nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kebiasaan Pilih-Pilih Makanan Pada Anak, Samakah Antara Picky Eater dan Selective Eater?

Pradita Ananda, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 20:55 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 19 298 1966470 kebiasaan-pilih-pilih-makanan-pada-anak-samakah-antara-picky-eater-dan-selective-eater-FXZMqBcex6.jpeg Hadapi Anak yang Susah Makan (Foto: Pixabay)

SALAH satu kewajiban utama dari orangtua adalah memastikan proses tumbuh kembang dari anak bisa berjalan dengan baik.

Namun, pada prosesnya kita para orangtua tidak bisa menghindari adanya tantangan, terutama soal makan pada anak. Saat anak di usia prasekolah disebutkan merupakan fase di mana anak membutuhkan status gizi baik untuk menunjang petumbuhan dan perkembangan. Baik itu fisik, kecerdasan otak dan juga emosional.

Namun tidak memungkiri, pada usia balita anak-anak memang memiliki kecenderungan untuk menjadi picky eater. Menurut Jurnal Gizi Indonesia, dikatakan pada tahun 2018 ini, picky eater ini adalah kondisi ketika anak menunjukkan prefensi yang kuat terhadap makanan tertentu, dengank kata lin anak hanya mau mengonsumsi makanan yang ia suka.

Baca Juga:

Kebiasaan akan pilih-pilih makanan ini sendiri termasuk ke dalam istilah food preference, di mana food preference memiliki spektrum yang luas. Mulai dari picky eater sampai selective eater. Apa bedanya antara picky eater dengan selective eater ini?

Dijelaskan oleh Prof. Dr.dr. Rini Sekartini SpA(K) selaku Pakar Tumbuh Kembang Anak serta Ketua IDAI Cabang Jakarta dalam persentasinya, Jumat (19/10/2018), yang namanya picky eater itu adalah di mana anak mengonsumsi berbagai jenis makanan baik yang sudah maupun yang belum dikenal, tapi tetap menolak untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah cukup.

Selain soal jumlah yang tidak cukup, picky eater ini biasanya berhubungan erat dengan rasa dan tekstur makanan. Akan tetapi, jika anak atau seseorang tersebut adalah picky eater walaupun tetap pilih-pilih makanan, tetap masih ada kemauan untuk mengonsumsi minimal satu macam makanan dari setiap kelompok karbohidrat, protein, sayur atau buah, dan susu.

Dijelaskan Prof Rini dalam kesempatan yang sama, sedangkan yang namanya anak selective eater itu adalah anak yang menolak segala jenis makanan dalam kelompok makanan tertentu.

Jika anak mengalami masa ini, para orangtua disarankan untuk tidak merasa panik. Sebab, pada dasarnya fase pilih-pilih makanan ini termasuk dalam proses tumbuh kembang anak. Selain itu, ada cara yang bisa diterapkan kepada anak sebagai solusi.

Solusi yang pertama ialah orangtua memberikan contoh makan langsung kepada anak, menyediakan suasana makan yang menyenangkan, terus berupaya untuk memaparkan tipe-tipe makanan baru, memberikan makanan pada anak dalam porsi yang kecil, beri kendali pada anak, dan harus tetap tenang tidak cepat marah atau panik ketika anak tak mau makan.

(ren)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini