikan. Padahal, tiga hal ini bisa menjadi salah satu upaya untuk mencegah munculnya masalah baru.

(Baca Juga: Sudah 6 Tahun Menikah Wanita Ini Masih Perawan)

Dijelaskan Director of Agriculture, Enterpreneurship, and Financial Inclusion Mercy Corps Indonesia Andi Ikhwan, di daerah terdampak semakin sulit menemukan sanitasi yang layak dan bersih.

"Menurut catatan yang kami punya, dari kelompok masayrakat yang menjadi pusat perhatian kami, tadinya ada 22 komunitas yang memiliki wc pribadi. Tapi, setelah bencana, wc pribadi itu hilang seluruhnya," terangnya pada Okezone saat ditemui di acara Penandatanganan MoU Bayer dengan Mercy Corps untuk Bencana Alam Sulawesi Tengah di kawasan Jakarta Pusat, Rabu (17/10/2018).

Andi menjelaskan bahwa mereka yang telah kehilangan wc pribadinya, akhirnya mereka mengandalkan sungai, wc galian, dan sumber sanitasi lainnya yang bisa ditemukan di daerah terdampak.

 

Tentunya hal ini sangat mengkhawatirkan dan bisa menjadi sumber dari masalah lain. "Menurut fakta di lapangan, karena berkurangnya air bersih dan sanitasi yang tidak layak itu, para korban sangat berisiko terserang masalah kolera, malaria, atau disentri," paparnya.

Maka dari itu, sambung Andi, Bayer dan Mercy Corps berupaya untuk bisa meminimasilir risiko masalah kesehatan tersebut. "Bayer berkomitmen dengan pihak kami untuk mau menyediakan air bersih, menciptakan sanitasi yang layak, dan tentunya menyediakan makanan pendamping yang bergizi untuk anak-anak, ibu, dan orangtua," katanya.

Anda juga mesti tahu bahwa di daerah terdampak juga kini sudah mulai diguyur hujan. "Dengan fakta ini juga menjadi dorongan kami untuk bertindak cepat supaya 3 masalah yang dikhawatirkan tidak semakin besar kemungkinannya terjadi pada korban," tambah Andi.

Di sisi lain, untuk menyukupi ketersediaan 3 kebutuhan para korban bencana di Sulawesi Tengah itu, Bayer mengelontorkan dana sebesar Rp 2 miliar. Hal ini tentunya untuk memastikan kesehatan para korban tetap baik dan meminimalisir terjadinya masalah kesehatan yang lebih kompleks.

"Kami menyediakan Rp 2 miliar untuk pemenuhan kebutuhan kesehatan. Tentunya sesuai dengan rekomendasi Mercy Corps, kami gunakan dana tersebut untuk menyukupi kebutuhan air bersih, pembuatan sanitasi yang layik dan bersih, dan memberikan makanan tambahan untuk anak-anak, ibu, dan orangtua," kata Presiden Direktur Bayer Indonesia Angel Michael Evangelista.

Kemudian, Mike, sapaan akrabnya, menambahkan, pihaknya juga akan melakukan upaya pemulihan ekonomi untuk daerah terdampak. Program ini akan berlangsung pada Januari 2019.

(Baca Juga: Perdebatan Antara Cinta dan Seks)

"Untuk saat ini, tim Mercy sedang melakukan riset lanjutan di daerah terdampak untuk mencari tahu kondisi dan apa langkah yang bisa dilakukan. Namun yang pasti, kami nantinya memastikan untuk para petani kecil di daerah bencana Sulawesi Tengah bisa kembali mendapatkan kehidupan yang lebih baik dan mendapatkan pekerjaannya kembali," tambahnya.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini