nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Rasa Takut Berlebih Ternyata Berkaitan dengan Kematian Manusia, Ini Sebabnya

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 18:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 22 196 1967323 rasa-takut-berlebih-ternyata-berkaitan-dengan-kematian-manusia-ini-sebabnya-MTiDPHhUsY.jpg Ilustrasi (Foto: Healthline)

BANYAK orang yang sangat takut dengan kematian. Tentu dengan alasan yang beragam, mulai dari belum menikmati seluruh kenikmatan di dunia sampai dengan belum menjadi manusia yang baik.

Nah, ketakutan ini yang kemudian menjadi hal yang tabu. Sumpah serapah seperti "Saya sumpahin mati cepat kamu!" menjadi sesuatu yang menakutkan. Atau dalam pembahasan bersama teman, ketika sudah masuk ke pembahasan kematian, mungkin banyak dari Anda yang enggan menanggapinya.

Apakah hal ini wajar dialami manusia? Apakah kematian memang bisa disebabkan oleh ketakutan yang teramat besar?

Dilansir Okezone dari New York Post, Ahli Jantung dan Direktur Women's Cardiovascular Prevention, Health, and Wellness Mount Sinai Hospital Dr Suzanne Steinbaum menjelaskan bahwa ada kaitannya antara ketakutan dengan kematian seseorang.

 (Baca Juga:Viral Curhatan Kaesang Pangareb: Saya Tidak Pernah Diajak Lagi, Cuitan Netizen Bikin Ngakak!)

"Memang benar bahwa jika Anda takut maka hal tersebut akan menjadi sesuatu yang menghantui Anda," kata dr Suzanne pada Fox News. Tapi, sambung dr Suzanne ketakutan tersebut tidak menjadi penyebab utama Anda meninggal dunia.

Dokter Suzanne menjelaskan bahwa ketakutan yang Anda miliki mungkin bisa menjadi sumber masalah dari keparahan penyakit Anda. Misalnya mereka yang memiliki riwayat penyakit jantung parah. Dengan ketakutan yang terus menghantui, hal ini terbukti meningkatkan risiko pada penderita penyakit arteri koroner atau tekanan darah tinggi.

 

Lebih lengkapnya dijelaskan Psikiater Wexner Medical Center Ohio State University Dr Katherine Brownlowe, di mana pasien jantung serius dianggap cenderung kurang mentoleransi respons tubuh terhadap rasa takut dan ini yang menyebabkan mereka mengalami masalah di otak dan seluruh tubuh.

 (Baca Juga:Hiii... Hantu Kapten Kapal Titanic Nongol di Foto Pasangan Ini)

"Respons seluruh tubuh ini termasuk perubahan dalam sistem kardiovaskular, termasuk peningkatan tekanan darah dan detak jantung, serta pelepasan yang cepat hormon stres," katanya.

Hormon-hormon ini termasuk adrenalin dan norepinefrin. Kemudian, dalam paparan yang lainnya, ketakutan terbukti dapat menyebabkan jantung berdetak lebih cepat, arteri mengencang, dan tekanan darah meningkat.

Mereka yang memiliki tekanan darah tinggi, misalnya, biasanya memiliki tingkat plak yang lebih tinggi dalam arteri mereka, atau penumpukan lemak dan kolesterol, di antara zat-zat lain, menurut American Heart Association.

Di bawah tekanan atau ketakutan yang intens, plak ini dapat pecah, berpotensi menyebabkan serangan jantung atau stroke yang mematikan.

 

"Kami pasti akan merekomendasikan bahwa orang-orang dengan kondisi kesehatan kronis mempertimbangkan untuk menghindari situasi 'jump-scare' seperti datang ke rumah hantu atau mencoba permainan yang memacu adrenalin," tambah Brownlowe.

Namun, yang menjadi catatan di sini, sekali pun pada mereka yang memiliki jantung sehat, tekanan psikologis yang berkepanjangan atau stres kronis dapat mempengaruhi jantung dari waktu ke waktu. Hal ini yang kemudian mengarah pada kematian dalam beberapa kasus.

"Ketika kita takut, tubuh kita menghasilkan kortisol yang mengacaukan metabolisme dan pengaturan energi tubuh manusia," kata Margee Kerr, seorang sosiolog yang mempelajari ketakutan dan penulis "Scream: Chilling Adventures in the Science of Fear".

Hormon stres utama ini, menurut Mayo Clinic, mengekang fungsi-fungsi yang tidak penting atau merugikan dalam situasi sangat tertekan. Ini mengubah respons sistem kekebalan tubuh dan menekan sistem pencernaan, sistem reproduksi dan proses pertumbuhan.

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini