nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Stres Jadi Penyebab Utama Masalah Kerusakan Kulit

Pradita Ananda, Jurnalis · Rabu 24 Oktober 2018 07:08 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 23 194 1968002 stres-jadi-penyebab-utama-masalah-kerusakan-kulit-NEDeBxr1Oy.jpg Masalah kulit (Foto: USA Lovelist)

KULIT hadir sebagai organ dari tubuh manusia yang paling banyak. Untuk bagian kulit di tubuh, biasanya kulit wajah jadi salah satu bagian yang paling diperhatikan.

Kondisi kesehatan dan kecantikan kulit sedikit banyak keadaannya dipengaruhi oleh faktor-faktor dari luar. Salah satunya faktor cuaca, atau biasa disebut SAD (seasonal affective disorder) atau gangguan afektif musiman.

Cuaca yang dingin misalnya tak hanya mampu mempengaruhi keadaan perasaan atau mood seseorang menjadi negatif, tetapi juga memiliki efek yang sama kepada kulit. Seperti disebutkan oleh Jordana Mattioli, selaku ahli estetika medis dari New York.

Kepada Dailymail, Jordana menjelaskan bahwa kompleksi kulit dan kulit dapat dipengaruhi oleh suasana hati, perubahan suasana hati yang disebabkan cuaca dapat benar-benar menyebabkan masalah seperti jerawat, kusam, dan tanda-tanda penuaan.

BACA JUGA:

Babymoon Mesra Hamish-Raisa yang Pamer Perut Buncit, Duh Bikin Baper Deh

'Kulit benar-benar dipengaruhi oleh suasana hati kita, yang mana dampak ini tidak hanya berdampak besar pada tidak hanya bagaimana tampilan kita tetapi juga bagaimana orang lain melihat diri kita,” jelas Jordana, sebagaimana dikutip Dailymail, Rabu (24/10/2018).

Stres disebutkan oleh Jordana sebagai ‘penjahat’ terbesar yang menyebabkan masalah terjadi pada kulit wajah selain memang jadi ‘penjahat’ terbesar untuk masalah kesehatan tubuh. Stres melepaskan hormon tertentu yang pada gilirannya akan memperlambat laju pergantian kulit alami, yang di waktu bersamaan dapat memperburuk kondisi kuliot yang kering, dehidrasi, bahkan timbulnya jerawat.

“Pada saat stres, atau bahkan merasa sedih wajar memang kebanyakan orang jadi kurang memperhatikan perawatan diri dan rutinitas perawatan kulit. Bahkan ada sedikit penelitian yang menunjukkan bahwa penyembuhan, pergantian sel, dan produksi kolagen sedikit melambat dengan hadirnya kadar kortisol yang tinggi,” tambahnya.

Namun, untungnya ada banyak cara untuk melindungi kulit dari kondisi ini. Salah satu cara terbaik yang bisa dilakukan sebagai solusi adalah dengan mengubah rutinitas sehari-hari dan rejimen perawatan kulit sesuai dengan cuaca. Dengan ini maka bisa potensi-potensi masalah kulit sejak awal, sebelum menjadi terlalu parah.

"Kulit menyukai yang namanya konsistensi, jadi sangat normal bagi kulit untuk dipengaruhi oleh perubahan musim. Biasanya, masalah terbesar selama musim dingin adalah udara yang dingin dan kurangnya kelembaban. Sehingga pembatas luar kulit mudah terganggu dan menjadi lebih rentan terhadap peradangan dan kekeringan yang parah,” imbuh Jordana.

Namun menariknya, saran pertama Jordana sebagai solusi masalah kulit yang timbul berkat perubahan cuaca ternyata tidak berhubungan dengan kecantikan. Sebab, yang disarankan untuk dilakukan ialah dengan memulai dengan rutinitas pagi dan lingkungan di sekitar rumah.

BACA JUGA:

Nilai Ujian Pakai Meme, Aksi Guru Cantik Ini Langsung Viral

“Hal pertama yang saya sarankan ialah bisa dengan menempatkan humidifier di kamar tidur pada pada malam hari, dan berkonsultasi kepada dokter tentang suplemen tambahan seperti asam lemak omega. Wajar memang saat cuaca atau udara dingin untuk lebih suka makan yang manis-manis atau karbohidrat, tapi ini akan benar-benar mempengaruhi kulit. Jadi berikan suplemen nutrisi ke kulit dengan jus hijau dan sayuran ekstra sesering mungkin. Sedangkan dari sisi perawatan wajah, disarankan untuk tidak melakukan eksfoliasi kulit lebih dari dua kali dalam satu pekan,” tutup Jordana.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini