nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jangan Sering Menyendiri, Ternyata Kesepian Bisa Membunuh Kamu!

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 25 Oktober 2018 12:48 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 25 196 1968791 jangan-sering-menyendiri-ternyata-kesepian-bisa-membunuh-kamu-gpfRppib60.jpg Kesepian (VT)

Hindari Kebiasaan Anti Sosial, Penelitian Sebut Orang Kesepian Miliki Risiko Kematian Lebih Besar

 

PERNAHKAH Anda merasa sedih dan bosan saat tidak ada seseorang pun yang berada di sekitar? Itu tandanya Anda mengalami kesepian. Sebagai seorang makhluk sosial, manusia memang ditakdirkan untuk tidak hidup seorang diri. Manusia membutuhkan orang lain untuk saling membantu dan melengkapi.

Menurut sebuah penelitian, kesepian dikatakan lebih mematikan daripada obesitas dan harus dianggap sebagai risiko kesehatan masyarakat. Para ahli memperingatkan hal tersebut para masyarakat dalam penelitian terbaru.

Ketika para peneliti di AS melihat efek kesehatan dari kesepian dan isolasi sosial, mereka menemukan bahwa orang yang memiliki koneksi sosial yang buruk memiliki 50 persen peningkatan risiko kematian dini, dibandingkan dengan mereka yang memiliki koneksi sosial yang baik.

 Baca juga: Punya Refleks Ninja, Wanita Seksi Ini Tangkap Bola Hockey Sambil Terima Telepon

Kesepian

Melihat dari 218 penelitian yang dilakukan, mereka menemukan bahwa isolasi sosial dapat meningkatkan risiko kematian seseorang lebih dari obesitas dan memainkan peran penting hingga 30 persen. Pernyataan tersebut disampaikan oleh dr. Julianne Holt-Lunstad, selaku penulis utama sekaligus profesor psikologi di Universitas Brigham Young.

“Terhubung dengan orang lain secara sosial secara luas dianggap sebagai kebutuhan dasar manusia, yang penting bagi kesejahteraan dan kelangsungan hidup,” tutur dr.Julianne, sebagaimana dilansir dari VT, Kamis (25/10/2018).

“Contoh ekstrim menunjukkan bayi dalam perawatan kustodian yang kekurangan kontak manusia gagal untuk berkembang dan sering meninggal dunia dan memang, isolasi sosial atau kurungan isolasi telah digunakan sebagai bentuk hukuman,” lanjutnya.

 Baca juga: Intip 5 Gaya Seksi Anya Geraldine, Pamer Payudara Mirip Model Dewasa

Dr Julianne mengatakan bahwa prioritas yang lebih besar harus ditempatkan pada penelitian dan sumber daya untuk mengatasi kesepian, seperti keterampilan sosial untuk anak-anak di sekolah.

 Kesepian

“Ada bukti kuat bahwa isolasi sosial dan kesepian secara signifikan meningkatkan risiko kematian dini. Besarnya risiko melebihi dari banyak indikator kesehatan terkemuka. Dengan bertambahnya populasi yang menua, efeknya bagi kesehatan masyarakat hanya dapat jdiantisipasi untuk meningkat,” sambungnya.

dr. Julianne menegaskan saat ini negara di dunia menyarankan masyarakatnya menghadapi 'epidemi kesepian'. Studi lain yang dirilis pada 2018 menyatakan bahwa hampir separuh dari semua orang Amerika merasa kesepian.

 Baca juga: Meghan Markle Pamer Baby Bump Dalam Balutan Gaun Floor Length Cape

Sebagian masyarakat muda, menanggung beban dari rasa sakit ini. Ketika firma asuransi kesehatan Cigna melakukan survei nasional terhadap 20 ribu orang dewasa, mereka tampaknya menemukan generasi yang lahir antara pertengahan 1990-an dan awal 2000-an terasa paling kesepian.

Mereka memiliki skor kesepian rata-rata 48,3, dibandingkan dengan 44 yang merupakan rata-rata skor untuk semua orang Amerika. Sementara itu, generasi milenium mencetak 45,3 dan Baby Boomers dan Greatest Generation mencetak skor hanya di bawah rata-rata Amerika yakni 42,4 dan 38,6.

Dalam studi tersebut, 54 persen responden merasa tidak ada yang benar-benar mengenal mereka dengan baik. Selain itu, 56 persen orang menyatakan bahwa orang-orang di sekitar mereka “tidak selalu bersama mereka” dan sekitar 40 persen mengatakan mereka "tidak memiliki teman, hubungan mereka tidak bermakna, dan mereka merasa terisolasi dari orang lain.”

 Baca juga: Peneliti Klaim Menikah saat Perawan Buat Kehidupan Lebih Bahagia!

Penelitian ini menggunakan Skala Kesepian UCLA, yang dipelopori oleh University of California, Los Angeles. Dengan menggunakan pengukuran yang dihitung dengan campuran pernyataan dan formula. Siapa pun dengan skor antara 20 dan 80 dianggap sebagai kesepian. Semakin tinggi skornya, semakin besar kemungkinan orang tersebut merasakan isolasi sosial yang signifikan.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini