nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tarik Wisatawan, Danau Toba Kembangkan Homestay Berstandar ASEAN

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 22:00 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 19 406 1966422 tarik-wisatawan-danau-toba-kembangkan-homestay-berstandar-asean-fqFuy76poT.jpg Danau Toba (Foto: Okezone)

PENGEMBANGAN destinasi super prioritas Danau Toba semakin gencar dilakukan. Setelah pembangunan tol Medan-Prapat, serta perbaikan Jalan Lingkar Danau Toba dan Samosir dilakukan, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pariwisata tengah memberdayakan masyarakat untuk mengembangkan homestay di kawasan Danau Toba.

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Drs. Lokot Ahmad Enda MM, Asisten Deputi Pengembangan Destinasi Wisata Budaya Kemenpar, dalam acara Sales Mission Danau Toba, di Sheraton Hotel, Jakarta Selatan, Jumat (19/10/2018).

Lokot mengatakan, mengingat sebagian besar lahan merupakan kepemilikan pribadi dan tanah adat, pengembangan homestay menjadi salah satu jalan terbaik untuk memenuhi elemen 3A (atraksi, amenitas, dan aksesbilitas).

"Investor sudah banyak yang mau masuk, tapi untuk saat ini kami sedang mengembangkan homestay di sejumlah kawasan, seperti Humbang dan Tobasa," tutur Lokot.

 (Baca Juga:5 Gaya Outfit Sri Mulyani yang Asyik, Menteri Favorit Generasi Milenial)

Nantinya, seluruh homestay yang dikembangkan akan disesuaikan dengan standar ASEAN. Ada beberapa kriteria utama yang menjadi perhatian Kemenpar yakni, bagaiamana kepemilikan dan kepengurusannya oleh masyrakat, kontribusinya terhadap kesejahteraan sosial, serta kontribusi dalam menjaga dan meningkatkan kualitas lingkungan.

"Yang terpenting, warga lokal dapat menjalin interaksi yang baik dengan para wisatawan. Dari segi fasilitas dan kebersihan tidak perlu diragukan lagi karena sudah ada standarnya," jelasnya.

Di samping itu, Kemenpar juga telah melakukan pelatihan khusus untuk para pelaku bisnis wisata dan warga lokal. Tujuannya tentu saja demi meningkatkan kualitas wisata, sehingga wisatawan pun merasa dan tertarik untuk kembali lagi.

"SDM (Sumber Daya Manusia) itu penting dalam parwisata. Kami sudah latih warga bagaimana mengelola homestay, melayani tamu, serta menjadi pemandu wisata yang baik. Dalam waktu dekat kami juga akan memberikan sertifikasi," tukas Lokot.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini