nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mulai Kapan Seharusnya Kamu Belajar Bahasa Asing?

Agregasi BBC Indonesia, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 16:01 WIB
https: img.okeinfo.net content 2018 10 29 481 1970358 mulai-kapan-seharusnya-kamu-belajar-bahasa-asing-iJ8JWeyWOm.jpg Anak Belajar Bahasa (Express)

DALAM hal belajar bahasa asing, kita cenderung beranggapan bahwa usia kanak-kanak adalah usia yang paling cakap. Tapi tidak selalu demikian — dan ternyata ada manfaat tambahan dari memulai di usia dewasa.

Pada suatu pagi di musim gugur, pemandangan yang sibuk tampak di Spanish Nursery, salah satu pendidikan anak usia dini (PAUD) bilingual di London utara. Para orang tua membantu anak-anak mereka melepaskan helm sepeda dan jaket. Para guru menyapa anak-anak dengan pelukan dan "Buenos dias!" yang ceria. Di taman bermain, seorang anak perempuan meminta rambutnya diikat menjadi "coleta" (bahasa Spanyol untuk kuncir), kemudian melempar bola dan berteriak "Catch!" ("Tangkap!") dalam bahasa Inggris.

"Di usia ini, anak-anak tidak belajar bahasa — mereka menyerapnya secara alami," kata kepala sekolah Carmen Rampersad.

 Baca juga: Potret Menggemaskan Anak-Anak Kardashian di Bali, Terlihat Damai!

Parenting

Pernyataan itu tampaknya merangkum kemudahan para poliglot di sekitarnya beralih dari satu bahasa ke bahasa lain. Bagi banyak anak di Spanish Nursery, bahasa Spanyol adalah bahasa ketiga, bahkan keempat mereka. Bahasa ibu mereka antara lain, Kroasia, Ibrani, Korea, dan Belanda.

Bandingkan ini dengan usaha susah payah orang dewasa pada umumnya di kelas bahasa, dan akan mudah untuk menyimpulkan bahwa lebih baik memulai di usia muda.

Tapi sains menawarkan pandangan yang lebih kompleks tentang bagaimana hubungan kita dengan bahasa berkembang seiring waktu — dan ada banyak temuan yang bisa membesarkan hati para pelajar yang lebih tua.

Secara umum, setiap tahapan kehidupan memberi keuntungan yang berbeda dalam mempelajari bahasa. Sebagai bayi, kita punya telinga yang lebih tajam untuk perbedaan suara; sebagai balita, kita bisa menguasai logat asli dengan kecepatan luar biasa.

 Baca juga: Ditilang Malah Ajak Polisi Seks Threesome, Selebgram Seksi Ini Tanggung Akibatnya

Sebagai orang dewasa, kita punya rentang perhatian yang lebih panjang dan keterampilan krusial, seperti literasi, yang memungkinkan kita untuk terus memperkaya perbendaharaan kata, bahkan dalam bahasa kita sendiri.

Dan setumpuk faktor lain di samping usia – seperti situasi sosial, cara mengajar, dan bahkan cinta dan persahabatan – dapat memengaruhi seberapa banyak bahasa yang kita kuasai dan seberapa baik kita menguasainya.

 Parenting

"Tidak semuanya menjadi semakin sulit seiring pertambahan usia," kata Antonella Sorace, profesor linguistik perkembangan dan direktur Billingualism Matters Centre di Universitas Edinburgh.

Ia memberi contoh tentang konsep yang dikenal sebagai 'pembelajaran eksplisit': mempelajari suatu bahasa di dalam kelas, dengan sang guru menjelaskan aturan-aturan tata bahasanya. "Anak-anak usia dini sangat buruk dalam pembelajaran eksplisit, karena mereka belum memiliki kendali kognitif dan kapabilitas memori dan perhatian untuk itu," kata Sorace.

 Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Penumpang saat Pesawat Mendarat Darurat di Perairan

"Orang dewasa lebih baik dalam hal tersebut. Jadi itu contoh sesuatu yang menjadi lebih mudah dengan pertambahan usia."

Penelitian di Israel menemukan, misalnya, bahwa orang dewasa lebih baik dalam memahami aturan bahasa dan menerapkannya pada kata-kata baru di lingkungan laboratorium. Para ilmuwan membandingkan tiga kelompok: usia 8 tahun, usia 12 tahun, dan usia dewasa muda (young adults). Orang dewasa mendapat skor yang lebih baik dari dua kelompok yang lebih muda, dan kelompok usia 12 tahun juga lebih baik dari anak-anak yang lebih muda.

Temuan ini senada dengan hasil studi jangka panjang pada hampir 2000 pemakai bahasa Catalan-Spanyol yang mempelajari bahasa Inggris: orang yang mulai belajar di usia dewasa mengusai bahasa barunya lebih cepat daripada para pelajar yang lebih muda.

Para peneliti di Israel menduga bahwa partisipan yang lebih tua bisa jadi diuntungkan karena keterampilan yang muncul seiring dengan pendewasaan – misalnya, strategi pemecahan masalah yang lebih kompleks – dan pengalaman linguistik yang lebih banyak.

Dengan kata lain, para pelajar yang lebih tua cenderung tahu lebih banyak tentang diri mereka sendiri dan dunia, dan bisa menggunakan pengetahuan ini untuk memproses informasi baru.

Sedangkan anak-anak usia dini unggul dalam pembelajaran implisit: mendengarkan penutur asli dan meniru mereka. Tapi cara belajar ini membutuhkan banyak waktu bersama penutur asli.

Pada 2016, Bilingualism Matters Centre menyusun laporan internal tentang pelajaran bahasa Mandarin di sekolah dasar untuk diserahkan kepada pemerintah Skotlandia. Mereka menemukan bahwa waktu belajar satu jam setiap pekan tidak memberi perbedaan berarti bagi anak usia lima tahun. Tapi bahkan hanya setengah jam waktu tambahan, dan kehadiran seorang penutur asli, membantu anak-anak memahami elemen bahasa Mandarin yang lebih sulit bagi orang dewasa, misalnya nada bicara.

Efek usia

Pada awalnya, kita semua adalah ahli bahasa. Ketika bayi, kita bisa mendengar 600 konsonan dan 200 huruf vokal yang menyusun bahasa-bahasa dunia. Dalam satu tahun pertama, otak kita mulai berspesialisasi, awas akan suara yang kita dengar paling sering.

Bayi sudah bisa mengoceh dalam bahasa ibu mereka. Bahkan orok yang baru lahir menangis dengan aksen, meniru pembicaraan yang mereka dengar di dalam rahim. Spesialisasi berarti mengabaikan keterampilan yang tidak kita perlukan. Bayi Jepang bisa dengan mudah membedakan bunyi huruf 'l' dan 'r'; orang dewasa Jepang cenderung lebih sulit melakukannya.

Tak diragukan lagi, kata Sorace, bahwa tahun-tahun awal sangat penting untuk mempelajari bahasa kita sendiri. Studi tentang anak-anak yang diabaikan atau diasingkan menunjukkan bahwa jika kita tidak belajar berbicara sejak dini, kita akan kesulitan melakukannya nanti.

 Baca juga: 4 Hal yang Harus Dilakukan Penumpang saat Pesawat Mendarat Darurat di Perairan

Belajar

Tapi yang mengejutkan, tenggat itu tidak berlaku untuk pembelajaran bahasa asing.

"Hal yang penting untuk dipahami ialah usia berkolerasi dengan banyak hal lain," kata Danijela Trenkic, seorang pakar psikolinguistik di Universitas York. Kehidupan anak-anak sangat berbeda dari kehidupan orang dewasa. Jadi ketika kita membandingkan keterampilan bahasa anak-anak dan orang dewasa, menurut Trenkic, "kita tidak membandingkan dua hal yang setara".

Dia memberi contoh sebuah keluarga yang pindah ke negara baru. Biasanya, anak-anak akan belajar bahasa jauh lebih cepat daripada orang tua mereka. Tapi itu mungkin karena mereka mendengarnya terus di sekolah, sementara orang tua mereka bekerja sendiri.

Anak-anak juga merasakan rasa urgensi yang lebih besar karena penguasaan bahasa sangat penting bagi kelangsungan kehidupan sosial mereka: berteman dan diterima di tengah orang-orang baru. Di sisi lain, orang tua cenderung bersosialisasi dengan orang-orang yang memahami mereka, seperti sesama imigran.

"Dalam pandangan saya, menciptakan ikatan emosional adalah hal yang membuat Anda lebih baik dalam belajar bahasa," kata Trenkic.

Baca juga: Penampilan Pedangdut Meldi yang Milenial, Style Keponakan Dewi Perssik Ini Bisa Kamu Tiru!

Orang dewasa tentu saja dapat menciptakan ikatan emosional itu, dan bukan hanya melalui cinta atau persahabatan dengan penutur asli. Sebuah studi 2013 pada orang dewasa Inggris dalam kursus bahasa Italia untuk pemula menemukan bahwa mereka yang mengalami kesulitan dalam belajar terbantu oleh ikatan emosional dengan siswa lain dan guru mereka.

"Jika Anda menemukan orang yang berpikiran sama, Anda lebih mungkin untuk terus belajar bahasa, dan Anda akan menekuninya," kata Trenkic.

"Itulah kuncinya. Anda perlu menghabiskan bertahun-tahun untuk mempelajari suatu bahasa baru. Kecuali ada motivasi sosial untuk itu, sangat sulit untuk terus melakukannya."

Awal tahun ini, sebuah penelitian di MIT menggunakan kuis daring yang diikuti hampir 670.000 orang. Penelitian itu menemukan bahwa untuk menguasai tata bahasa Inggris layaknya penutur asli, usia yang terbaik untuk memulai adalah 10 tahun. Namun demikian, penelitian juga menunjukkan bahwa kita bisa menjadi semakin baik dalam penguasaan bahasa, termasuk bahasa kita sendiri, seiring waktu.

Sebagai contoh, kita baru menguasai sepenuhnya tata bahasa kita sendiri di sekitar usia 30 tahun. Ini mendukung studi sebelumnya yang menunjukkan bahwa bahkan penutur asli belajar hampir satu kata baru setiap hari dalam bahasa mereka sendiri sampai usia paruh baya.

Trenkic menyoroti bahwa studi MIT itu menganalisis hal yang sangat spesifik: kemampuan untuk meniru penutur asli dalam hal ketepatan tata bahasa. Bagi siswa bahasa pada umumnya, itu mungkin tidak begitu relevan.

 Baca juga: Intip 4 Gaya Busana Habib Bule , Habib Bahar Smith yang Ditolak Masuk Manado

"Orang kadang bertanya, apa keuntungan terbesar menguasai bahasa asing? Apakah saya akan menghasilkan lebih banyak uang? Apakah saya akan lebih pintar? Apakah saya akan tetap sehat? Tetapi sebenarnya, keuntungan terbesar dari menguasai bahasa asing adalah mampu berkomunikasi dengan lebih banyak orang," katanya.

Trenkic sendiri berasal dari Serbia. Dia baru fasih berbahasa Inggris di usia dua puluhan, setelah pindah ke Inggris. Ia mengaku masih sering membuat kesalahan tata bahasa, terutama ketika lelah atau stres.

"Tapi, terlepas dari semua itu - dan ini sangat penting - saya bisa melakukan hal-hal luar biasa dalam bahasa Inggris," ia kemudian menulis di surel. "Saya dapat menikmati karya sastra terbesar, saya dapat menghasilkan teks yang bermakna dan koheren dengan kualitas yang layak dipublikasikan."

Bahkan, kuis MIT mengklasifikasikannya sebagai penutur asli bahasa Inggris.

Di Spanish Nursery, tempat para guru bernyanyi 'Cumpleanos feliz' dan perpustakaan menyimpan The Gruffalo dalam bahasa Ibrani, sang kepala sekolah sendiri ternyata pelajar bahasa yang terlambat. Carmen Rampersad dibesarkan di Rumania dan baru benar-benar menguasai bahasa Inggris ketika pindah ke luar negeri pada usia dua puluhan. Anak-anaknya menyerap bahasa Spanyol di PAUD.

 Baca juga: Gara-Gara Jadi Pengiring Pengantin 2 Hari Berturut-turut, Perempuan di China Harus Rela Kakinya Diamputasi

Tetapi mungkin ahli bahasa yang paling berjiwa petualang adalah suaminya. Lahir di Trinidad, ia belajar bahasa Rumania dari keluarganya, yang tinggal dekat perbatasan dengan Moldova.

"Bahasa Rumania-nya sangat bagus," katanya. "Ia bicara dengan aksen Moldavia. Itu lucu banget. "

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini