Kalori Nasi Bisa Dikurangi Hingga Setengahnya! Ini Tips dari Ahli

Dimas Andhika Fikri, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 19:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 23 298 1967928 kalori-nasi-bisa-dikurangi-hingga-setengahnya-ini-tips-dari-ahli-9YDpW72yPr.jpg Kalori nasi bisa dikurangi hingga setengahnya (Foto:Telegprah)

NASI bisa jadi makanan yang sempurna untuk disantap bersama hidangan lain. Namun, makanan ini bukanlah pilihan tepat jika Anda ingin menerapkan pola hidup sehat.

Sebagai upaya mengurangi konsumsi nasi, para ilmuwan sedang berupaya mengembangkan cara terbaik untuk memotong konten kalori pada makanan tersebut. Seperti diketahui, secangkir beras normal mengandung sekitar 240 kalori.

Tapi tahukah Anda, ketika beras diolah dengan tambahan satu sendok teh minyak kelapa, lalu didiamkan selama kurang lebih 12 jam setelah matang, kandungan kalori cenderung menurun hingga setengahnya.

Beras atau nasi juga mengandung 2 jenis pati yang dapat dicerna dan tidak. Kondisi inilah yang kemudian dikenal dengan istilah pati resisten. Para peneliti beralasaan bahwa, jika mereka dapat mengubah pati yang dapat dicerna menjadi pati resisten, maka hal tersebut dapat menurunkan jumlah kalori yang terdapat pada beras.

Tidak seperti jenis pati yang dapat dicerna, parti resisten cenderung tidak terurai ketika memasuki usus kecil. Di organ tubuh inilah karbohidrat biasanya dimetabolisme menjadi glukosa dan gula sederhana yang akan diserap oleh aliran darah.

Penelitian yang dipresentasikan pada National Meeting & Exposition of the American Society (ACS) tahun 2015 ini melibatkan 38 jenis beras yang berbeda dari Sri Langka. Dengan menambahkan minyak ke dalam air sebelum menambahkan setengah cangkir beras, lalu memasaknya selama kurang lebih 40 menit. Mereka menemukan bahwa kandunga pati resisten cenderung lebih banyak dibandingkan dengan beras biasa. Kuncinya adalah dengan mendinginkan nasi yang telah matang selama kurang lebih 12 jam sebelum disajikan.

 

“Mengingat obesitas adalah masalah kesehatan dengan persentase yang cukup tinggi, terutama di banyak negara berkembang, kami ingin mencari solusi berbasis makanan,” kata pemimpin penelitian, Sudhair A. James, dari College of Chemical Sciences, Colombo, Western, Sri Langka.

(Baca Juga: Viral Curhatan Kaesang Pangareb: Saya Tidak Pernah Diajak Lagi, Cuitan Netizen Bikin Ngakak!)

(Baca Juga: Nilai Ujian Pakai Meme, Aksi Guru Cantik Ini Langsung Viral)

(Baca Juga: 10 Wanita yang Punya Wajah Paling Cantik, Siapa Saja Mereka?)

“Kami menemukan bahwa peningkatan konsentrasi beras-pati-resisten (RS) adalah cara baru untuk menanggulangi masalah obesitas. Setelah tubuh Anda mengubah karbohidrat menjadi glukosa, sisa bahan bakar apa pun akan diubah menjadi karbohidrat polisakarida yang disebut glikogen,” sambungnya.

Hati dan otot manusia memang menyimpan glikogen sebagai sumber energi dan dengan cepat mengubahnya kembali menjadi glukosa sesuai kebutuhan tubuh. Masalahnya, kelebihan glukosa yang tidak diubah menjadi glikogen inilah yang nantinya akan berubah menjadi lemak, dan menyebabkan berat badan berlebih atau obesitas.

Ketika minyak kelapa memasuki butiran beras, ia akan mengubah arsitekturnya menjadi resisten terhadap aksi enzim pencernaan. Ini berarti bahwa semakin sedikit pula kalori yang diserap ke dalam tubuh.

“Proses pendingan nasi juga sangat penting karena amilosa (bagian terlarut dari pati) meninggalkan butiran selama gelatinasasi berlangsung. Pendingan selama 12 jam akan mengarah pada pembentukan ikatan hidrogen antara molekul amilosa di luar butiran beras yang juga mengubahnya menjadi pati resisten,” tukas Sudhair. Demikian dilansir Okezone dari Metro, Selasa (23/10/2018).

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini