Tampilkan Sisi 'The Power of Women' dari Kisah Horor Suzanna, Koleksi SS19 Toton Penuh dengan Drama!

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 13:22 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 22 194 1967249 tampilkan-sisi-the-power-of-women-dari-kisah-horor-suzanna-koleksi-ss19-toton-penuh-dengan-drama-pL8dIx0Bif.jpeg Koleksi Spring/Summer 2019 (Foto: Ardy/Okezone)

INSPIRASI dalam mencipta sebuah karya fashion bisa datang dari mana saja. Misalnya Designer Toton yang mengangkat tema cerita rakyat dan kisah horor Indonesia dalam koleksi teranyarnya.

Seperti apa manifestasi ide unik tersebut dalam koleksi busana fashion bercita rasa feminin ala Toton?

"Koleksi Spring/Summer 19 (SS19) ini merupakan perpanjangan ide dari Fall/Winter 2018," terang Toton pada Okezone sebelum melangsungkan show di Jakarta Fashion Week 2019, Minggu 21 Oktober 2018.

Toton menjelaksan bahwa di koleksi SS19 ini, dirinya coba menampilkan sisi feminin dalam busan yang dia ciptakan. Karena itu, dia mengambil inspirasi dari bagaimana sudut pandang masyarakat Indonesia menilai perempuan.

Makanya, dia mengambil ide kisah rakyat dan horor Indonesia yang mana selalu menampilkan sisi perempuan sebagai korban atau sebagai hantu. "Saya ingin mengubah itu menjadi sesuatu yang lebih kuat maknanya. Saya ingin perempuan yang mengenakan pakaian saya bisa memiliki kekuatan dari perempuan itu sendiri dan tidak dianggap lemah oleh kaum pria," katanya.

toton JFW

Meski pun ide dasarnya horor, tapi Toton menampilkan koleksinya dalam busana berbalut warna pastel nan cantik.

"Ini yang kemudian menjadi hal menarik. Kita semua kan tahu bahwa film horor itu biasanya identik dengan warna darah atau hitam. Aku ingin memperlihatkan sisi lain. Itu juga yang kemudian menjadi alasan kenapa perempuan saat menjadi hantu, mereka ditakuti. Ya, karena sebetulnya perempuan memiliki kekuatan yang ada di dalam dirinya dan hal ini yang ingin saya tonjolkan," paparnya detail.

toton JFW

Di koleksinya itu, Toton coba memperlihatkan koleksi yang berbeda dari biasanya. Kesan feminin ala Toton yang selama ini jarang terekspos bisa terlihat jelas di setiap koleksi SS19 ini.

Mulai dari warna koleksi yang didominasi pastel dan warna denim, hingga bahan yang digunakan. "Di SS19 ini, saya banyak menggunakan bahan tembus pandang seperti organza sutra, organdy, tule, linen, katun, lurik motif, dan Liris," ujarnya.

Ada sesuatu yang berbeda yang coba diperlihatkan Toton. Ya, penggunaan denim daur ulang dan raffia menjadi penguat kesan dramatis dari koleksi SS19 ini.

"Saya tertantang untuk bisa mengolah bahan denim bekas yang tidak terpakai. Ini juga dilakukan untuk meminimalisir sampah fashion yang semakin menggunung. Sekali pun denim bekas, saya mengkreasikannya dengan teknik yang benar," papar Toton.

toton JFW

Dia melanjutkan, ada satu koleksi yang dibuat dengan sedikit lebih rumit. Teknik yang dipakai yaitu dengan memotong denim kemudian membuat pola stripes panjang. Setelah itu, bahan tersebut di tempel dan dijadikan satu. Jahit. Cuci. Di proses pencucian ini pola "bulu keluar" menjadi daya tarik koleksi tersebut.

"Untuk membuat satu celana itu, waktu yang dibutuhkan adalah seharian. Karena teknik yang rumit itu juga, saya ingin memperlihatkan bahwa bahan daur ulang juga bisa menjadi item fashion yang menarik untuk dipakai," tambahnya.

toton JFW

Bahan denim ini tidak hanya ada di pakaian, tapi juga ada di topi. Ya, topi ini yang kemudian menjadi pendramatisir koleksi. Tidak hanya itu, penggunaan tali raffia pada topi dan sandal juga menjadi sesuatu yang unik dalam presentasi SS19 Toton di JFW 2019 ini.

Sebagai detail, terkait dengan motif pakaian yang ada di koleksi ini, Toton memperlihatkan motif ular, naga, bunga, dedaunan, dan yang tak kalah menarik adalah terjemahan grafis potret Ratu Horor Indonesia, Suzanna. Menarik, bukan?

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini