nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Travellers Kian Dominasi Pariwisata, Ini Perbedaan dengan Sebelumnya

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Kamis 18 Oktober 2018 15:02 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 18 406 1965747 milenial-travellers-kian-dominasi-pariwisata-ini-perbedaan-dengan-sebelumnya-IBcOKLPW49.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

TRAVELING kini sudah menjadi sebuah kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia, terutama bagi generasi milenial. Berdasarkan hasil survei yang dilakukan Topdeck Travel kepada 31.000 orang dari 134 negara berbeda, 88 persen di antaranya menyatakan telah melakukan perjalanan ke luar negeri rata-rata tiga kali dalam setahun.

Uniknya, 94 persen koresponden dari survei tersebut berada di usia yang terbilang muda yakni, 18-20 tahun. Dominasi generasi milenial di sektor pariwisata juga sempat dijelaskan secara gamblang oleh Deputi Pengembangan Industri dan Kelembagaan Kementerian Pariwisata Rizki Handayani.

“Tren pariwisata saat ini menunjukkan generasi milenial sangat berpengaruh bagi industri pariwisata dunia. Milenial travelers terus tumbuh dalam jumlah besar dan mengubah pola perjalanan,” tutur Rizki dalam acara FGD Millennial Tourism: Tantangan Perubahan Model Bisnis Pariwisata di Era Milennial Tourism, di JW Marriot, Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

 (Baca Juga:Niat Minta Tolong, Foto Wanita Ini Malah Jadi Korban Keisengan Netizen)


Lebih lanjut Rizki mengatakan, Dalam 10 tahun ke depan, milenial diprediksi akan membentuk 75% tenaga kerja global. Maraknya penyedia jasa perjalanan online di dunia maya, semakin membuktikan bahwa generasi milenial memiliki andil dalam memajukan industri pariwisata.

“Pada tahun 2030 nanti, akan ada banyak sekali travelers milenial yang melakukan perjalanan wisata di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Oleh karena itu, diperlukan sebuah langkah jitu untuk mengubah pola bisnis pariwisata yang saat ini sedang digodok oleh Pemerintah Indonesia, melalui Kementerian Pariwisata,” tegasnya.

Pasalnya, para milenial travelers ini mempunyai kesenangan untuk berpetualang atau traveling, namun mereka cenderung menggunakan jasa-jasa perjalanan wisata yang berbasis aplikasi, bukan konvesional. Hal ini tentu menjadi salah satu tantangan besar bagi pelaku bisnis pariwisata di Tanah Air untuk segera menyesuaikan model bisnis mereka sesuai dengan tuntutan pasar.

 (Baca Juga:Paling Subur Sedunia, Wanita Berusia 40 Tahun Ini Lahirkan 44 Anak)

Dalam kesempatan yang sama, Asdep Manajemen Strategis Kemenpar Frans Teguh mengatakan, di era digital saat ini, kaum milenial merupakan pemeran utama dalam hal teknologi.

“Kaum Generasi Y ini mudah terlihat dengan kegemaran mereka berwisata dan lebih senang bepetualang, dibandingkan dengan generasi sebelumnya. Minimnya pengalaman tidak mengurungkan niat mereka untuk mengaktualisasi diri. Ini yang membedakan generasi sebelumnya yang sudah berpengalaman dan lebih menyenangi aktivitas yang sudah jelas,” kata Frans.

Wisatawan milenial akan terus tumbuh dan menjadi pasar utama. Diproyeksikan pada tahun 2030 mendatang, pasar pariwisata Asia didominasi wisatawan milenial berusia 15-34 tahun mencapai angka 57%. Di China, kaum milenial mencapai 333 juta, Filipina 42 juta, Vietnam 26 juta, Thailand 19 juta, sedangkan Indonesia 82 juta.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini