nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Vaginismus: Saat tubuh menolak berhubungan seks

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 22 Oktober 2018 13:38 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 22 481 1967263 vaginismus-saat-tubuh-menolak-berhubungan-seks-6h0EyJ6zMH.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

Konseling fisioseksual kerap dilakukan, kata Mackay. "Ini semacam terapi pembicaraan yang membantu anda memahami dan mengubah perasaan terhadap tubuh anda."

"Hal seperti teknik relaksasi membantu anda membiasakan diri melegakan otot vagina. Latihan gerak tulang pelvis juga dapat digunakan untuk menanggulangi vaginismus."

"Dan kami menentukan metode pelatihan juga, ini adalah benda berbentuk tampon yang memiliki lebar berbeda-beda sehingga anda dapat terbiasa merasakan sesuatu dalam vagina," kata Makcay.

Teresa, 23 tahun, juga mengalami vaginismus. Setelah dokter mendiagnosa penyakit itu, ia mengaku mendapat beragam tawaran penanganan med

"Seorang konselor menyarankan saya mencoba metode hipnosis, yang dalam suatu masa kelam pernah saya coba tapi tak berdampak sama sekali."

"Saya sedikit skeptis jadi sepanjang waktu saya berpikir, 'Ini tidak akan menyembuhkan saya'," kata Teresa.

Ia menambahkan, "Satu hal yang tak bekerja bagi saya adalah dilator, alat yang dapat membiasakan anda merelaksasi vagina."

"Kehidupan saya kini menyenangkan, sehari-hari saya tak khawatir tentang penyakit ini."

"Saya sudah sangat tenang dan bahagia. Awalnya sulit, tapi ketika anda menemukan suatu solusi, segalanya akan menjadi mudah sejak saat itu," ujarnya.

(mrt)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini