nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tetap Waspada, 10 Destinasi Wisata di Indonesia Ini Rawan Bencana

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 25 Oktober 2018 18:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 25 406 1968855 tetap-waspada-10-destinasi-wisata-di-indonesia-ini-rawan-bencana-7iGpGT8nST.jpg Pantai Ilustrasi (IG)

BEBERAPA waktu belakangan ini, Indonesia sering diterpa bencana, khususnya gempa bumi. Tentunya, bencana tersebut akan mengganggu pariwisata di negara kepulauan ini.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan, ada delapan dari 10 destinasi wisata baru, atau yang kerap disebut Bali Baru, yang dicanangkan menjadi destinasi wisata prioritas pemerintah merupakan daerah rawan gempa bumi.

Delapan daerah itu adalah Borobudur, Labuan Bajo, Bromo, Wakatobi, Mandalika, Danau Toba, Morotai, dan Tanjung Lesung.

 Baca juga: Punya Refleks Ninja, Wanita Seksi Ini Tangkap Bola Hockey Sambil Terima Telepon

Pantai wisata

"Ke sepuluhnya rawan bencana, tapi untuk gempa; Bangka Belitung dan Kepulauan Seribu tidak," kata Sutopo saat ditemui seusai acara Jurnalisme Ramah Bencana di Hotel Sari Pan Pasifik, Jakarta Pusat, Rabu (24/10/2018).

Menurut Sutopo, daerah wisata rawan gempa bumi ini bukan berarti tak bisa menjadi destinasi wisata. Namun, pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata, harus berkoordinasi dengan BNPB untuk memasukkan poin-poin mitigasi bencana dalam rancangan penyusunan pembangunan 10 Bali Baru.

Sutopo mengakui, selama ini Kementerian Pariwisata belum berkoordinasi dengan BNPB terkait dengan rencana mitigasi di destinasi-destinasi prioritas. "Kami juga baru tahu kalau ada 10 Bali Baru," ujar Sutopo. Meski, ujar Sutopo, pihaknya sudah mensosialisasikan langkah-langkah prabencana di daerah yang dimaksud.

 Baca juga: Tak Ada yang Datang, Foto Bocah Rayakan Ulang Tahunnya Sendiri Jadi Viral!

Persoalan perancangan mitigasi di daerah wisata prioritas ini, ujar Sutopo, harus menjadi perhatian serius. Sebab, bukan hanya menyangkut hajat hidup masyarakat lokal, tapi juga wisatawan domestik dan asing.

Sutopo pun meminta perencanaan mitigasi bencana di daerah terkait disusun di level pusat. "Selama ini hanya disusun di BPBD, mungkin bisa ditarik langsung ke atas," ujarnya. Ia pun berharap kajian untuk 10 daerah wisata itu lebih serius setelah terjadi komunikasi antara Kementerian Pariwisata dan BNPB.

Ihwal mitigasi bencana, Menteri Pariwisata Arief Yahya mengaku telah menganggarkan dana khusus untuk kebencanaan. Dana yang dialokasikan ini disebut memiliki besaran Rp 100 miliar dalam anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) 2018 dan telah dianggarkan kembali dalam RAPBN 2019.

 Baca juga: Punya Refleks Ninja, Wanita Seksi Ini Tangkap Bola Hockey Sambil Terima Telepon

Dana mitigasi bencana akan dialokasikan untuk penanganan saat bencana dan pasca-bencana. "Misalnya menjamin wisatawan mendapatkan transportasi ke terminal terdekat dan memperoleh hotel gratis pada hari-H bencana di lokasi bencana," kata Arief saat ditemuin di tempat yang sama.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini