nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Racun Hewan yang Bisa Jadi Obat, Salah Satunya Diduga Penyembuh Kanker Loh!

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Rabu 24 Oktober 2018 09:22 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 24 481 1968156 racun-hewan-yang-bisa-jadi-obat-salah-satunya-diduga-penyembuh-kanker-loh-2XehOcFZ1e.jpg Ular (VT)

BAHAYA dari bisa binatang telah dikenal dengan baik, tapi racun-racun yang mematikan ini juga dapat menyelamatkan nyawa.

Toksikolog Dr Zoltan Takacs mengatakan: "Bisa binatang adalah satu-satunya senyawa kimia di Bumi yang secara eksplisit dipilih oleh evolusi untuk membunuh dalam waktu kurang dari satu menit".

Pada 2015, David Warrell, spesialis kedokteran tropis di Universitas Oxford, memperkirakan bahwa ada 200.000 kematian per tahun yang disebabkan oleh gigitan ular.

 Baca juga: Designer Anne Avantie Sebut Susi Pudjiastuti Buat Kehebohan di JFW 2019

Perkembangan obat penawar racun adalah perjuangan yang masih terus berlanjut, namun demikian para peneliti menemukan bahwa zat racun yang ditemukan dalam bisa binatang juga dapat membantu mengobati kondisi medis lainnya. Beberapa obat berbasis bisa binatang juga sudah digunakan.

Ular

 Ular (Ant)

Bisa ular adalah istilah yang mencakup beragam racun yang berbeda. Sebagian membunuh dengan cepat sementara yang lain butuh waktu.

Sebagian besar ular menyalurkan racun mereka melalui taring yang beroperasi dengan cara yang mirip jarum suntik. Setelah taring itu menusuk daging korban mereka, racun itu dikirim melalui gigi dan langsung ke aliran darah mangsanya — kecuali pada ular yang meludahkan racun mereka, seperti kobra Mozambik (Naja mossambica).

Karena ada berbagai macam bisa, potensi aplikasi medis setiap jenis ular pun berbeda. Saat ini zat racun yang diambil dari ular digunakan dalam bidang medis koroner.

"Bisa ular berfungsi sebagai templat untuk beberapa obat populer yang digunakan oleh penderita tekanan darah tinggi, gagal jantung, dan serangan jantung," jelas Takacs.

"Ular berbisa Yarara (Bothrops jararaca), yang merupakan sumber golongan obat inhibitor angiotensin-converting enzyme (ACE), bisa dibilang telah menyelamatkan lebih banyak nyawa manusia daripada hewan lain dalam sejarah umat manusia."

Komodo

 Komodo (national Geoghrapy)

Cara kerja kelenjar bisa Komodo berbeda dengan ular. Tidak seperti ular yang beraksi seperti jarum suntik, Komodo menggunakan metode yang mengalir keluar.

Bisa diperas keluar dari beberapa 'kantong' di antara gigi-gigi reptil itu ketika rahangnya menjepit ke bawah ke mangsanya. Bisa bercampur dengan darah mangsa dan mencegah darah itu membeku. Inilah sebabnya mengapa mangsa mereka terus mengalami pendarahan setelah serangan terjadi.

Meskipun mematikan, sifat antikoagulan dari bisa ini menjadi kunci dalam potensi penggunaan medis.

Zat racun ini dapat diaplikasikan dalam mengobati stroke, serangan jantung, dan emboli paru, yang semuanya dapat berakar dari pembekuan darah.

Kalajengking

 Kalajengking (reuters)

Lebih dari 1,2 juta orang disengat kalajengking setiap tahun, yang menyebabkan sekitar 3.250 kematian menurut studi pada 2008.

 Baca juga: Designer Anne Avantie Sebut Susi Pudjiastuti Buat Kehebohan di JFW 2019

Selain nama yang menakutkan, kalajengking deathstalker (Leiurus quinquestriatus) dapat memainkan peran penting dalam mengobati kanker.

Bisa kuat deathstalker mengandung racun yang disebut Chlorotoxin yang sedang dikembangkan untuk mendiagnosis kanker dan mengobati tumor.

Celurut Ekor-Pendek Utara

 Celurut (BBC)

Bisa biasanya tidak ditemukan pada mamalia, dan meskipun bisa celurut ini tidak cukup kuat untuk membunuh manusia, ia akan menyebabkan rasa sakit dan bengkak.

 Baca juga: Meghan Markle Punya Kalung Baru dari Batu Onyx Hitam, Apa Arti di Baliknya?

Celurut berbisa ini mungkin tidak menarik bagi publik, tapi sangat menarik bagi komunitas ilmiah. Alasannya: bisanya sedang dieksplorasi untuk digunakan dalam perawatan kanker.

Takacs mengatakan hal ini memungkinkan karena beberapa sel tumor mengekspresikan molekul yang strukturnya sangat mirip dengan target alami zat racun tersebut.

 Baca juga: Masih Banyak Aturan Hukum yang Rugikan Anak-Anak

"Dengan memanfaatkan kemiripan ini, maka masuk akal untuk mengubah racun menjadi agen terapeutik atau diagnostik untuk kanker."

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini