nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Anak Jadi Picky Eater, Orangtua Terus Turuti atau Tolak?

Pradita Ananda, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 12:15 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 23 196 1967709 anak-jadi-picky-eater-orangtua-terus-turuti-atau-tolak-ACIldYiwNQ.png Anak picky eater bagaimana cara orangtua mengatasi? (Foto:Ist)

DALAM proses tumbuh kembangnya, para orangtua manapun pasti mengalami situasi di mana anak memilih-memilih makanan, dengan hanya mau mengonsumsi satu atau beberapa jenis makanan tertentu saja.

Kondisi anak pilih-pilih makanan ini, biasanya sukses membuat orangtua pusing tujuh keliling. Sebab para orangtua merasa khawatir, asupan gizi dan nutrisi yang masuk ke dalam tubuh anak menjadi kurang dan tak seimbang dan dikhawatirkan bisa mengganggu proses tumbuh kembang anak.

 Viral Curhatan Kaesang Pangareb: Saya Tidak Pernah Diajak Lagi, Cuitan Netizen Bikin Ngakak!

Menghadapi situasi anak menjadi picky eater seperti ini, memang membuat orangtua menjadi bingung untuk bersikap seperti apa. Entah itu harus selalu menuruti kemauan anak soal makan dengan pemikiran yang penting anak mau makan, ataukah harus bersikap tegas dengan menerapkan beberapa peraturan perihal makan kepada anak.

Lalu sebagai orangtua, sebetulnya sikap yang baik dan tepat seperti apakah yang harus diambil? Menjawab pertanyaan ini, maka Okezone bertanya kepada psikolog, Tari Sandjojo, Psi.

“Menghadapi anak yang picky atau selective eater ini, pertama sekali sebagai orangtua itu harus sabar. Sabar explorasinya, lihat komposisi makanan mana yang paling anak suka. Orangtua itu cenderung biasanya di usia anak 2 tahun, kasih makan anak itu banyak, semuanya dicampur. Ini yang kadang-kadang bikin orangtua enggak tahu anak sukanya yang mana,” jelas Tari saat ditemui Okezone, belum lama ini di kawasan Menteng, Jakarta Pusat.

 

Tari melanjutkan, walau harus sabar dalam menghadapi anak picky eater. Bukan berarti orangtua lalu memanjakan semua keinginan anak, orangtua harus tegas dalam menerapkan kewajibannya. Pertama ialah dalam hal menentukan menu makanan (memperhatikan referensi makanan, menyelipkan jenis makanan baru atau menu yang bukan favorit anak).

 Kecebur Kolam Buaya, 3 Pawang Langsung Lari Kocar-kacir

Kedua ialah soal penerapan tegas soal waktu makan, untuk soal makan anak ternyata orangtua harus menetapkan waktu makan yang konsisten, serta menyediakan area makan yang menyenangkan dan tanpa distraksi. Di bagian-bagian inilah, yang disebutkan Tari para orangtua harus bersikap tegas.

Terakhir, Tari menambahkan tiga catatan dalam menghadapi anak yang sedang dalam masa picky atau selective eater.

“Sabar dalam mengenalkan menu baru, lalu kita orangtua selalu ingat bahwa anak pada dasarnya akan makan saat dirinya merasa lapar. Terakhir, berikan variasi acara makan yang berbeda pada anak. Makan bareng sebaiknya diterapkan,” tandas Tari.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini