nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perbaiki Interaksi dengan Anak, Orangtua Perlu Detoks Gawai

Antara, Jurnalis · Kamis 25 Oktober 2018 17:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 25 196 1968929 perbaiki-interaksi-dengan-anak-orangtua-perlu-detoks-gawai-4xvVBmhMMp.jpg Orangtua juga perlu detoks gadget (Foto:Ist)

PERANGKAT teknologi seperti gadget memang memudahkan sebagian dari aktivitas keseharian manusia. Namun seringkali ketergantungan terhadap gadget tersebut justru mengambil lebih banyak waktu dari kita, bahkan termasuk waktu untuk berinteraksi dengan anak-anak. Di sinilah pentingnya orangtua melalukan detoks gawai.

"Adakalanya kita tidak harus selalu terpaku pada teknologi misalnya gadget. Seringkali kita melupakan hal lain karena terlalu fokus pada gadget kita. Berikan kesempatan anak bermain dengan kita tanpa melibatkan teknologi. Bermain antara orangtua dan anak," ujar psikolog anak dan keluarga dari Teman Hati Konseling, Ajeng Raviando, Psi. di Jakarta, Kamis.

Menurut Ajeng, terlalu fokus memegang gawai bisa berakibat hilangnya kesempatan orangtua sekedar merangkul, menggandeng dan kontak fisik lainnya dengan anak mereka. Padahal, kontak fisik ini bisa membangun ikatan emosional antara orangtua dan anak.

"Jangan lupa, anak butuh sentuhan, dipeluk, disayang, ada kontak fisik antara orangtua dan anak itu penting untuk menciptakan emotional bonding," kata dia.

Kapan sebaiknya detoks teknologi orangtua lakukan? Menurut Ajeng, tak ada waktu khusus dan tergantung masing-masing orangtua, asalkan bisa efisien dan efektif.

"Tergantung aturan di rumah masing-masing. Bahkan menaruh gadget waktu makan juga sebenarnya kesempatan untuk detoks teknologi. Santai berbicara, mendengarkan cerita masing-masing. Yang efektif dan efisien, jangan sampai enggak mengobrol," tutur dia.

(Baca Juga: Punya Refleks Ninja, Wanita Seksi Ini Tangkap Bola Hockey Sambil Terima Telepon)

(Baca Juga: Intip 5 Gaya Seksi Anya Geraldine, Pamer Payudara Mirip Model Dewasa)

Orangtua Perlu Terapkan Aturan

Teknologi saat ini sudah bisa diakses siapa saja termasuk anak-anak. Hanya saja terkadang orangtua merasa cemas anak-anak mereka menggunakan teknologi ke arah negatif. Apa yang bisa mereka lakukan agar kecemasan ini tak menjadi kenyataan?

Ajeng menekankan pentingnya menetapkan aturan dan batasan saat anak menggunakan perangkat teknologi. "Orangtua sebetulnya tidak perlu khawatir asalkan di rumah ada batasan dan aturan penggunaanya. Generasi alfa (kelahiran tahun 2010 hingga sekarang) membutuhkan pembelajaran dengan visual, lebih fleksibel, alat (teknologi) menjadi hal penting,"

Dari kacamata psikologi, anak usia 3-5 tahun maksimal bisa mengakses teknologi termasuk televisi dan gadget, satu jam per harinya. Sementara untuk anak usia 6-12 tahun batasnya menjadi dua jam per hari. Selain itu, orangtua juga perlu menyiapkan mental anak agar terbiasa menggunakan teknologi sembari membantu mereka belajar dengan lebih efektif dan efisien.

"Latihlah anak mengembangkan ide dan inovasinya di mana teknologi berperan sebagai media pembelajaran," kata dia. Hal lain yang tak kalah penting adalah orangtua perlu mengetahui cara menggunakan teknologi itu sendiri dan mengenalkan jenis teknologi sesuai usia anak.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini