nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bayi Malang Berusia 8 Hari, Meninggal Setelah Mendapat 'Ciuman' dari Seseorang

Firda Janati, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 15:52 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2018 10 29 481 1970375 bayi-malang-berusia-8-hari-meninggal-setelah-mendapat-ciuman-dari-seseorang-JvpICB8BDh.jpg Bayi malang (Foto: Dailymail)

MENJADI seorang ibu merupakan hal yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata bagi seorang wanita. Hadirnya anak dalam kehidupan merupakan suatu anugrah besar bagi setiap pasangan. Kehadirannya seperti pelangi yang muncul setelah hujan lebat. Indah dan penuh kasih sayang.

Namun, apa jadinya jika pelangi tersebut hilang selama-lamanya? Tak bisa dibayangkan betapa sedihnya. Seperti pasangan yang tinggal di Oakland, California, Amerika Serikat ini. Mereka kehilangan sang buah hati selama-lamanya saat usianya baru memasuki hari ke delapan.

Dilansir Okezone dari Dailymail, Senin (29/10/2018), bayi manis bernama Aliza Rose Friend meninggal dunia saat usianya masuk hari ke delapan. Ibunya Abigail harus menerima kenyataan pahit atas kepergian putri pertamanya itu. Ia mengatakan Aliza sehat pada 36 jam pertama atau satu setengah hari setelah dilahirkan.

BACA JUGA:

 Sederet Kasus Operasi Plastik yang Gagal, Termasuk Ratna Sarumpaet?

Namun, setelah itu Aliza mengalami demam, lesu dan kehilangan nafsu makan. Wajah bayi mungin itu juga pucat, kesulitan bernapas dan mulai mengalami kejang-kejang. Setelah dokter dan pihak rumah sakit memeriksa Aliza, ternyata hasil pemeriksaan dokter menyatakan Aliza terjangkit infeksi herpes yang membawa virus HSV-1 setelah dicium oleh seseorang. Virus tersebut pun berkembang sangat cepat dan menyerang paru-paru serta otak Aliza.

 

Bayi mungil ini meninggal setelah mendapat ciuman dari orang-orang yang menjenguk pada hari kelahirannya. Dokter dan petugas rumah sakit telah sepenuhnya menangani Aliza dengan berbagai usaha selama enam setengah hari, namun Aliza tidak dapat tertolong. Aliza dinyatakan meninggal pada 20 Mei 2018.

Sang ibu, Abigail sangat terpukul atas kepergian bayinya. Lebih menyedihkannya lagi, karena terlalu banyak orang yang datang untuk menemui putrinya, ia tidak tahu siapa orang yang membawa virus HSV-1 tersebut. Hingga kapanpun, Abigail tidak dapat bisa melupakan putrinya.

 

“Tidak ada waktu yang telah berlalu tanpa memikirkannya. Dia selalu ada dalam pikiran saya setiap hari,” katanya

 BACA JUGA:

Gemasnya Glenn Alinskie Gendong Anak Sambil Main Game, Netizen: "Mau yang Kayak Gini Satu"

Hal ini tentu menjadi pelajaran bagi semua orang. Terutama bagi orangtua untuk selalu menjaga kebersihan dan memastikan orang-orang yang datang menjenguk tidak membawa virus apapun sebelum melakukan kontak fisik, seperti menyium bayi baru lahir.

(dno)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini