nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tour de Singkarak 2018 Jadi Ajang Cari Wisatawan Asing

Leonardus Selwyn, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 06:55 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 23 406 1967572 tour-de-singkarak-2018-jadi-ajang-cari-wisatawan-asing-LEcLwYQaHE.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

INDONESIA memilki beraneka macam keindahan alam yang sangat indah untuk dinikamati. Keindahan tersebut terbentang mulai dari Sabang hingga Merauke. Alhasil, akan sangat disayangkan apabila keindahan alam yang dimiliki Indonesia tidak bisa diberdayakan dengan baik.

Dalam rangka meningkatkan promosi pariwisata di daerah Sumatera Barat, Menteri Pariwisata, Arief Yahya bersama Wakil Gubenur Sumatera Barat, Nasrul Abit, meresmikan event sport tourism terbesar di Indonesia yakni Tour de Singkarak (TdS) 2018.

Peresmian tersebut dilaksanakan di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona Jakarta. Sebagaimana diketahui, TdS adalah ajang balap sepeda bertaraf internasional yang memadukan antara promosi wisata dan olahraga secara atraktif.

Baca Juga:

Rencananya kompetisi elit ini akan dimulai pada 4-11 November 2018. Dengan melintasi 16 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumatera Barat sepanjang 1.267 KM. TdS 2018 akan mengambil start dari Kota Bukittinggi dan berakhir di Kota Pariaman.

TdS sendiri telah diakui oleh Amouri Sport Organization (ASO) dan Union Cycliste Internationale (UCI) sebagai event balap sepeda dengan jumlah penonton terbanyak peringkat ke-5 di dunia. Tahun ini, TdS sendiri genap berusia 10 tahun, alhasil pada 2018, kompetisi ini diberi tema “One Decade for All.”

Menpar Arief Yahya sendiri meremiskan TdS 2018 sebagai ajang promosi pariwisata Sumatera Barat yang merupakan salah satu destinasi wisata unggulan Indonesia khususnya dalam sport, culture dan tourism.

Diharapkan dengan TdS ini dapat meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara (Wisman) dan pergerakan wisatawan nusantara (Wisnus) menuju Sumbar. Berdasarkan data yang diperoleh 2017 lalu, Sumbar berhasil dikunjungi oleh 56.313 wisman dan 6,5 juta wisnus.

Baca Juga: Pramugari Ini Viral Setelah Penumpang Memotretnya Diam-Diam, Captionnya Bikin Mata Melotot!

Tak hanya dari berdampak bagi pariwisata, penyelenggaraan TdS juga berdampak bagi ekonomi masyarakat secara langsung. Oleh sebab itu, acara ini memiliki banyak hal positif bagi Indonesia.

“Saya mengajak semua pihak, seluruh jajaran di tingkat pusat dan daerah, pihak swasta, media dan masyarakat luas untuk mendukung dan menyukseskan penyelenggaran TdS 2018 yang tahun ini genap berusia 10 tahun yang bisa menjadi salah satu ajang sport-tourism bergengsi mancanegara,” tegas Menpar, Arief Yahya.

Wakil Gubenur Sumatera Barat Nasrul Abit menambahkan, TdS 2018 akan melintasi 16 Kabupaten/Kota di Provinsi Sumbar sepanjang 1.267 kilometer. Kompetisi ini akan memulai start di Kota Bukittinggi dan berakhir di Kota Pariaman.

Nasrul menjelaskan bahwa event TdS yang ke-10 tahun ini diikuti oleh 15 tim dari mancanegara dan lima tim nasional. Para peserta akan unjuk gigi untuk memperebutkan total hadiah sebesar Rp2,3 Miliar.

Provinsi Sumbar memiliki 132 Calender of Event (CoE) pada tahun ini. Dari 132 CoE, tiga event di antaranya adalah TdS 2018, Festival Pagaruyung dan Sawahlunto International Music Festival. Semua acara tersebut masuk dalam CoE Wonderful Event dan mendapat dukungan dari Kemenpar.

Pariwisata Sumbar didukung oleh unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas ) yang memadai. Sumbar memiliki atraksi (man-made) antara lain; Pacu Jawi, Pacu Itiak, Tabuik, Pacu Kuda, Lomba Layang-Layang, Pacu Biduak, dan TdS.

Sedangkan atraksi alam (natural) antara lain Danau Meninjau, Pulau Pagang, Pulau Mandeh, Bukit Tinggi, dan Pulau Mentawai sebagai destinasi surfing kelas dunia.

Sementara itu untuk amenitas Sumbar tahun 2015 mempunyai 313 hotel dengan jumlah kamar 4.750 unit. Sedangkan unsur aksesibilitas Sumbar memiliki Bandara Internasional Minangkabau (BIM) yang diterbangi oleh maskapai nasional.

Nasrul berharap dengan adanya kompetisi TdS ini, Sumbar bisa mendapatkan efek yang signifikan untuk sisi pariwisata dan juga perkembangan ekonomi masyarakat Sumbar.

“Pelaksanaan TdS ini secara signifikan mendorong meningkatnya tingkat hunian kamar hotel, penjualan makanan, souvenir dan oleh-oleh khas Sumbar. Selain itu event ini juga akan mendorong meningkatnya infrastruktur terutama jalan-jalan yang akan dilalui peserta balap sepeda,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini