nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasihat Dermatologis Sebelum Mengecat Wajah untuk Pesta Halloween

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 10:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 29 481 1970250 nasihat-dermatologis-sebelum-mengecat-wajah-untuk-pesta-halloween-9LAQEmCNO3.jpg Riasan Haloween (Foto:Bustle)

BANYAK dari masyarakat kita yang ikut merayakan pesta Halloween. Mungkin Anda salah satunya. Hal wajib yang dilakukan untuk bisa terlibat dalam pesta ini adalah merias wajah dan mengenakan kostum seseram mungkin!

Tapi, sebelum akhirnya Anda memutuskan untuk merias wajah, ada baiknya saran dari dermatologis ini patut Anda perhatikan agar wajah Anda tidak berjerawat karena cat wajah dan make-up yang Anda pakai.

Dr Alan Levy dari Levy Dermatology di Memphis, Tennessee menjelaskan banwa ada bahan-bahan yang terkandung di dalam make-up yang harus Anda hindari, cara mengujinya di kulit, dan kenapa penggunaan cat wajah yang sudah lama bisa meningkatkan risiko infeksi pada wajah.

 

Intip Gaya Presenter Cantik Kekasih Sergio Ramos, Sporty dan Seksi!

Hal pertama yang menjadi perhatian Dr Levy adalah komposisi yang terkandung di dalam alat make-up tersebut. Dr Levy mengatakan, hal pertama yang harus dilakukan adalah membaca daftar bahan saat berbelanja untuk melihat bahan apa yang digunakan.

"Cat wajah dianggap kosmetik dan karena itu tidak tunduk pada pengawasan yang sama seperti makanan," kata dr Levy seperti dikutip Okezone dari Daily Mail, Senin (29/10/2018). "Itu tidak memerlukan persetujuan FDA sehingga tidak ada peraturan ketat," tambahnya.

 Dr Alan Levy, of Levy Dermatology in Memphis, Tennessee, spoke to Daily Mail Online about tips and tricks when selecting face paint to use for Halloween (file image)

Cat wajah dapat mengandung kadar timbal, formaldehida, merkuri, dan parabens yang tinggi. Di mana bahan-bahan itu dapat menyebabkan keracunan bahkan kanker.

Sebuah laporan 2016 yang didanai oleh Mitra Pencegahan Kanker Payudara menguji 48 cat wajah Halloween. Laporan itu menemukan bahwa hampir 20 persen cat wajah mengandung timah dan hampir 30 persen mengandung kadmium, karsinogen yang berbahaya.

 Penampilan Pedangdut Meldi yang Milenial, Style Keponakan Dewi Perssik Ini Bisa Kamu Tiru!

Semua produk dengan tingkat timbal yang terdeteksi memiliki konsentrasi yang lebih tinggi daripada yang diizinkan dalam air minum (15 bagian per miliar) dan makanan anak-anak (500 bagian per miliar). "Perhatian pertama yang Anda miliki adalah dermatitis, tetapi kemudian adalah kanker," tegas Dr Levy.

Dr Levy menyarankan untuk carilah cat dengan pigmen alami dari buah-buahan, sayuran, atau bunga. Dengan kandungan seperti itu, Anda hampir benar-benar menghilangkan risiko kontaminan dan logam berat di tubuh Anda. Dia juga menyarankan mencari produk yang mengatakan 'non' comedogenic ', yang berarti cat wajah itu tidak akan menyumbat pori-pori atau menyebabkan jerawat.

Dr Levy menekankan untuk berhati-hati dengan penggunaan cat wajah yang sudah lama tersimpan. Meskipun make-up vampir Anda mungkin dipakai tahun lalu, ada baiknya Anda berpikir ulang untuk menggunakannya kembali.

"Secara normal, tubuh kita memiliki bakteri baik dan ini jangan sampai hilang," kata Dr Levy. Dia menambahkan, jadi cat yang Anda gunakan tahun lalu itu mungkin disimpan di laci gelap yang gelap yang merupakan tempat berkembang biaknya bakteri. Banyak jenis bakteri lain yang tumbuh dalam guci dan pada sikat termasuk staaphylococcus, streptococcus, micrococcus, dan E coli. "Jika ada sedikit kerusakan pada kulit, bakteri bisa memperparah kondisi dan dapat menyebabkan infeksi," katanya.

 Dr Levy recommends doing a home patch test of the face paint one week before you apply it to ensure there is no allergic reaction (file image)

Dr Levy menambahkan, perlu dilakukan pengujian terlebih dulu sebelum akhirnya menggunakan cat wajah. Hal ini dilakukan untuk memastikan apakah kulit wajah Anda bereaksi atau tidak dengan cat wajah tersebut. Bagaimana cara mengujinya?

"Area favorit saya adalah lengan bagian dalam," katanya. Ya, untuk menguji apakah cat wajah itu cocok dengan kulit Anda atau tidak, posisi lengan bagian bawah bisa jadi tempat pengujiannya.

"Taruh setetes kecil make-up di sana, tutup dengan plester dan kemudian biarkan di sana. Maka itu seperti tes tempel yang Anda dapatkan di kantor dokter kulit, tetapi di rumah. Pada tes pertama didiamkan selama 24 jam lalu lanjut ke 96 jam kemudian, karena kadang-kadang ada reaksi alergi tertunda terhadap bahan kimia.

"Jika terjadi ruam atau bengkak, maka tes dapat dianggap positif," katanya. "Dan saya merekomendasikan pengujian produk sekitar seminggu sebelum Anda menerapkannya," tambahnya.

(ndr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini