nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Waspadai Ancaman Kanker Payudara pada Anak Muda

Dewi Kania, Jurnalis · Selasa 23 Oktober 2018 20:46 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 23 481 1968026 waspadai-ancaman-kanker-payudara-pada-anak-muda-uwZTXGyXvk.jpg Ilustrasi (Foto: Womenshealth)

KANKER payudara yang ganas tidak hanya dialami oleh perempuan di atas 40 tahun saja. Mereka yang masih remaja pun banyak menjadi penderita karena berbagai faktor.

Ketua Yayasan Kanker Payudara Indonesia (YKPI) Linda Amalia Sari Gumelar mengatakan, anak muda kini mudah terancam kanker payudara. Salah satu faktor paling sering muncul ialah pengaruh gaya hidup tidak sehat.

"Masih remaja bisa saja kelebihan hormon estrogen, lalu dibarengi faktor risiko lainnya," ujar dia saat ditemui Okezone di Plaza Indonesia, Selasa (23/10/2018).

Terlebih, perempuan muda juga sulit terbebas dari stres, sehingga mereka mudah menghadapi faktor risiko kanker payudara. Khususnya bagi mereka yang tinggal di perkotaan dan menghadapi aktivitas sibuk, seperti pekerja kantoran.

(Baca Juga:Fakta-Fakta HIV/AIDS, dari Gejala hingga Ibu Rumah tangga Penderita paling Banyak di Indonesia)


Tak sekadar itu, sambung Linda, faktor makanan serta kebiasaan merokok juga jadi pemicu kanker payudara pada remaja. Juga kurangnya olahraga untuk membakar kalori dan menjaga keseimbangan tubuhnya.

"Anak muda gaya hidupnya cenderung tidak sehat. Mereka stress, merokok, senang makanan penuh lemak, kurang olahraga, malas gerak, jadilah kena kanker payudara," bebernya.

Mestinya penyakit ini dapat dicegah dengan memeriksa payudara sendiri atau Sadari. Ketika mendapati benjolan atau rasa nyeri di sekitar payudara, diharap segera cek ke dokter.

(Baca Juga:Gejala Anemia pada Anak yang Sering Lolos dari Perhatian Ibu)

Berdasarkan Data Globocan 2018, di Indonesia jumlah perempuan yang mengidap kanker payudara sekira 42,1 persen. Angka ini lumayan tinggi dan terus meningkat. Malah banyak penderita yang sebelumnya tidak paham dengan pemicu kanker payudara, atau mereka takut periksa saat mengalami benjolan yang nyeri.

"Indonesia di tahun 2030 harus bebas kanker payudara stadium lanjut. Tapi kalau dilihat trennya saat ini 17% dari 42,1% itu meninggal dunia. Apalagi usianya masih muda dan ini mestinya dapat dicegah," pungkas dia.

(tam)

GRATIS! Uji kesiapanmu menghadapi SBMPTN 2019 di Tryout SBMPTN Online 2019. Daftar dan login DI SINI

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini