nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pasca-Gempa, Menkes Nila Ungkap Air di Beberapa Daerah Sulteng Terkontaminasi E.Coli

Annisa Aprilia, Jurnalis · Kamis 18 Oktober 2018 11:21 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 18 481 1965598 pasca-gempa-menkes-nila-ungkap-air-di-beberapa-daerah-sulteng-terkontaminasi-e-coli-cimr0JL0D1.jpg Menkes Nila (Foto: KemenkesRI/Twitter)

PASCA-bencana alam seperti gempa dan tsunami yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Tengah meninggalkan berbagai masalah, dua di antara persoalan tersebut, yaitu sanitasi dan persediaan air bersih. Dua hal yang sangat penting untuk melanjutkan hidup ini diperlukan oleh masyarakat agar terhindar dari penyakit.

Menteri Kesehatan Nila Moeloek menceritakan, ada sebuah daerah yang juga sempat terjadi gempa, tapi masyarakatnya terpaksa membuang air besar sembarangan di pinggir pantai. Bahkan, cerita yang Nila dengar dari pengalaman Sri Sultan Hamengkubuwono tersebut, menyatakan masyarakat penyintas gempa sampai mengantre di pinggir pantai untuk bergantian buang air besar.

“Saya sedih sudah 73 tahun kita merdeka, tapi masih ada yang buang air besar sembarangan. Dua kalimat tanya ini cukup penting, ‘Maukah kita sehat dan mengubah perilaku?’ Yang harus digarisbawahi dalam hal ini,” papar Nila Moeloek, Menteri Kesehatan Republik Indonesia, dalam acara Penghargaan STBM Berkelanjutan Eka Pratama, di Auditorium Siwabessy, Gedung Sujudi Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Pentingnya sanitasi dan ketersediaan air bersih pasca-bencana alam

Dalam waktu yang sama, Nila pun mengucapkan selamat pada daerah-daerah yang menerima penghargaan, karena telah terbebas dari buang air besar sembarangan dan sudah memiliki sanitasi STBM. Nila juga menuturkan Indonesia telah menyepakati pembangunan berkelanjutan, yang tujuannya tidak meninggalkan satu orang pun dalam kemiskinan salah satu caranya dengan memudahkan masyarakat mengakses air bersih dan sanitasi.

“Saya mengingatkan betapa pentingnya sanitasi dan air bersih. Kita sedang menghadapi gempa di beberapa daerah di Sulawesi Tengah. Ini luar biasa yang diteriakan adalah air bersih, cara mendapatkan air bersih untuk melanjutkan kehidupan di daerah yg terkena bencana. TNI dan POLRI telah bergerak membawa air bersih masuk ke masyarakat untuk membagikan air,” imbuhnya.

Baca Juga: 4 Perempuan Menari Erotis di Upacara Pemakaman Sahabatnya, Videonya Viral di Medsos!

Ditemukan kontaminasi bakteri ecoli pada air pasca bencana alam

Tidak cukup sampai di situ saja, tim kesehatan lingkungan pun telah memeriksa kebersihan air di beberapa daerah pasca-gempa di Sulawesi Tengah, yang ternyata menunjukkan hasil sangat mengejutkan. Bagaimana tidak, kualitas air menurun karena positif mengandung bakteri E.Coli.

Menkes Nila

(Foto: KemenkesRI/Twitter)

“Saya terkejut. Berarti banyak jenazah yang sudah mulai membusuk, harapan hidup saya kira sangat tipis sekali, kedua rumah yang ambruk artinya septic tank pun terdorong, secara tidak langsung airnya pun terkontaminasi, kami meminta kesehatan lingkungan untuk membantu mengatasi keadaan tersebut,” ujarnya.

Baca Juga: Teh Sariwangi Jatuh Pailit, Meme-Meme Iklan #Ayahbolehgak Ramai di Medsos

Nila mengarahkan tidak perlu mengevakuasi jenazah lagi

Masih dalam arahannya di kesempatan yang sama, Nila mengarahkan untuk tidak perlu mengevakuasi jenazah lagi. Basarnas telah menyetujuinya, namun ide untuk menyemprot kawasan pasca bencana menggunakan helikopter tidak disetujui Nila, sebab menurutnya lebih tepat menutup dengan tanah yang sedikit tebal.

“Betul pertama saya minta jenazah tidak perlu dievakuasi lagi, Basarnas setuju dan akan menyemprot lewat helikopter tapi saya tidak setuju, yang paling tepat menutup dengan tanah yang agak tebal dan dikubur dalam suatu lapangan, kita ikhlas, mereka meninggal dengan mati sahid, jenazah dikuburkan secara massal dengan izin tokoh masyarakat di sana. Air bersih dan sanitasi adalah hal utama,” pungkasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini