nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Menpar Arief Yahya Ajak Startup untuk Promosi Industri Pariwisata

Annisa Aprilia, Jurnalis · Jum'at 26 Oktober 2018 14:00 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 10 26 406 1969306 menpar-arief-yahya-ajak-startup-untuk-promosi-industri-pariwisata-IGYcNJbLoS.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

PERKEMBANGAN zaman yang menuju perkembangan digital dan sangat cepat. Oleh karenanya, kebutuhan akan transportasi pada saat liburan pun semakin banyak diperlukan, sebab liburan atau traveling kini telah menjadi bagian dari gaya hidup.

Hal tersebut tentu disadari oleh pemerintah, khususnya Kementerian Pariwisata. Karenanya, untuk memperkuat salah satu prinsip 3A, yaitu aksesibilitas, Kementerian Pariwisata menggandeng salah satu start up transportasi yang juga berada di Indonesia.

Tujuan dijalinnya kerjasama ini, Kementerian Pariwisata ingin mempermudah para wisatawan domestik dan mancanegara saat mengunjungi surga-surga yang ada di Indonesia. Dengan semakin ditawarkannya kemudahan dalam menjangkau destinasi wisata, maka angka kunjungan wisatawan nusantara dan mancanegara diharapkan kian meroket.

Baca Juga: Mengenal Terapi Bekam, Michael Phelps hingga Justin Bieber Pernah Coba Juga Loh

"Kemajuan dunia digital memiliki peran yang sangat penting bagi kegiatan promosi industri pariwisata," papar Arief Yahya, Menteri Pariwisata Republik Indonesia, dalam Peluncuran Kampanye #JelajagIndonesiaLebihDekat bersama Kementerjan Pariwisata, Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, Jumat (26/10/2018).

Lebih lanjut Arief memaparkan, dia berharap kolaborasi antara pemerintah dan start up transportasi ini dapat mewujudkan target pemerintah untuk mendatangkan 17 juta wisatawan mancanegara pada 2018 ini, hingga tahun depan yang ditingkatkan jadi 20 juta wisatawan mancanegara.

Sementara itu, menurut Ridzki Kramadibrata, Managing Director Grab Indonesia, kerjasama ini merupakan sebuah bentuk apresiasi untuk menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan untuk kemajuan Indonesia.

"Merupakan sebuah bentuk apresiasi karena Kementerian Pariwisata menjadikan wisata menjadi sektor unggulan untuk kemajuan Indonesia, karena visi pemerintahan ini salah satunya parwisata sebagai sektor penyumbang devisa terbesar, karena banyak tujuan dan banyak pula yang digali untuk dipromosikan pada masing-masing daerah di Indonesia," katanya.

Baca Juga: Intip 5 Gaya Seksi Anya Geraldine, Pamer Payudara Mirip Model Dewasa

Bentuk kerjasama co-branding ini pertama kali yang dilakukan antara Wonderful Indonesia dengan startup transportasi online. Tranportasi online yang semula hanya digunakan sebagai moda penjemput atau pengantar wisatawan, kini dapat disewa dengan durasi jam yang bisa ditentukan.

"Sewa pertama kali layanan on demand, jam bisa dipilih, elemen yang penting adalah kepastian harga, jam sewa, dan platform guide. Smart tourism ada destinasi wisata yang bekerjasama dengan Jatim Park, Istana Maimun, Prambanan, Borobudur, GWK, dan akan berkembang terus," imbuh Ridzki.

Ridzki pun mengatakan, target market ada di seluruh negara Asia Tenggara. Terutama kaum milenial yang serba digital, cepat, dan menginginkan kemudahan dengan adanya kerjasama ini maka akan menghasilkan daya tarik yang dibutuhkan.

"Diharapkan hasilnya pengalaman parwisata yang seamless, digital, dan Indonesia menjadi kekuatan parwisata terbesar penghasil devisa terbesar," tambah Ridzki.

Arief mengatakan, jika ada dua brand besar disinergikan, maka dampaknya, pertama bisnis akan bertambah besar, karena diketahui domestik market kuat, wisatawan nusantara sudah mencapai 275 juta, yang bukan market kecil. Digital bisa membuat bisnis tumbuh lebih cepat.

"Kalau atraksi sudah start dari awal. Nanti mitra Grab harus didik dengan hospitality, karena atraksinya tidak kecil. Akomodasi tidak perlu ada yang baru, karena Kemenpar ada hot deal, yang nanti semua aksesnya menggunakan Grab," tandas Arief.

1 / 2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini