Mengapa Pejamkan Mata saat Berciuman? Ini Penjelasannya

Lifia Mawaddah Putri, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 20:15 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 26 196 1969385 mengapa-pejamkan-mata-saat-berciuman-ini-penjelasannya-wIBkcBW3Ja.jpg Saat berciuman mengapa memejamkan mata (Foto:Bustle)

MEMBERIKAN kecupan untuk sang kekasih memang sebuah hal yang menyenangkan dan hangat untuk dilakukan. Kecupan seringkali dilakukan sebagai salah satu bentuk dari kasih sayang untuk seseorang yang disayangi. Selain itu, kecupan juga mampu untuk menenangkan hati.

Namun, pernahkah Anda memperhatikan, saat berciuman dengan pasangan, mata Anda reflek terpejam? Pernahkah Anda bertanya-tanya mengapa seperti itu? Atau pernahkah Anda membiarkan mata terbuka dan membandingkannya dengan saat mata terpejam ketika sedang berciuman?

Dilansir dari Bustle, Sabtu (27/10/2018), menurut sebuah studi terbaru, alasan seseorang reflek menutup mata ketika berciuman bukan hanya sebatas formalitas saja. Menurut seorang psikolog, Polly Dalton dan Sandra Murphy, yang mempelajari sekelompok peserta yang berinteraksi dengan rangsangan fisik dan visual, otak tidak dapat sepenuhnya menghargai fisik ketika terganggu dengan visual.

(Baca Juga: Viral, Pesona Perawat Cantik Ini Sukses Bikin Netizen Terhipnotis)

(Baca Juga: 7 Perhiasan Mendiang Putri Diana yang Diwariskan ke Kate Middleton & Meghan Markle)

Penelitian tersebut dilakukan dengan cara peserta dilengkapi dengan sebuah perangkat kecil yang memancarkan getaran halus di tangan mereka. Sementara mereka mengenakan alat tersebut, mereka lalu diberi tugas visual dan mental untuk mencari sebuah surat. Para peserta melaporkan bahwa ketika mereka sedang mencari surat, getarannya terasa kurang jelas. Dan ketika mereka menutup mata mereka, getaran di tangan mereka terasa jauh lebih signifikan.

Jadi, penelitian yang dilakukan Dalton dan Murphy ini terbukti bahwa otak dapat lebih menghargai rangsangan fisik ketika tidak memecahnya dengan rangsangan visual. Jadi, berciuman dengan mata terpejam dapat memberikan kesempatan untuk bergerak ke arah hubungan seksual dengan menjaga pasangan tetap fokus dan memungkinkan mereka membangun momen dengan ciuman. Karena dengan menutup mata, ciuman tersebut akan membuat keduanya merasa lebih bergairah.

Ciuman dengan memejamkan mata menunjukkan dan mengintensifkan keintiman dari hubungan antar keduanya. Jadi, mungkin apabila Anda tetap membuka mata saat berciuman dengan pasangan, hal ini mungkin akan berbeda sensasinya dengan saat memejamkan mata. Karena dengan membuka mata saat berciuman, fokus Anda akan terpecah ke arah lain dan bukan pada ciuman tersebut. Jika Anda tidak terfokus dengan ciuman tersebut, tentu Anda tidak dapat menikmatinya dan tidak merasa bergairah.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini