Mau Jadi Vlogger Sukses, Jangan Lupa Terapkan 7 Trik Ini

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 08:00 WIB
https: img.okezone.com content 2018 10 26 196 1969448 mau-jadi-vlogger-sukses-jangan-lupa-terapkan-7-trik-ini-D786WYlNJL.jpg Vlogger (Foto: Neipatel)

JIKA anak-anak zaman dahulu saat ditanya apa cita-citanya, kebanyakan pasti menjawab ingin menjadi dokter, guru, tentara, pilot, dan profesi lain pada umumnya.

Akan tetapi sekarang, Tidak sedikit anak-anak yang menyebutkan profesi sebagai vlogger atau biasa juga disebut "Youtuber" sebagai cita-cita yang ingin diraih.

Ya, tidak dipungkiri memang sekarang di era digital seperti ini, pilihan "berkarir" sebagai vlogger semakin hits dan melejit mengingat semua orang mengakses informasi melalui platform media.

Walau tampak seperti hanya sebagai kegiatan cuap-cuap di depan kamera lalu menunggah videonya ke platform media sosial. Menjadi vlogger yang sukses, butuh kerja keras dan trik tersendiri di dalamnya. Lalu bagaimana agar bisa menjadi seorang vlogger sukses? Tenang, berikut di bawah ini ulasan tujuh rahasia jadi vlogger sukses.

 (Baca Juga:Seruput Nikmatnya Aneka Kopi Nusantara, Kopi Garut hingga Khas Tanah Rencong)

Kolaborasi

Trik pertama yang bisa dilakukan ialah dengan berkolaborasi, cari orang dengan ketertarikan yang sama, subscriber akun vlog nya, lalu ajak bicara soal kolaborasi. Tapi ingat, dalam mengajak kolaborasi dengan vlogger lain tetap harus realistis. Jika kita masih memiliki 10 orang pengikut, jangan nekat untuk mengajak kolaborasi vlogger yang sudah memiliki jutaan pengikut karena sejatinya mereka tidak akan menghiraukan ajakan kolaborasi tersebut. Ajaklah vlogger yang levelnya sejajar dengan kita.

 vlogger

Dekati brand yang digunakan 

Untuk masalah pendapatan, YouTuber atau vlogger selain mendapatkan penghasilan dari iklan yang mengalirkan layanan dalam video yang diunggah, kini sebagian besar pendapatan berasal dari penawaran kemitraan merek yang menguntungkan. Mengingat sekarang ada jutaan vlogger, jadi lebih sulit mendapatkan persentase keuntungan hanya dari iklan. Jadi, kuncinya adalah mendekati merek atau brand yang kita sukai dan suguhkan ide konten yang akan sama-sama menguntungkan bagi kedua belah pihak. Inilah "uang" yang sesungguhnya.

 

Hargai konten diri sendiri

Tidak mudah memang untuk mengetahui berapa banyak konten video kita yang bernilai ketika baru memulai, itulah sebabnya mengapa disarankan untuk menggunakan organisasi seperti Bluebook, yang menilai konten yang kita unggah berdasarkan jumlah pelanggan dan pemirsa yang menonton. Jika tidak, maka bisa saja konten tersebut akan berakhir di bawah atau over charge. Lagi pula, produk "konten" ini adalah sesuatu yang kita sendiri yang menemukannya.

Jujur

Keaslian alias otentik disebutkan jadi salah satu kunci rahasia untuk jadi vlogger sukses. Saat ini di platform seperti Youtube, sedang tren akan konten berbau "drama". Sebaiknya ketika mengunggah sebuah konten, jangan pernah melakukan sesuatu yang dramatis hanya karena demi menarik jumlah penonton. Jika ingin hanya mendapatkan banyak penonton, kita bisa saja dengan mudah mengunggah video yang kontennya seperti membicarakan keburukan orang lain. Namun jika kita melakukan itu, maka brand-brand tidak akan melirik kita sebagai vlogger yang baik dan tepat. Maka dari itu akhirnya kita tidak pernah punya peluang komersial," katanya.

Konsisten 

Yang namanya "brand" itu harus konsisten dalam menyampaikan pesannya. Misalnya jika ingin jadi aktor, maka buatlah konten video di mana diri bisa menunjukkan kemampuan berakting dan tidak perlu pedulikan jumlah penonton. Berikan apa yang diinginkan pemirsa dan mereka akan merespons dengan sendirinya.

 

Punya target

Tentukan tujuan atau target yang jelas, misalnya "dalam dua tahun lagi saya akan bisa mempunyai 500 ribu pengikut". Tuju target ini secara konsisten, sehingga apa yang dilakukan sebagai vlogger juga bisa konsisten karena memang punya target yang ingin dicapai.

BACA JUGA:

 Maia Estianty dan Mulan Jameela Berlenggok di Panggung Jakarta Fashion Week, Keren yang Mana?

Edit sendiri video yang diunggah

Tidak peduli seberapa banyak jumlah pengikut yang sudah dimiliki, jika ingin sukses sebagai vlogger adalah dengan tegas tetap untuk mengedit videonya sendiri. Memang, ketika jumlah pengikut sudah banyak kita mudah tergoda untuk tidak lagi mengerjakan segala sesuatu di balik layar, terjun sendiri dalam segala proses pembuatan video tersebut.

Tapi ketahuilah bahwa hal ini sebetulnya keliru, sebab ketika kita menyerahkan urusan ini kepada orang lain, maka kita sebagai vlogger tidak lagi seutuhnya menjadi seorang pencerita alias story teller. Editor itu pada dasarnya bukan hanya mengedit video, tetapi juga bertindak sebagai story teller dan narator dari video itu sendiri.

Diri sendiri yang mengedit, maka diri sendiri juga yang leluasa untuk bisa memilih bagaimana kita mau bercerita. Jadi, jika orang lain ikut mengerjakan ini maka cerita versi mereka akan beda dengan cerita versi kita sendiri. Pada intinya, para pengikut dan penonton itu berinvestasi pada sosok vlogger itu sendiri bukan pada brand atau merek yang menjadi embel-embel di belakangnya. Demikian sebagaimana dilansir Independent.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini