nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Heroes di Dewi Fashion Knights 2018, Gelaran Pamungkas Jakarta Fashion Week 2019

Pradita Ananda, Jurnalis · Sabtu 27 Oktober 2018 12:30 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 27 194 1969671 heroes-di-dewi-fashion-knights-2018-gelaran-pamungkas-jakarta-fashion-week-2019-ND1P4Xwg5S.jpg Koleksi dalam gelaran penutup DFK di JFW 2019 (Foto:Pradita/Okezone)

TEPAT pada Sabtu 26 Oktober 2018 malam, pekan mode terbesar di Indonesia, Jakarta Fashion Week 2019 telah memasuki hari terakhir pagelaran. Untuk menutup perhelatan pekan mode akbar tahunan ini, sama seperti di tahun-tahun sebelumnya, acara Dewi Fashion Knights (DFK) kembali menjadi penutup rangkaian segala kegiatan perhelatan JFW.

Semalam, DFK mengusung tema Heroes, di mana ada kurang lebih empat desainer yang terpilih untuk menjadi kesatria. Pertama ada Sejauh Mata Memandang dari Citra Subiyakto, Byo, Sean Sheilla dan Rinaldy Yunardi. Disebutkan oleh Margaretha Untoro, selaku Editor in-Chief majalah Dewi, tema ini sengaja diusung dengan tujuan bisa tetap memunculkan sebuah harapan di tengah kondisi yang tidak kondusif.

"Heroes ini dipilih karena di dalam kondisi dunia saat ini yang cukup bergejolak, mungkin dibutuhkan sosok 'pahlawan' yang bisa membuat dunia terasa lebih layak dan agar kita tidak kehilangan harapan dalam hal kemanusiaan," ungkap Margaretha.

 

(Baca Juga: 5 Anak Pejabat Ini Aktif Menjadi Vlogger dan YouTuber)

Soal keempat perancang yang terpilih untuk tampil semalam, Margaretha menambahkan bahwa memang pilihan ini jatuh pada sosok keempatnya karena satu sama lain memiliki gaya dan karakter yang sangat berbeda sebagai seorang perancang mode.

"Empat desainer yang dipilih jadi kesatria tahun ini, punya gaya yang sangat berbeda satu sama lain. Jadi sangat menarik untuk melihat interpretasi tema 'Heroes' ala mereka dengan gaya masing-masing," tambahnya.

 

Pertama ada Citra Subiyakto dari lini Sejauh Mata Memandang semalam tampil dengan mengambil garis besar ketulusan melestarikan budaya tradisional Indonesai dengan mengangkat wastra Indonesia, khususnya batik tulis dalam kehidupan masyarakat urban.

(Baca Juga: Suka Traveling? 5 Travel Vlogger Ini Wajib Banget Kamu Subscribe)

Kemudian dilanjutkan dengan Tommy Ambiyo Tedji dari lini Byo, sebagai perwakilan desainer muda kreatif yang menggabungkan antara inovasi teknologi, kreativitas, dan seni dalam kemasan karya terbaru. Inspirasinya diambil Byo dari tenun Palembang, karena darah Palembang dan Riau yang ada dalam dirinya dengan mencoba merepresentasikan beberapa corak khas Sumatera diolah menjadi karya modern.

Kesatria ketiga ada Sheila Agatha dan Sean Loh dari Sean Shila yang disebutkan telah malang melintang di kancah internasional. Di DFK semalam, Sean dan Shila mengangkat isu lingkungan, dengan mengambil inspirasi dari konsumerisme dan polusi di mana desain yang ditampilkan berpusat pada proses dekomposisi dan ekspresi ironi dari limbah anorganik dari manusia, dan adanya penggunaan material serta obyek yang tidak biasa.

 

Terakhir ada si master aksesori ternama, Rinaldy Yunardi yang mengusung tema The Faces, koleksi aksesori yang menggambarkan beragam jenis wajah manusia dengan karakter masing-masing dan menjadi Heroes. Di koleksi rancangannya kali ini Rinaldy berupaya untuk menampilkan penggabungan dua elemen, tidak terlalu lembut dan tidak terlalu keras yang ia harapkan bisa menjadi representatif yang baik dari misi kebersamaan yang positif untuk kedamaian yang coba ia bawa.

 

(tam)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini