nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

5 Arti Warna Kotoran Telinga yang Harus Anda Waspadai

Agregasi Hellosehat.com, Jurnalis · Senin 29 Oktober 2018 19:02 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2018 10 29 481 1970534 5-arti-warna-kotoran-telinga-yang-harus-anda-waspadai-w0rqrQl9zR.jpg Ilustrasi (Foto: Hellosehat)

KOTORAN telinga atau dikenal dengan istilah medis cerumen adalah kumpulan sel kulit mati, rambut, atau kotoran berada di bagian luar saluran telinga. Meskipun terlihat menjijikan, kotoran tersebut berfungsi melumasi dan melindungi telinga dari bakteri atau serangga kecil yang masuk ke telinga.

Saat telinga dibersihkan, warna kotoran telinga sering kali berubah-ubah. Kadang kuning, abu-abu, atau hitam. Sebenarnya, apa arti warna kotoran pada telinga Anda? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan berikut ini.

Kotoran telinga menjaga telinga tetap sehat

Telinga Anda secara alami menghasilkan zat lilin untuk mencegah zat asing penyebab infeksi masuk ke saluran telinga. Selama berhari-hari, zat lilin tersebut akan menumpuk bersamaan dengan sel kulit mati sehingga membentuk kotoran telinga.

Ketika kotoran telinga semakin menumpuk, kotoran tersebut akan terdorong dengan sendirinya ke arah telinga luar untuk dikeluarkan. Jadi, jangan aneh jika suatu saat Anda mendapati kotoran telinga keluar sendiri dari telinga.

Namun, kotoran telinga yang menumpuk sering kali membuat telinga Anda gatal. Anda pasti gemas untuk mengeluarkan kotoran tersebut dengan berbagai alat, mulai dari cottonbud, korek kuping plastik atau besi dan penyedot kotoran telinga.

Memahami berbagai tekstur dan warna kotoran telinga

Warna kotoran telinga sangat bervariasi, bergantung kesehatan dan etnis seseorang. Namun umumnya, kotoran telinga akan berwarna kuning kecokelatan dan lengket atau kuning keabu-abuan dan kering.

Suatu waktu kotoran telinga bisa berubah warna dari biasanya, yaitu berwarna merah atau hitam. Berikut penjelasan tekstur dan warna kotoran telinga yang perlu Anda ketahui, seperti:

1. Warna kuning dan lunak

Kotoran yang terlihat berwarna kuning dan terasa lunak adalah kotoran telinga baru. Ini tidak menjadi masalah, selama kotoran tersebut tidak terlalu berair dan keluar dari saluran telinga Anda.

Jika kotoran telinga ini diproduksi lebih banyak bahkan hampir menetes dari telinga, diikuti gejala lain yang membuat telinga tidak nyaman, segera lakukan pemeriksaan ke dokter. Kemungkinan kondisi ini disebabkan oleh infeksi telinga bagian tengah (otitis media).

2. Warna cokelat kehitaman dan kering

Kotoran telinga tidak langsung dikeluarkan dari tubuh. Kotoran tersebut akan mengendap dan terus menumpuk dengan sel kuli mati. Kotoran yang lama ini biasanya berwarna cokelat kehitaman dan cenderung kering.

korek kuping

3. Warna kuning pucat dan kering

Saat kotoran yang cokelat mulai terdorong keluar, warnanya bisa berubah menjadi kuning pucat dan sangat kering, seperti serpihan kulit mengelupas. Namun, bisa juga tetap berwarna cokelat tua. Perbedaan warna dari kotoran telinga ini dipengaruhi oleh etnis.

Dilansir dari laman Health Line, orang keturunan Kaukasia dan Afrika-AMerika, cenderung memiliki kotoran telinga yang lebih gelap warnanya dan lengket. Sementara orang asli Amerika dan keturunan Asia Imur, cenderung memiliki kotoran telinga yang kering dan tipis.

Namun, perlu Anda perhatikan jika kotoran telinga yang pucat tersebut diikuti gejala lain, seperti kulit cepat mengelupas atau muncul ruam kemerahan. Bisa jadi kondisi tersebut menandakan Anda memiliki penyakit eksim atau psoriasis.

4. Warna kuning atau cokelat disertai kemerahan

Adanya warna kemerahan pada kotoran telinga Anda, menandakan adanya luka. Kondisi ini bisa terjadi akibat gesekan yang terlalu kuat saat Anda membersihkan telinga atau mengalami cedera di sekitar telinga.

Saat ini terjadi sebaiknya hentikan membersihkan telinga, sampai luka kering. Jika darah yang keluar cukup banyak, segera periksa ke dokter agar kondisi tidak makin memburuk.

5. Warna hitam

Kotoran telinga yang berwarna kehitaman menandakan bahwa kotoran yang menumpuk terlalu besar dan sulit untuk keluar. Produksi lilin telinga yang berlebihan ini biasanya terjadi ketika Anda merasa stres, cemas, atau ketakutan.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini