nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sungguh Tak Terduga, Remaja Ini Kehilangan Nyawa Akibat Mi Instan

Tiara Putri, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 14:41 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 19 481 1966238 sungguh-tak-terduga-remaja-ini-kehilangan-nyawa-akibat-mi-instan-B15b1Ukp3D.jpg

BANYAK orang yang gemar makan mi instan, bahkan sampai ada yang mengonsumsinya setiap hari. Padahal sebenarnya telah banyak bukti yang menunjukkan makanan itu tidak baik untuk kesehatan. Hanya saja, rasanya yang khas dan harganya yang relatif murah membuat mi instan banyak digemari.

Bagi Anda yang memiliki kebiasaan makan mi instan setiap hari atau terlalu sering, akan lebih baik untuk mengubahnya. Jangan sampai Anda bernasib seperti pemuda dari Taiwan. Pemuda berusia 18 tahun itu belum lama ini diketahui meninggal karena kanker perut.

Melansir Wolrd Of Buzz, Jumat (19/10/2018), pemuda itu diketahui senang mengonsumsi mi instan setiap hari. Kebiasaannya ini sudah dimulai sejak ia masih duduk di sekolah menengah. Biasanya dia akan memasak sebungkus mi instan setiap kali merasa lapar tengah malam. Ketika dirinya lulus dari sekolah menengah dan berhasil masuk ke universitas, pemuda itu mulai menunjukkan gejala seperti perut kembung, mual, dan sakit perut.

Melihat kondisi pemuda tersebut yang tidak kunjung membaik, keluarganya menjadi khawatir dan kemudian membawanya ke rumah sakit untuk perawatan medis. Setelah dilakukan observasi, diagnosis yang ditemukan dokter cukup mengejutkan. Pemuda itu dinyatakan terserang kanker perut stadium akhir. Harapan hidupnya pun dikatakan sangat tipis karena kanker telah menyebar ke organ-organ lain.

(Baca Juga: 5 Gaya Outfit Sri Mulyani yang Asyik, Menteri Favorit Generasi Milenial)


Setelah berjuang melawan kanker selama lebih dari setahun, ia akhirnya meninggal dunia. Ahli onkologi di rumah sakit tempat pemuda itu dirawat, Dr Gan mendesak masyarakat untuk mengurangi konsumsi sosis, daging asap, makanan acar, dan mi instan karena telah dikaitkan menjadi penyebab kanker. Hal senada juga diungkapkan oleh dokter lain, Dr Lau.

Menurutnya, pasien dengan kanker perut biasanya menunjukkan gejala yang sangat sedikit pada tahap awal. Kondisi mereka sering salah didiagnosis sebagai gastritis. Inilah alasan sekira 80 persen pasien kanker perut sudah berada di tahap terminal ketika akhirnya didiagnosis.

(Baca Juga: Niat Minta Tolong, Foto Wanita Ini Malah Jadi Korban Keisengan Netizen)

Menurut American Cancer Society, gejala kanker perut meliputi nafsu makan yang buruk, berat badan turun secara tiba-tiba, sakit perut, rasa ketidaknyamanan di perut, rasa kenyang di perut bagian atas biarpun hanya konsumsi makanan ringan, mulas atau gangguan pencernaan, mual, muntah, serta darah di tinja.

Harga mi instan mungkin murah dan dapat mengenyangkan perut, tapi ingat kesehatan itu mahal dan jauh lebih berharga.

(Baca Juga: Cobalah Posisi Seks Unicorn, Bisa Bawa Anda ke Negeri Dongeng)

(ful)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini