Hati-Hati, Kebiasaan Minum Teh Panas Bisa Picu Kanker Esofagus

Tiara Putri, Jurnalis · Rabu 17 Oktober 2018 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 17 481 1965174 hati-hati-kebiasaan-minum-teh-panas-bisa-picu-kanker-esofagus-lRW8UFjcql.png Minum teh (Foto: Videoblocks)

MINUM secangkir teh di pagi hari adalah kebiasaan bagi banyak orang. Malah terkadang teh bisa diminum pada siang, sore, maupun malam hari. Teh biasanya diminum dalam kondisi hangat atau bahkan panas. Tapi bagi Anda yang senang minum teh dalam kondisi panas harus berhati-hati. Sebab kebiasaan itu ternyata dapat memicu kanker esofagus atau kerongkongan.

Selama ini diketahui bila kanker kerongkongan bisa disebabkan oleh kebiasaan merokok dan minum alkohol. Sebuah penelitian baru yang diterbitkan di Annals of Internal Medicine mengatakan minum teh panas dikaitkan dengan risiko 5 kali lebih tinggi terkena kanker esofagus. Risiko akan semakin lebih parah bila memiliki kebiasaan merokok dan minum alkohol.

(Baca Juga: Kembali Bertemu dengan Janda, Kali Ini Pangeran Harry Bawa Meghan Markle)

"Kami menemukan hubungan antara konsumsi teh suhu tinggi dengan risiko kanker esofagus tergantung pada konsumsi alkohol dan tembakau," ungkap profesor epidemiologi dan biostatistik di Peking University School of Public Health yang juga penulis utama penelitian, Jun Lv seperti yang dikutip Okezone dari Rabu (17/10/2018).

 

Hasil ini terungkap saat para peneliti menganalisis data lebih dari 456.000 orang dewasa di China. Seperti yang diketahui, di negara tersebut kebiasaan minum teh cukup tinggi. Para peserta penelitian berusia antara 30-79 tahun dan tidak memiliki kanker di awal penelitian. Kemudian mereka diminta untuk menjawab pertanyaan tentang teh, alkohol, dan konsumsi rokok. Selanjutnya para peneliti mengikuti peserta selama sekira 9 tahun untuk melihat perkembangan kanker esofagus.

Para peneliti menemukan peserta yang secara teratur minum teh dalam kondisi panas, merokok, dan minum alkohol memiliki risiko kanker esofagus tertinggi. Selain itu, mereka yang secara teratur minum teh tapi tidak merokok maupun minum alkohol juga memiliki peningkatan risiko untuk mengembangkan kanker walaupun tidak begitu besar. Namun mereka yang hanya sesekali minum teh tidak mengembangkan risiko kanker secara signifikan.

(Baca Juga: Sudah 6 Tahun Menikah Wanita Ini Masih Perawan)

Penelitian ini hanya bersifat observasional sehingga tautan sebab-akibat tidak dapat ditentukan. Tetapi para peneliti berspekulasi teh panas dapat merusak jaringan yang melapisi kerongkongan sehingga dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya iritasi. Bila iritasi terjadi secara berulang maka dapat terjadi pembentukan senyawa peradangan yang berdampak pada kanker.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini