nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Cara Mendengarkan Suara dari Earphone Agar Tak Alami Gangguan Telinga

Dewi Kania, Jurnalis · Jum'at 19 Oktober 2018 20:45 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 19 481 1966421 cara-mendengarkan-suara-dari-earphone-agar-tak-alami-gangguan-telinga-VD36UU6GLX.jpg Earphone (MNN)

KITA kerap melihat banyak orang yang memakai headset atau malah Anda sendiri yang menyukainya. Awas, kalau mendengarkan suara keras dengan benda itu, lama-lama bakal merusak pendegaraan Anda.

Oleh sebabnya, suara keras telah meningkatkan risiko mengalami tinnitus dan gangguan pendengaran, yang disebabkan karena kebisingan. Sumber suara-suara ini bisa ada di mana saja, terlebih saat sebuah acara konser musik.

"Ada banyak suara di lingkungan kita yang berpotensi menyebabkan kerusakan pendengaran," kata Direktur Audiologi dan Alat Bantu dengar di University of Pittsburgh Medical Center Catherine Palmer, PhD, seperti dilansir dari Okezone dari Menshealth.

 Baca juga: Intip 4 Gaya Busana Habib Bule , Habib Bahar Smith yang Ditolak Masuk Manado

Earphone

"Bisa sampai bertahun-tahun sebelum Anda mulai merasakan efeknya," tambah dia.

Lantas, apa yang menyebabkan masalah pendengaran ini? Simak penjelasan selengkapnya berikut ini, supaya bisa Anda hindari.

Umumnya suara yang terlalu keras dapat memicu gangguan pendengaran. Padahal suara diukur dalam desibel (dB), dan suara yang lebih tinggi dari 85 dB, dapat secara permanen merusak sel-sel rambut di telinga bagian dalam Anda. Akibatnya bisa menyebabkan gangguan pendengaran atau kerusakan di telinga.

 Baca juga: Cobalah Posisi Seks Unicorn, Bisa Bawa Anda ke Negeri Dongeng

Nah, secara umum, jika semakin keras suara, akan semakin sedikit waktu yang dibutuhkan sebelum kerusakan terjadi. Percakapan kita dengan orang memiliki suara sekira 60 desibel, jauh di bawah ambang batas. Tapi, satu ledakan keras, seperti dari senjata api atau kembang api bisa mencapai 140 dB atau bahkan lebih tinggi.

“Gangguan pendengaran yang disebabkan oleh kebisingan adalah masalah yang kurang diperhatikan, padahal itu dapat terjadi pada usia yang sangat muda,” kata Daniel Q Sun, MD, Asisten Profesor Otolaryngology di Johns Hopkins University School of Medicine.

"Tes pendengaran bukan bagian dari pemeriksaan rutin kecuali ada masalah medis," tambahnya.

Lantas, bagaiamana caranya mencegahnya?

 Baca juga: 4 Perempuan Menari Erotis di Upacara Pemakaman Sahabatnya, Videonya Viral di Medsos!

Waspada

Hal pertama yang banyak orang mulai perhatikan adalah tidak mendengar dalam kerumunan. Palmer menjelaskan, jika Anda kehilangan atau kerusakan pendengaran, atau memiliki pertanyaan terkait, konsultasikan dengan audiolog. Seorang audiolog dapat memberikan evaluasi penuh sistem pendengaran Anda.

Kecilkan volume musik

Saat Anda dapat mendengar musik, katakan karena ponsel atau audio di mobil Anda, jangan mendengarkan terlalu kencang. Jika Anda tidak yakin apakah audio yang Anda setel terlalu keras, cobalah aplikasi pengukur tingkat suara untuk membantu.

 Earphone

Pakai pelindung telinga

Ini sangat penting jika Anda memiliki tempat kerja yang terlalu bising. Musisi misalnya, sering memakai monitor in-ear atau mereka dapat memilih penutup telinga lain. Cara itu membantu melindungi pendengaran saat memungkinkan untuk akurasi suara.

 Baca juga: Sudah Turun 254 Kilogram, Mantan Wanita Terbesar di Dunia Ini Sedang Cari Jodoh Loh

Menyingkir

Tinggalkan ruangan dengan suara yang keras bila memungkinkan. Mungkin terdengar menyenangkan jika duduk dekat pengeras suara di klub. Catat ya! jika Anda melakukannya dari waktu ke waktu, pendengaran Anda bisa cepat terganggu.

Kurangi waktu penggunaan headset

Jika memang Anda terpaksa untuk mendengarkan suara keras, jangan jadikan hal itu kebiasaan. Contohnya, jika lagu yang Anda mendengar lagu yang Anda sukai di radio, biasanya Anda akan meningkatkan volumenya dan baru mengubahnya kembali ketika selesai. Kurangi pemakaian headset supaya tidak membahayakan telinga.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini