nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jasa Open Trip Ubah Pola Bisnis Pariwisata di Indonesia

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 11:46 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 19 406 1966133 jasa-open-trip-ubah-pola-bisnis-pariwisata-di-indonesia-k9m5yVPomm.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

MENGGELIATNYA industri pariwisata Tanah Air tidak terlepas dari kontribusi para generasi milenial. Selain membantu mempromosikan destinasi-destinasi wisata yang berpotensi, generasi milenial kini sudah mulai banyak yang terjun dalam bisnis pariwisata.

Menjamurnya jasa open trip merupakan salah satu bukti bahwa generasi milenial "tidak main-main". Bahkan menurut pengakuan Waizly Darwin, Tenaga Ahli Menteri Dalam Bidang Digital Marketing, hashtag #opentrip yang telah melanglang buana di berbagai media sosial, khususnya Instagram, telah menjadi topik tersendiri di kantor pusat platform media tersebut.

"Orang-orang di Instagram itu salut dengan anak-anak muda Indonesia karena mereka bisa mengkomersialkan Instagram dengan cara yang kreatif," tutur Waizly dalam acara FGD Kementerian Pariwisata, di JW Marriot, Jakarta Selatan, Kamis 18 Oktober 2018.

Baca Juga: Teh Sariwangi Jatuh Pailit, Meme-Meme Iklan #Ayahbolehgak Ramai di Medsos

Dari segi data dan dokumentasi, generasi milenial memang dianggap paling menguasai bidang tersebut. Tak ayal jika perkembangan jasa perjalanan online begitu meningkat pesat. Tren ini bahkan secara tidak langsung mengubah perilaku wisatawan masa kini.

"Jasa open trip itu jumlahnya sangat banyak. Followers mereka juga sudah sampai ratusan ribu. Mereka bahkan sudah bisa mem-bypass tour agent yang konvensional. Ini harus menjadi perhatian pelaku bisnis pariwisata, agar dapat menyesuaika pola bisnis dengan perilaku dan tren wisata sekarang," tambahnya.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisara harus bisa menyediakan sejumlah fasilitas yang dapat menarik perhatian para milenial. Sebagai perbandingan, perilaku milenial zaman dulu dan saat ini sebetulnya tidak jauh berbeda.

Jika zaman dahulu kaum milenial cenderung berlomba-lomba menemukan surga tersembunyi di Indonesia, hal serupa juga dilakukan milenial zaman now. Namun ada sebuah kecenderungan bahwa mereka lebih menonjolkan sisi eksistensi dengan mengunggah atau memamerkan foto perjalanan di media sosial.

Baca Juga: 4 Perempuan Menari Erotis di Upacara Pemakaman Sahabatnya, Videonya Viral di Medsos!

"Coba sekarang Anda bertanya kepada para milenial, apa yang mereka lakukan ketika memposting foto di Instagram. Sebagian dari mereka tentu akan memilih foto yang instagramable. Kedua, mereka cenderung akan menghapus foto ketika tidak banyak followes yang memberikan like," tegas Waizly.

"Perilaku seperti inilah yang membuktikan bahwa gaya hidup telah berubah, dan mereka (milenial) sangat menyukai teknologi. Alhasil, pasar akan berubah, dan jangan sampai destinasi tidak berubah. Kita harus bangun destinasi yang ramah untuk milenial zaman now," tukasnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini