nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jadi Negara Terbaik Dikunjungi Tahun Depan, Yuk Traveling ke Sri Langka!

Koran SINDO, Jurnalis · Jum'at 26 Oktober 2018 16:01 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 26 406 1969338 jadi-negara-terbaik-dikunjungi-tahun-depan-yuk-traveling-ke-sri-langka-khzxFLrVRq.jpg Sri Langka (CNN)

Kunjungan ke Sri Lanka Melonjak

Adapun kunjungan wisatawan ke Sri Lanka meningkat secara dramatis sejak akhir konflik selama 26 tahun, dari 447.890 pada 2009 menjadi tertinggi sepanjang masa, yakni 2,1 juta pada tahun lalu.

Badan Pengembangan Pariwisata Sri Lanka berharap angka ini akan meningkat dua kali lipat pada 2020. Renovasi yang dibuat untuk sistem kereta api telah membuka Jaffna dan sebagian besar wilayah utara untuk pertama kalinya sejak 1990.

Padahal, sebelumnya daerah ini dianggap terlalu berbahaya bagi para turis. Rute kereta api yang indah di Sri Lanka dianggap sebagai yang terbaik di dunia. Jalan raya juga telah dibangun sejauh selatan Matara.

 Baca juga: Intip Gaya Monokrom Lady Rocker Cantik Tantri Kotak, Bikin Ogah Berpaling!

Jumlah rute penerbangan domestik pun meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Termasuk, penerbangan dari ibu kota Kolombo di pantai barat ke Batticaloa di sisi berlawanan pulau itu dapat ditempuh hanya dalam waktu 45 menit.

Selain itu, ada investasi besar dalam akomodasi pengunjung baru, mulai homestay hingga penginapan retret kelas atas. Seperti gedung mirip Wild Coast Lodge di Taman nasional Yala, jaringan hotel internasional utama, termasuk Shangri-La, Movenpick, Sheraton, dan Grand Hyatt, semuanya membuka properti baru di sana.

Pemandangan berselancar di Sri Lanka terus bertumbuh karena semakin banyak pantai yang dapat diakses. Tidak hanya itu, operator tur kini menawarkan pendakian hutan, di samping liburan yoga dengan perawatan Ayurveda tradisional.

 Baca juga: Gaya-Gaya Hot Mama Krisdayanti Lemos, Nyentrik Banget Ya!

Ada juga banyak atraksi gratis, termasuk ritual puja berwarna-warni di puncak Bukit Koneswaram Kovil di Trincomalee di timur laut, Pasar utama Pettah di Kolombo, dan tembok yang dibentengi di sekeliling Kota Tua Galle di selatan.

Di sisi lain, overtourism ini membuat keprihatinan cukup besar dari beberapa konservasionis di daerahdaerah tertentu. “Pariwisata adalah generator pendapatan utama bagi negara.

Sayangnya, banyak pariwisata kami terfokus pada jumlah wisatawan, (bukan) investasi yang mereka buat di negara ini,” kata Asha de Vos, ahli biologi kelautan dan pendiri organisasi konservasi Oceanswell yang berbasis di Sri Lanka.

De Vos mengatakan, pembangunan memengaruhi kawasan pesisir dan taman nasional khususnya, karena kapasitas telah dilampaui pada musim puncak dan menyebabkan peningkatan polusi sampah yang tidak dibuang dengan benar.

“Untuk mengakomodasi jumlahnya, kami membangun lebih banyak hotel dan infrastruktur serta mengambil alih ruang-ruang alami. Tekanan terhadap satwa liar dan situs budaya kami sangat besar dan merusak.

 Baca juga: Tengok 10 Menit Latihan Susi Pudjiastuti Sebelum Jadi Model di JFW 2019

Pembangunan berlebihan sedang berlangsung dan tidak ada habisnya. Karena kurangnya koordinasi dan perencanaan, banyak hotel kosong,” bebernya dikutip The Guardian .

Dia percaya pariwisata di Sri Lanka dapat bermanfaat, tetapi pemerintah juga perlu mengatur, mendidik, memiliki visi jangka panjang, dan melindungi area pemba ngunan yang berlebihan. “Keberlanjutan harus menjadi inti setiap produk pariwisata yang dibuat,” ujarnya.

(rzy)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini